Fahri Hamzah Sebut Pujian IMF Mirip Pegawai Bank Pada Calon Nasabah

Oleh: M. Ahsan Ridhoi - 11 Oktober 2018
"Jadi dia apa namanya berharap juga kita jadi calon konsumen. Jadi calon nasabah. Dia puji-puji, terus tiba-tiba geletak kita jatuh minta tolong," kata Fahri Hamzah.
tirto.id - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menilai pujian Direktur International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde kepada pemerintahan Jokowi menyembunyikan maksud lain. Menurutnya, itu semacam pujian pegawai bank kepada calon nasabahnya.

"Jadi dia apa namanya berharap juga kita jadi calon konsumen. Jadi calon nasabah. Dia puji-puji, terus tiba-tiba geletak kita jatuh minta tolong," kata Fahri, di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Fahri pun meminta pemerintah tak terlena dengan pujian tersebut agar kejadian seperti era Soeharto tak terulang. Ketika presiden Indonesia selama 32 tahun tersebut terpaksa menerima bantuan IMF untuk mengatasi krisis melalui penandatanganan Letter of Intent (LOI) yang meliberalisasi ekonomi negeri ini.

"Jadi hati-hati. Nanti dia (IMF) begini kan (sambil peragakan menyilang tangan ke dada), suruh kita teken. Jual ini, jual itu, kan rusak republik ini," kata Fahri.

Fahri Hamzah, dalam kesempatan ini, juga berharap pemerintah mau meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit seluruh anggaran yang telah dikeluarkan untuk pertemuan tahunan IMF-World Bank (WB) 2018 di Bali.

"Harus diselesaikan sekarang. Kalau enggak nanti pemerintah yang akan datang yang bakal diaudit dan itu bisa jadi politis segala macam," kata Fahri.

Selasa (9/10/2018), Lagarde memuji pengelolaan ekonomi Indonesia di era Jokowi. Sehingga, menurutnya, Indonesia tak perlu mendapatkan dana pinjaman dari IMF.

"Pinjaman dari IMF bukan pilihan, karena ekonomi Indonesia tidak membutuhkannya. Ekonomi Indonesia dikelola dengan sangat baik oleh Presiden Jokowi, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan rekan-rekan mereka," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/10/2018).

Lagarde menegaskan pengelolaan ekonomi Indonesia dilakukan dengan optimal melalui koordinasi antara pemerintah, BI, dan pihak-pihak terkait.

Saat ini pertemuan IMF-WB masih berlangsung di Bali sampai 14 Oktober nanti. Acara ini menelan biaya Rp855,5 miliar dari APBN.


Baca juga artikel terkait PERTEMUAN IMF atau tulisan menarik lainnya M. Ahsan Ridhoi
(tirto.id - Politik)

Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Yantina Debora
Dari Sejawat
Infografik Instagram