Gangguan Klinomania, Orang yang Susah Lepas dari Kasur Saat Hujan

Kontributor: Dinda Silviana Dewi - 29 Jan 2020 12:24 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Mengenal Klinomania, kondisi di mana orang tak mau beranjak dari kasur saat hujan.
tirto.id - Seringkah Anda tidak mau beranjak dari kasur, terlebih saat cuaca sedang hujan? Bisa jadi, Anda terkena sindrom Clinomania atau biasa juga disebut dengan Disysania.

Clinomania mengindikasikan keinginan seseorang untuk tetap di tempat tidur untuk waktu yang sangat lama.

Dilansir dari Learnodo-newtonic, seseorang dengan klinomania bisa jadi benci dan takut untuk bangun dari tempat tidur.

Dia mungkin tidur sepanjang hari dan masih merasa mengantuk. Ia bisa tidur lebih dari 7-8 jam dalam sehari, melebihi standar pola tidur yang sehat.

Klinomania bisa jadi muncul akibat kurangnya motivasi dan dorongan untuk melakukan apapun.
Namun, hal ini juga bisa jadi pertanda bahwa seseorang menderita depresi.

Meskipun depresi dan klinomania saling tertaut, bisa jadi seseorang mengidapnya secara bersamaan.

Penderita klinomania tidak selalu mengalami depresi tetapi seseorang yang mengalami depresi sering juga menderita klinomania.

Tidak hanya itu, dilansir Steemit, klinomania juga dikaitkan dengan gangguan kecemasan lain dan Sindrom Kelelahan Kronis, tetapi berbeda dalam banyak hal.

Ini bisa menjadi kondisi medis di mana Clinomaniac menderita sebagai akibat dari gangguan neurologis yang dikenal sebagai neurasthenia seperti yang didiagnosis oleh Dr. Beard George pada 1960-an.

Meski sebagian besar masyarakat mengalami susah bangun dari tempat tidur pada pagi hari, klinomania lebih dari itu.

Jika Anda adalah seseorang yang suka begadang di malam hari dan mendapati bahwa hal tersebut menjadi faktor terbesar dalam kesulitan bangun pagi, kemungkinan Anda sama sekali tidak menderita klinomania.

Ada beberapa tanda yang dapat mengiringi kondisi klinomania seperti disebutkan laman The Rise And Shine, yaitu:

- Kehilangan minat dalam bersosialisasi

- Sangat tidak senang dengan pekerjaan,

- Memiliki sedikit energi di sekitar, dan bukan hanya pagi hari

Selain itu, Anda mungkin juga bisa mengukur apakah pagi hari yang malas adalah gejala klinomania dengan menilai kondisi emosi Anda saat bangun tidur. Selain itu, ada pula tes lakmus yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah Anda mengidap klinomania atau tidak.

Tes lakmus dilakukan dengan menulis kata-kata spesifik untuk menggambarkan perasaan Anda ketika tiba saatnya untuk bangun dari tempat tidur.

Jika Anda merasa sulit, melelahkan, frustrasi, atau menantang, Anda mungkin hanya mengalami kelelahan.

Namun, jika Anda merasa pengalaman itu membuat stres, cemas, kewalahan, atau bahkan melemahkan, mungkin ide yang baik untuk berbicara dengan dokter Anda untuk melihat apakah ada kondisi mendasar lain yang mengarahkan Anda pada klinomania.

Untuk menghadapi kondisi ini, Anda dapat memulai dengan bertahap dan pelan untuk bangun lebih pagi setiap harinya.

Dilansir dari Riliv, caranya adalah untuk memerhatikan pola tidur. Pastikan Anda mencoba untuk tidur satu hingga dua jam lebih awal tiap malamnya.

Jangan lupa siapkan alarm atau minta tolong kepada kerabat yang tinggal bersama Anda untuk membangunkan.

Niatkan dan bulatkan tekad sebelum beranjak tidur dan jangan pejamkan lagi mata Anda ketika telah berhasil bangun.

Apresiasi diri setiap kali berhasil melakukannya dengan cara apapun yang menyenangkan hati Anda. Lebih dari itu, konsultasi dengan psikolog untuk dapat mengobatinya dengan baik.


Baca juga artikel terkait KLINOMANIA atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yandri Daniel Damaledo

DarkLight