STOP PRESS! Polisi Ungkap Sindikat Bisnis Ujaran Kebencian

Energi Baik dari Musik

Energi Baik dari Musik
Ilustrasi bernyanyi. Getty Images/iStockphoto
13 Agustus, 2017 dibaca normal 3 menit
Musik tidak hanya hadir di panggung hiburan, akan tetapi juga di lapangan sepakbola sampai dengan balai perkumpulan tentara
tirto.id - Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) sempat mengutarakan keinginannya untuk mengundang girlband Korea Selatan, Girls Generation atau SNSD dalam acara hitung mundur Asian Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang 2018 besok. Pro dan kontra bermunculan atas rencana tersebut.

Menurut Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Persik, kedatangan SNSD akan membuat reputasi baik bagi Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi olahraga empat tahunan di Asia tersebut. Terlebih lagi, SNSD sendiri mempunyai banyak penggemar di Asia.


Girlband yang piawai menari dengan lagu-lagu easy listening-nya tersebut tidak hanya hadir di panggung hiburan dan di depan para penggemarnya saja. Pemerintah Korea pernah mengundang mereka untuk menghadiri kamp tentara para wajib militer di Korea Selatan.

SNSD memberikan kejutan dalam konser eksklusif di depan para tentara yang tidak bisa pulang ke rumah untuk liburan Natal. Konser tersebut merupakan bagian dari acara "SNSD’s Christmas Fairytale" yang disiarkan stasiun televisi MBC.

Ratusan tentara tampak menanti kehadiran bintang tamu di sebuah ruangan besar. Hingga kemudian, para personel SNSD satu per satu memasuki ruangan tersebut melalui pintu utama. Tentara-tentara yang ada pun langsung bersorak kegirangan.

Seluruh tentara beranjak dari barisan mereka ketika SNSD kemudian membawakan lagu "Gee". Tidak hanya SNSD, sejumlah idol lain juga pernah diundang ke acara-acara serupa.

Acara musik memang tidak sebatas hiburan, tetapi juga mempunyai relevansi di banyak bidang, dari olahraga sampai dengan militer. Hal ini tentu saja karena musik adalah salah satu hal yang sangat mudah digemari banyak orang.

Mudahnya musik digemari di banyak kalangan tersebut ditengarai karena mereka dapat menemukan kebahagiaan dengan bermusik. Menyanyi dengan teknik pernapasan yang tepat akan membuat darah penuh dengan oksigen. Awalnya, kita mungkin akan pusing, namun seiring dengan hal tersebut, fungsi kerja jantung dan pernafasan meningkat. Menyanyi ringan juga bisa meringankan asma bronkial, bronkhitis kronis, dan tonsilitis.

Menyanyi akan memaksa otot wajah untuk selalu aktif. Ini menghasilkan efek antipenuaan karena otot selalu terjaga kekencangannya. Selain itu, orang yang gemar menyanyi  mempunyai kecenderungan lebih bisa mengontrol emosinya. Dia memiliki emosi yang lebih stabil dan cenderung dalam mood baik.

Sebuah penelitian menemukan, mereka yang bernyanyi akan merasa lebih bahagia, kecemasan dan depresi mereka berkurang.

Dengan bernyanyi, tubuh akan bereaksi untuk mensekresikan hormon endorfin dan oksitosin. Endorfin adalah hormon yang meningkatkan perasan eforia dan kesenangan. Oksitosin juga dikenal sebagai hormon cinta karena menimbulkan rasa nyaman, gairah dan empati pada pasangan. Hormon ini diketahui bisa mengurangi stres dan rasa cemas. Kedua hormon ini membuat kita merasa lebih baik dan mengurangi rasa sakit yang tengah dirasakan.


Dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Neurology, dijelaskan bahwa ingatan musikal adalah ingatan paling independen dibanding sistem memori lainnya. Hal ini menyebabkan memori musik menjadi memori terkuat para penderita penyakit neurodegeneratif seperti alzheimer dan demesia.

Dalam penelitian tersebut, peneliti mengambil 32 subyek normal manusia muda 16 laki-laki dan 16 perempuan, dengan usia rata-rata 28 tahun. Mereka melakukan penelitian pencitraan resonansi magnetik yang menguji respons otak terhadap cuplikan musik yang tidak diketahui, baru diketahui, dan sudah lama dikenal.

Hasilnya menunjukkan adanya peran penting bagian otak caudal anterior cingulate dan ventral pre-supplementary motor dalam pengkodean saraf terkait musik yang baru dikenal dan tidak dikenal.

Energi Baik dari Musik

Seperti kita tahu, otak merupakan organ pengontrol pergerakan tubuh yang merespon setiap reaksi yang terjadi di sekitar kita, termasuk juga dengan kegiatan mengingat. Sehingga, penurunan kinerja otak dan kehilangan memori menjadi sebuah hal yang sangat mengerikan.

Penyakit alzheimer dan demensia merupakan penyakit yang berhubungan dengan hal tersebut. Dua penyakit tersebut dapat menyebabkan menurunnya memori, kemampuan berpikir, perilaku sampai menurunkan kemampuan untuk melakukan pekerjaan sehari-hari.

Salah satu cara meningkatkan kualitas hidup pasien alzheimer dan dementia adalah dengan menjalani terapi musik. Terapi musik untuk pasien alzheimer sangat berguna untuk menjaga kesehatan otak, yang berarti bisa menunda kerusakan lebih lanjut.

Menurut penelitian dalam Journal of Music Therapy, Oxford Academic, lagu yang didengarkan dalam terapi musik baik bagi kesehatan otak pasien.

Dennis Ruston kepada The Guardian menceritakan perihal almarhum istrinya yang juga menderita alzheimer. Ia menyatakan bahwa istrinya rajin bergabung dalam sebuah kelompok paduan suara yang menyanyikan lagu-lagu pujian. Kelompok tersebut juga memberikan kesempatan para pasien untuk menyanyikan lagu-lagu di zaman muda mereka.

Ruston juga menyatakan bahwa periset dan tenaga medis yang menangani istrinya telah menemukan bahwa jalur musik otak tetap relatif tanpa cedera oleh penyakit alzheimer, demensia, stroke dan penyakit lainnya.


Baca juga:



Di sepanjang sejarah, kita tahu bahwa banyak kalangan yang telah menciptakan musik. Beberapa dari mereka bahkan mengakui bahwa pengalaman emosional mereka dalam bermusik adalah satu hal penting untuk kelangsungan hidup mereka. Terlebih lagi dengan pengalaman bermusik bersama, baik bersama teman satu grup musik maupun bersama para penonton dan penikmat musik mereka.

Hal ini ditunjukkan juga dalam sebuah temuan yang menyatakan bahwa anggota paduan suara yang baru terbentuk selama satu bulan, merasa lebih dekat satu sama lain dibanding dengan anggota kelompok seni lainnya yang juga baru terbentuk.

Selain itu, beberapa penelitian menyimpulkan bahwa orang-orang yang biasa bernyanyi memiliki IQ lebih tinggi dibanding mereka yang tidak berhubungan dengan musik. Bernyanyi bisa meningkatkan fungsi otak secara keseluruhan dan membantu kita berpikir secara lebih jernih.

Jadi tidak ada salahnya jika kebanyakan kalangan memilih menghadirkan musik, baik di acara pernikahan sampai dengan acara olahraga dan agenda militer suatu negara. Karena secara umum, musik memang media paling efektif untuk menghasilkan energi dan perasaan-perasaan baik.

Baca juga artikel terkait KONSER MUSIK atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - ylk/nqm)

Keyword