Menuju konten utama

Gempa Guncang NTT, Kemensos Gercep Salurkan Bantuan Rp4,5 Miliar

Gempa M7,7 mengguncang NTT. Kemensos mengerahkan Tagana dan memobilisasi bantuan logistik Rp4,518 miliar untuk warga terdampak.

Gempa Guncang NTT, Kemensos Gercep Salurkan Bantuan Rp4,5 Miliar
Kemensos kerahkan personel dan mobilisasi bantuan untuk korban terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). (FOTO/dok.Istimewa)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak sekitar Rp4,518 miliar bantuan logistik dimobilisasi Kementerian Sosial untuk mendukung penanganan warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut berasal dari stok Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Bekasi.

Selain logistik, Kemensos mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB) ke sejumlah wilayah terdampak. Personel tersebut bergabung dengan pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana lainnya untuk melakukan asesmen, evakuasi, pendataan warga, serta mengidentifikasi kebutuhan yang harus segera dipenuhi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan dukungan akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan berbagai unsur lainnya masih melakukan penanganan sekaligus memverifikasi kondisi korban serta kerusakan akibat gempa.

“Gubernur dan para bupati yang daerahnya terdampak juga sudah aktif bergerak. Untuk data sementara warga maupun infrastruktur yang terdampak masih dalam proses pendataan,” ujarnya.

Gempa terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA. Episentrum gempa berada di laut sekitar 30-38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah NTT hingga beberapa daerah di luar provinsi.

BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami pada pukul 05.02 WIB atau 06.02 WITA. Warga di sejumlah wilayah pesisir kemudian bergerak menuju tempat yang lebih tinggi. Peringatan tersebut berakhir pada pukul 07.41 WIB atau 08.41 WITA setelah ancaman tsunami dinyatakan berlalu.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Sabtu siang, sekitar 2.000 jiwa terdampak. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka. Data tersebut masih diverifikasi dan dapat berubah mengikuti hasil pendataan di lapangan.

Wilayah terdampak sementara meliputi Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, Ende, serta sejumlah wilayah lainnya. Nagekeo, khususnya Mbay dan sekitarnya, menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling besar.

Tak lama setelah laporan gempa diterima, Kemensos langsung mengerahkan personel Tagana dan PSKB. Mereka membantu proses asesmen, evakuasi, pendataan masyarakat, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak di wilayah terdampak.

Tenda darurat disiapkan bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara. Sejumlah lokasi yang digunakan untuk mengungsi antara lain Lapangan Umum Mbay serta beberapa tempat aman di Maumere, Borong, dan Ruteng.

Kemensos juga menggerakkan stok logistik dari Sentra Efata Kupang. Bantuan senilai Rp1,015 miliar diarahkan ke Kabupaten Nagekeo untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Dukungan lainnya berasal dari Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT dengan nilai sekitar Rp541,6 juta. Bantuan tersebut didistribusikan untuk mendukung penanganan di Nagekeo, Sikka/Maumere, Ende, dan Manggarai Timur.

Untuk menjaga ketersediaan logistik selama masa penanganan, bantuan dari Gudang Pusat Bekasi turut dimobilisasi menuju NTT. Sebanyak Rp1,482 miliar diarahkan ke Dinas Sosial Provinsi NTT, sementara Rp1,478 miliar lainnya dikirim ke Sentra Efata Kupang.

Logistik yang disiapkan meliputi 6.000 paket makanan siap saji, 1.624 paket makanan anak, 600 family kit, 1.700 lembar tenda gulung, 600 selimut, 780 kasur, 233 velbed, serta 93 tenda keluarga dan tenda keluarga portabel.

Selain itu, terdapat 24 tenda serbaguna, empat tenda induk, 800 shower kit, 1.440 paket perlengkapan dan sandang anak, berbagai kebutuhan sandang dewasa, pakaian dalam, daster, perlengkapan ibadah, 104 set peralatan dapur keluarga, dua set dapur umum lapangan, serta 10 lampu darurat portabel.

“Logistik sudah kita gerakkan dari Kupang dan dari pusat. Tim Kemensos juga berada di lapangan bersama pemerintah daerah dan unsur lainnya. Kita sesuaikan dukungan berikutnya dengan hasil asesmen dan kebutuhan warga,” kata Gus Ipul.

Bersamaan dengan distribusi bantuan, tim Kemensos dan pemerintah daerah masih melakukan verifikasi dan validasi terhadap korban meninggal, korban luka, warga yang membutuhkan pengungsian, serta kerusakan rumah dan bangunan. Pendataan ini menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan lanjutan dan bentuk dukungan bagi setiap wilayah.

Sebagian besar warga yang sebelumnya mengungsi ke dataran tinggi mulai kembali setelah peringatan dini tsunami dicabut. Namun, sejumlah titik pengungsian yang masih aktif tetap mendapatkan pelayanan dari tim gabungan.

Kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak terus dipantau. Tenda darurat disiapkan sebagai tempat tinggal sementara, sementara pelayanan kesehatan dan bantuan logistik diberikan kepada warga yang masih berada di pengungsian.

Kerusakan bangunan juga masih dalam proses verifikasi. Laporan sementara menyebutkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan mulai dari berat hingga ringan-sedang. Sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan sejumlah infrastruktur lainnya juga dilaporkan terdampak.

Gangguan listrik sempat terjadi di beberapa wilayah Nagekeo, Sikka, dan Manggarai. Pasokan listrik kemudian secara bertahap kembali menyala. Akses jalan yang sempat terhambat puing juga telah ditangani sehingga kembali dapat dilalui.

Aktivitas gempa susulan masih berlangsung dan terus dipantau. Warga diminta tetap waspada, menghindari bangunan yang retak maupun rusak, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah dan BMKG.

Gus Ipul menegaskan Kemensos akan terus berada di lapangan dan memperbarui dukungan berdasarkan perkembangan kondisi serta hasil pendataan.

“Tim akan terus dampingi warga. Yang perlu dievakuasi kita bantu evakuasi, yang membutuhkan tempat sementara kita siapkan, kebutuhan dasarnya kita dukung. Tim terus berkoordinasi karena data dan kondisi di lapangan masih berkembang,” tambah Gus Ipul.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT atau tulisan lainnya dari Tim Media Service

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Tim Media Service
Editor: Tim Media Service