Elizabeth II dan Kecintaan Tak Terbatas Untuk Corgi

Penulis: Nuran Wibisono, tirto.id - 19 Sep 2022 05:41 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Pada 1933, di usianya yang ketujuh, Elizabeth jatuh cinta pada corgi untuk kali pertama.
tirto.id - Gajah mati meninggalkan gading, Ratu mangkat meninggalkan warisan.

Ketika Ratu Elizabeth II mangkat, ia memang meninggalkan banyak warisan dan harta benda. Real estate, perhiasan, investasi, semua senilai lebih dari USD500 juta. Total kekayaan keluarga kerajaan Inggris ini disebut-sebut mencapai USD88 miliar.

Namun ada satu hal milik Elizabeth II yang tak ternilai harganya, membuat banyak orang bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada mereka.

Anjing-anjingnya.

Sebelum mangkat, Elizabeth II memang punya empat ekor anjing: Candy, Muick, Sandy, dan Lissy. Maka wajar kalau banyak orang penasaran dengan nasib makhluk yang kerap disebut sebagai sahabat terbaik manusia itu. Bahkan pertanyaan “Apa yang bakal terjadi pada anjing-anjing Ratu Elizabeth?” meroket hingga nyaris 200 persen di situs pencari Google.

Jauh sebelum kuartet terakhir yang tinggal di Windsor Castle itu, Elizabeth dikenal sebagai pecinta anjing. Selama 96 tahun usianya, Elizabeth diketahui pernah punya lebih dari 30 ekor anjing, sebagian besar adalah Pembroke Welsh Corgi. Sebagian lagi adalah dorgi, anjing persilangan dachshund dan corgi yang lahir karena corgi Elizabeth tak sengaja kawin dengan dachshund milik Margaret.


Cinta Pertama Bernama Dookie

Pada 1933, di usianya yang ketujuh, Elizabeth jatuh cinta pada corgi untuk kali pertama. Anjing itu milik Alexander, tetangga yang usianya tak terpaut jauh dengan Elizabeth. Keluarga Elizabeth sudah punya beberapa ekor anjing saat itu.

Kakeknya punya labrador bernama Mimsy. Juga shih-tzu bernama Choo-Choo. Ada pula cocker spaniel hitam bernama Ben, dan Judy si golden retriever. Namun ada sesuatu pada corgi yang membuat Elizabeth kesengsem.

Dalam buku All the Queen’s Corgi (2018), disebutkan bahwa Elizabeth menyukai corgi yang “…lebih menyenangkan untuk diajak main, suka berlarian bareng, ikut main, dan punya tingkah polah yang bikin mereka semua tertawa.”


Dari sana Elizabeth dan adiknya, Margaret, memohon pada ayahnya, Albert —yang kelak jadi Raja George VI— dan tentu saja ayahnya tak kuasa menolak permintaan dua gadis ciliknya itu.

Albert kemudian menghubungi Thelma Gray. Dia adalah orang pertama yang membudidayakan corgi di luar Wales.

Wales memang dikenal sebagai tanah asal muasal corgi. Nama anjing ini juga berasal dari bahasa Wales yang artinya kurang lebih anjing kate. Ada dua jenis corgi dari Wales yang dikenal orang: Pembroke Welsh dan Cardigan. Perbedaannya ada di ukuran: cardigan secara umum lebih besar dan tinggi.

Setelah mendapat permintaan dari Albert, Thelma datang ke rumah mereka dengan tiga ekor anakan anjing. Dua di antara mereka tak punya ekor —seperti kebanyakan anjing corgi ternakan era itu. Ibu Elizabeth, yang bernama sama, akhirnya memilih satu yang punya ekor.

“Karena kalau gak punya ekor, bagaimana kita tahu kalau dia sedang bahagia atau enggak?” ujarnya.

Anjing pilihan ini kemudian diberi nama Dookie. Nama ningratnya: Rozavel Golden Eagle. Sama seperti nama yang menguarkan aura aristokrat, begitu pula garis keturunannya. Ayah Dookie bernama Crymmych President, dan ibunya bernama Golden Girl. Keduanya adalah anjing juara.

Dari sana, Dookie mulai jadi terkenal. Ia nyaris tak pernah absen dalam setiap perjalanan Elizabeth. Foto Elizabeth membawa Dookie banyak masuk koran. Ia tampak seperti anjing yang manis, walau pada kenyataannya, ia anjing yang cukup usil.

Di buku All the Queen’s Corgi (2018), dijelaskan bahwa Dookie sering “…meneror seisi rumah, menggigit tamu.” Toh, para keluarga ningrat ini menyayangi Dookie apa adanya. Bahkan Albert ingin mengawinkannya agar mendapat keturunan dari Dookie.

“Dia itu anjing dengan kepribadian terbaik yang pernah kutahu. Sangat pintar, dan amat sabar menghadapi anak-anak,” ujar Albert.

