Epidemiolog Griffith: Ancaman Long COVID-19 Makin Nyata

Reporter: Farid Nurhakim, tirto.id - 19 Agu 2022 16:43 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Epidemiolog Griffith University menilai perawatan long COVID-19 yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat seharusnya ditanggung negara.
tirto.id - Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menegaskan bahwa sekarang makin jelas ancaman dari long COVID-19, bukan hanya mengancam pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Di mana proporsi dari penyintas yang berpotensi mengalami long COVID-19 ini sama, yaitu sebesar 20 persen.

“Dan ini besar, apalagi kalau melihat komposisi penduduk kita atau jumlah penduduk kita yang besar ya di atas 200 juta, hampir 300 juta,” sambung Dicky ketika dihubungi pada Jumat (19/8/2022).

Long COVID-19 merupakan kondisi di mana seorang penyintas COVID-19 masih merasakan gejala penyakit tersebut dalam jangka waktu yang lama, bahkan setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Menurut Dicky, jika 20 persen ini diambil dari separuh jumlah penduduk Indonesia yang sudah pernah terinfeksi COVID-19 hingga berkali-kali, ini jumlahnya akan sangat besar dan berpotensi membebani pembiayaan kesehatan pada 5-10 tahun ke depan. Juga, termasuk menurunkan kualitas dari kesehatan manusianya.

“Ini sangat serius ya, bahwa ancaman namanya pandemi COVID-19 ini tidak selesai atau dampaknya itu tidak selesai hanya ketika kasus melandai, hanya ketika kurva atau gelombang atau puncak terlewati, hanya ketika status pandemi dicabut,” tutur dia.

Dicky menambahkan, jika Indonesia mengabaikan mitigasi pencegahan COVID-19 dan tidak meminimalkan penularannya, maka nantinya hendak berpotensi tsunami long COVID-19 dan akan dialami oleh bangsa ini.

“Dan ini yang harus kita cegah, kita tidak mau menjadi bangsa yang sakit atau generasi penerus kita yang menjadi sakit ya, bolak-balik ke rumah sakit. Mau bagaimana nanti negara ini mengisi kemerdekaannya?” ucap dia.

Kemudian Dicky menyebut bahwa 3T: tindakan melakukan tes COVID-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien COVID-19 (treatment), 5M: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, vaksinasi COVID-19 hingga tiga dosis (booster) itu penting. Selain itu, pemerintah Indonesia harus mempersiapkan bagaimana mekanisme proteksi pada anak-anak yang baru lahir dan yang baru memenuhi syarat (eligible) untuk vaksinasi.

“Itu harus ditanggung negara, karena itu berbahaya kalau tidak diberikan proteksi. Ancaman tsunami long COVID nyata. Lindungi diri Anda dan keluarga Anda dengan divaksinasi dan booster, kenakan masker berkualitas tinggi, tingkatkan ventilasi, sirkulasi dan menyaring udara,” ujar dia.


Baca juga artikel terkait LONG COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight