Ekonomi Melambat, Kemenkeu Perlebar Defisit APBN 2019 ke 2,2% PDB

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 27 November 2019
Kemenkeu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun 2019 berada di kisaran 5,05 persen.
tirto.id - Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun 2019 berada di kisaran 5,05 persen, meleset dari target APBN 2019 sebesar 5,3 persen.

Pertumbuhan tersebut juga lebih rendah ketimbang capaian 2018 yang menyentuh 5,17 persen.

“Ramalan kita 5,05 persen. Ya pokoknya over years 5,05 persen,” ucap Wakil Menteri Keuangan Suahasil saat ditemui di Le Meridien, Rabu (27/11/2019).

Perlambatan pertumbuhan ekonomi, kata Suahasil, terlihat dari seretnya penerimaan perpajakan pada Oktober lalu. Pertumbuhan penerimaan sektor terkoreksi hampir di semua sektor, mulai dari perdagangan hingga industri manufaktur.

Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah akan mengekspansi belanja negara dan melebarkan defisit untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap di kisaran 5 persen.

Strategi counter siklikal ini dinilai efektif dan pernah dilakukan pemerintah di tahun 2015. Saat itu, ekonomi hanya tubuh 4,84 persen dan defisit APBN waktu itu mencapai 2,6 persen dari Produk Domesti Bruto (PDB). Setelahnya pertumbuhan membaik di kisaran 4,9 persen sampai 5,17 persen di 2018.

Kendati demikian, pelebaran defisit tak masih tetap aman karena nilainya masih di bawah ambang batas maksimal 3 persen dari PDB. Hingga akhir tahun, pemerintah memperkirakan defisit akan mencapai 2,2 persen.

“Kalau akhir tahun 5,05 persen maka pemerintah siap melebarkan defisit APBN yang diperkirakan ketika dia itu 1,84 persen kita lebarkan estimasi kita sekarang sekitar 2,2 persen. Supaya apa? perekonomian melemah, tapi masih bisa tumbuh,” ucap Suahasil.


Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI 2019 atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Hendra Friana
DarkLight