Thelma mendapat mandat untuk mencarikan istri bagi Dookie. Maka datanglah Jane. Pada 1938, lahir dua anak mereka: Crackers dan Carol.


Dari Susan Semua Bermula

Di usia 18 tahun pada 1944, Elizabeth mendapat kado istimewa yang akan jadi awal dari anjing-anjing yang menemaninya sepanjang hayat: seekor corgi bernama Susan.

Susan menjadi teman setia bagi Elizabeth di masa-masa gelap maupun terangnya. Ia ada di samping Elizabeth ketika Perang Dunia II terjadi. Ketika Elizabeth menikah dengan Pangeran Philip, dia menyelundupkan Susan usai pesta pernikahan dan ke bulan madunya di Skotlandia. Ketika melahirkan Charles dan Anne, Susan lagi-lagi ada di samping Elizabeth. Dan ketika Elizabeth kehilangan sang ayah pada 1952, Susan menemaninya.

Susan, dengan bantuan Thelma, lantas dipacak dengan anjing bernama Lucky Strike. Dari pemacakan itu, lahirlah Sugar dan Honey. Dari sana kemudian lahirlah anjing-anjing lain yang membawa trah dari Susan.

Menurut Diana King, ketua Welsh Corgi League, organisasi penjaga kemurnian Pembroke Welsh corgi yang sudah ada sejak 1938, Susan jadi anjing penting dalam jagat corgi. Bukan karena ia adalah anjing milik Ratu Elizabeth, melainkan karena gennya terus menerus diturunkan.

“Ratu Elizabeth merupakan pembudidaya corgi yang masih punya anjing dari induk awalannya,” ujar Diana.

Infografik Anjing-anjing Ningrat
Infografik Anjing-anjing Ningrat. tirto.id/Fuad


Sebagai gambaran,
Willow, corgi yang meninggal di usia 14 tahun pada 2018 silam, merupakan anjing generasi ke 14, sekaligus keturunan terakhir dari garis keluarga Susan. Willow sekaligus merupakan corgi terakhir yang dipunyai Elizabeth, sebelum akhirnya pihak kerajaan memutuskan memberi Muick dan Sandy, dua corgi baru untuk menemani Elizabeth di kala pandemi.

Selera anjing Elizabeth dipuji oleh banyak pecinta corgi. Sebagai orang yang kenal corgi sejak awal popularitasnya, Elizabeth memilih warna merah gelap seperti generasi corgi awal. Menurut Diana King, Elizabeth kurang suka corgi yang punya terlalu banyak warna putih.

Ketika Susan meninggal pada 1959, hati Elizabeth hancur berkeping-keping. Secara personal, Elizabeth mendesain batu nisan untuk Susan, sekaligus menulis kalimat di nisannya:

Susan, meninggal pada 26 Januari 1959, nyaris 15 tahun menjadi teman setia bagi sang Ratu.

Di Windsor, Elizabeth punya orang kepercayaan untuk mengurus anjing-anjingnya: George Hallet. Ia dan istrinya adalah orang yang melatih serta merawat Sugar dan Honey pada 1949. Ketika George pensiun, Elizabeth berkomentar pendek.

“Aku berharap istri pengganti George juga akan menyukai anjing.”

Pengganti George adalah Bill Fenwick, dan istrinya, Nancy. Dengan cepat mereka beradaptasi dan menjadi orang kepercayaan Elizabeth. Di Windsor, Bill dan Nancy menempati rumah dua lantai. Ini untuk melatih agar corgi Elizabeth terbiasa naik turun pesawat jika diajak berpergian.

Saking dekatnya Bill dan Nancy ini dengan Elizabeth, konon hanya mereka berdua di Windsor yang punya akses 24 jam ke Elizabeth.

Pada 2012, Monty, satu dari tiga corgi yang ikut membintangi iklan Olimpiade 2012 bersama Elizabeth dan Daniel “James Bond” Craig, meninggal. Elizabeth, yang saat itu berusia 86 tahun, mengaku tak mau lagi punya anjing berusia muda.

Alasannya: dia tidak mau mangkat dengan meninggalkan anjing-anjingnya.

Namun toh pada kenyataannya Elizabeth tak bisa lepas dari corgi dan anjing-anjingnya. Candy, Muick, Sandy, dan Lissy terbukti menemani Elizabeth di masa gelapnya lagi: pandemi, dan meninggalnya sang suami, Philip, pada 2021 lalu.

Meninggalnya Elizabeth lantas meninggalkan pertanyaan: bagaimana nasib Candy, Muick, Sandy, dan Lissy? Hingga saat ini, baru Candy dan Muick yang mendapat kejelasan kabar. Anak ketiga Elizabeth, Pangeran Andrew, dan mantan istrinya, Sarah Ferguson, akan mengadopsi Candy dan Muick.

Baca juga artikel terkait ELIZABETH II atau tulisan menarik lainnya Nuran Wibisono
(tirto.id - Humaniora)

Penulis: Nuran Wibisono
Editor: Irfan Teguh Pribadi

DarkLight