Eggi Duga Badan Siber Berperan dalam Pemblokiran Akun Facebook FPI

Oleh: Andrian Pratama Taher - 12 Januari 2018
Dibaca Normal 1 menit
Eggi Sudjana meminta BSSN mau memberikan klarifikasi tentang dugaan tersebut.
tirto.id - Perwakilan massa dari Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Tolak Kezaliman Facebook menduga pemblokiran akun-akun milik ormas Islam di Facebook berkaitan dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Indikasinya kan mereka mengkoordinasi tentang informasi siber, kan ini masuk dunia siber. Dugaan kita apakah ini ada kaitannya dengan lembaga itu [BSSN] untuk menutup blok-blok kita, Facebook diperintahkan," kata Eggi Sudjana di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Eggi meminta BSSN mau memberikan klarifikasi tentang dugaan tersebut. “Kalau enggak [berkaitan] kenapa dia ditutup. Harusnya dia bisa jelasin juga, panggil tuh Facebook, karena kita udah datangi di sini pihak Facebook-nya pengecut enggak ada," kata Eggi.

Pria yang juga advokat Tim Pembela Ulama dan Aktivis itu menyatakan bahwa pihaknya bisa menggugat Facebook lewat Undang-undang 40 tahun 1999 tentang pers atau Undang-undang 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Namun, hal itu akan mereka lakukan apabila Facebook tidak merespons tuntutan mereka. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan menggugat pemerintah bila tuntutan mereka tidak dipenuhi. "Ada [gugatan]. Kalau rencana sih ada," kata Eggi.

Sebelumnya, Aliansi Tolak Kedzaliman Facebook gagal menemui pihak Facebook Indonesia. Awalnya mereka berencana menemui pihak manajemen Facebook Indonesia saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor perwakilan Facebook di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/1/2018).

Mereka ingin meminta klarifikasi dari Facebook Indonesia soal pemblokiran sekitar 59 akun milik sejumlah ormas Islam dan tokoh-tokohnya. Namun, pada hari ini, ternyata kantor Facebook Indonesia sedang tutup. Penasihat Presidium Alumni 212, Eggi Sudjana, yang terlibat aktif dalam aksi tersebut mengaku kecewa karena gagal bertemu manajemen Facebook Indonesia.

"Dalam kesempatan ini kita minta kejelasan, tapi ternyata Facebook pengecut, tidak hadir. Tidak hadirnya karena tutup kantornya. Bagaimana kok kantor tutup?" kata Eggi di depan gedung Capitol Bless, Jalan Gatot Subroto, Jakarta usai gagal menemui pihak Facebook.

Eggi mengatakan pihak Facebook hanya meminta keterangan tertulis soal protes Aliansi dan berjanji akan menjawabnya pada awal pekan depan. “Mereka akan jawab insya allah hari Senin atas usulan dari pak Kapolres," kata Eggi.

Tanggapan Facebook Soal Pemblokiran

Menjawab hal itu, juru bicara Facebook menyatakan ingin agar semua pengguna merasa aman dan nyaman saat berbagi cerita di platform tersebut. Facebook juga memaparkan bahwa mereka akan menghapus konten yang tidak sesuai dengan Standar Komunitas mereka.

"Kami terbuka apabila Facebook digunakan untuk berdiskusi mengenai beragam topik dan gagasan serta meningkatkan kesadaran akan isu yang penting bagi masyarakat," kata Facebook kepada Antara, Jumat (12/1).

"Standar Komunitas kami dibuat untuk mencegah adanya organisasi atau individu yang menyerukan ujaran kebencian atau kekerasan terhadap pihak lain yang memiliki pandangan berbeda dengan mereka,” lanjut Facebook.

Baca juga artikel terkait PEMBLOKIRAN AKUN FB atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Alexander Haryanto