Pandemi COVID-19

Freeport Rencanakan Atur Perjalanan Pulang & Insentif Para Pekerja

Oleh: Adi Briantika - 28 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
Freeport Indonesia mengeluarkan internal memo perihal proses bus Shift Day Off (SDO) bagi karyawan.
tirto.id - PT Freeport Indonesia mengeluarkan internal memo perihal proses bus Shift Day Off (SDO) bagi karyawan perusahaan tambang tersebut. Surat bertanggal 28 Agustus 2020.

“Setelah mendapat masukan dari karyawan dan berkonsultasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, PTFI berencana memperluas layanan bus dalam beberapa hari ke depan. Perusahaan akan mengatur layanan bus SDO dengan mempertahankan protokol COVID-19," ucap Juru Bicara PTFI Riza Pratama, ketika dikonfirmasi reporter Tirto, Jumat (28/8/2020).

Pekerja yang memilih tetap tinggal di dataran tinggi (area Freeport) dan portsite selama jadwal SDO, perusahaan akan memberikan tunjangan tunai tambahan Rp750 ribu sebelum dipotong pajak untuk setiap perjalanan yang tidak dilakukan, sebagai penghargaan atas masa sulit mereka.

Perusahaan akan menyediakan kapasitas tempat duduk maksimal 600 kursi ke Timika. Kapasitas ini tersedia bagi semua karyawan berdomisili di Timika dan yang bekerja dengan jadwal shift 5/2-5/3 atau 5/2-5/2.

“Kami akan menggunakan sistem pemesanan bus yang didukung oleh OpEx dan koordinator unit bisnis untuk mengelola dan mengontrol proses pemesanan kursi bus," jelas Riza.

Kategori prioritas untuk mendapatkan kesempatan pulang dari Tembagapura ke Timika (outbound) yakni pekerja yang belum dijadwalkan untuk cuti atau rotasi dan telah bekerja di dataran tinggi untuk jangka waktu terlama, diikuti dengan tanggal perekrutan yaitu lamanya masa kerja. Karyawan dapat mengajukan permintaan perjalanan setiap dua pekan sekali.

Selanjutnya, jika pekerja ingin kembali ke wilayah Freeport, wajib mengikuti protokol kesehatan dan ikuti uji tes bebas COVID-19. Perusahaan berupaya mengakomodasi pemesanan perjalanan dari Timika ke Tembagapura (inbound).

“Jika kapasitas perjalanan inbound tidak mencukupi, karyawan akan menerima gaji pokok selama hari tunggu. Kontraktor tunduk pada persyaratan perjanjian kerja mereka," kata Riza.

Bagi mereka yang tidak segera dialokasikan perjalanan kembali, sistem penawaran serupa akan diterapkan untuk memprioritaskan calon penumpang yang kembali ke Tembagapura. Berdasar prioritas ini calon penumpang nantinya dijadwalkan dan dihubungi ketika slot untuk tes kesehatan dan kursi bus masih tersedia.

Sejak Maret 2020, para pekerja Freeport tak semuanya dapat mengunjungi keluarga lantaran dalih pembatasan akses perjalanan dan masih dalam situasi pandemi. Tak hanya itu mereka juga tak mendapatkan dana insentif meski operasional perusahaan tetap berjalan normal.

Hal itu membuat buruh Freeport berdemonstrasi dengan memalang jalan di area Mile 72, Tembagapura, sejak 24 Agustus, pukul 3 pagi.






Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Abdul Aziz
DarkLight