Fakta Baru Kasus Kalideres: Ikut Ritual hingga Mantra di Kain

Reporter: Adi Briantika, tirto.id - 1 Des 2022 10:53 WIB
Polisi terus menemukan petunjuk-petunjuk baru demi bisa mengungkap penyebab dan motif kematian satu keluarga di Kalideres.
tirto.id - Polda Metro Jaya masih mengusut perihal penyebab kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Perlahan demi perlahan, polisi menemukan petunjuk-petunjuk baru demi bisa mengungkap penyebab dan motif kematian satu keluarga tersebut.

Kecenderungan Ikut Ritual Khusus


Polisi menemukan dugaan adanya ritual yang dijalankan Budiyanto, salah satu korban tewas di Kalideres. Tujuan ritual itu agar keluarga tersebut mendapat kehidupan yang lebih baik dan terlepas dari masalah. Polisi masih mendalami jenis ritual yang dilakukan almarhum.

“Ada kecenderungan yang mengarah kepada almarhum Budiyanto, yang bersangkutan bersikap positif terhadap aktivitas ritual tertentu," ucap Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi dalam keterangannya, Selasa (29/11/2022).

Temukan Buku, Kemenyan, dan Mantra


Polisi juga menemukan beberapa buku berbagai agama dan mantra yang ditulis di atas lembaran kain. Polisi juga menemukan kemenyan di rumah tersebut.

"Kami akan mengundang ahli sosiologi agama untuk menganalisis lebih lanjut terhadap tulisan yang ada di dalam buku, serta hubungannya dengan temuan jejak benda-benda di TKP,” ujar Hengki.


Puluhan Saksi Beri Keterangan


Polisi memeriksa 28 saksi perkara ini. Bahkan ada saksi yang mengaku pernah mencium bau busuk ketika berkunjung ke rumah itu pada 13 Mei 2022, ia adalah pegawai koperasi yang ingin menyurvei kediaman tersebut sebelum bangunan itu digadaikan.

Potensi Nihil Pidana

Kombes Hengki menyatakan “sangat kecil kemungkinan adanya tindak pidana di luar kegiatan (yang) dilakukan empat orang ini di dalam rumah.” Sebab polisi tak menemukan dugaan tindak kekerasan pada jenazah mereka.



Baca juga artikel terkait FAKTA TERBARU KASUS KALIDERES atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Bayu Septianto

DarkLight