tirto.id - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, akan menyampaikan tuntutan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan kepada Pemerintah Pusat.
Setelah menemui massa aksi demo di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Senin (1/9/2025), Rahmat mengapresiasi kepada massa aksi karena telah menjalankan demo dengan damai, tertib, dan aman.
“Lampung berbeda dengan tempat-tempat lain. Kita cinta dengan daerah kita, kita cinta dengan masyarakat kita dan terlebih dengan negara kita. Jika tidak ada kesesuaian, adik-adik hadir di hadapan saya menyampaikan aspirasi,” kata Gubernur Lampung.
Rahmat juga berjanji akan meneruskan suara mahasiswa ke pemerintah pusat.
“Untuk menyampaikan aspirasi adik-adik ke Presiden kita untuk dapat dilaksanakan,” tuturnya.
Sebagai catatan, massa Aliansi Lampung Melawan menyampaikan 10 tuntutan kepada Rahmat yakni sahkan UU Perampasan Aset; potong Tunjangan dan Gaji DPR; tingkatkan kualitas gaji dosen dan guru; memerintahkan Prabowo memecat menteri- menteri yang problematik; dan meminta ketua partai yang kadernya berada di eksekutif dan legislatif untuk diberhentikan/rekstrukturisasi.
Kemudian massa mendesak reformasi total Polri dan adili pelaku pembunuhan pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, serta evaluasi kinerja Polda Lampung; menolak Revisi KUHAP; menolak efesiensi terhadap sektor pendidikan dan kesehatan; berhenti menggunakan pajak untuk menindas rakyat; dan pembebasan lahan untuk Petani Anak Tuha serta reformasi agraria pembebasan lahan di Lampung.
Hingga aksi berakhir, terpantau situasi tetap aman dan terkendali. Arus lalu lintas yang sempat dialihkan kini kembali normal setelah massa membubarkan diri dengan tertib.
=====
Infokyai News adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Infokyai News
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































