Menuju konten utama
Bentrokan di Morowali Utara

Duduk Perkara Bentrokan Maut Pekerja Lokal & TKA PT GNI

Satu tenaga kerja Cina inisial CE dan seorang pekerja Indonesia inisial MS tewas dalam bentrokan di PT GNI, Morowali Utara.

Duduk Perkara Bentrokan Maut Pekerja Lokal & TKA PT GNI
Ilustrasi Garis Polisi. FOTO/Antaranews

tirto.id - Bentrokan antarpekerja di area smelter PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, menyebabkan korban jiwa. Kondisi terkini, polisi sudah menangkap 71 orang dalam rangka penyelidikan.

Bupati Morowali Utara, Delis Julkasson Hehi membantah bahwa kericuhan ini dipicu oleh penganiayaan yang dilakukan TKA kepada pekerja lokal. Dia mengklaim yang terjadi justru sebaliknya. "Tolong diluruskan informasinya, ya. TKA yang diserang duluan, lalu terjadi bentrok," jelasnya, Minggu, 15 Januari 2023.

Delis mengklaim kericuhan antarpekerja PT GNI dipicu oleh provokator dari luar yang membawa kepentingan lain. Agenda dimaksud tidak terkait urusan kesejahteraan karyawan dan keberlangsungan industri nikel.

"Kami tidak ingin suasana tenteram dan damai yang selama ini terjaga di Morowali Utara, dirusak oleh para provokator. Kami menginginkan kehadiran investor untuk mengelola potensi daerah bagi kesejahteraan masyarakat," jelas dia.

Berikut duduk perkara bentrokan yang dirangkum Tirto pada Senin 16 Januari 2023:

Unjuk Rasa Pekerja

Sabtu, 14 Januari 2023, Serikat Pekerja Nasional PT GNI unjuk rasa di Pos 4 dan Pos 5 kawasan perusahaan. Aksi itu karena tidak ada kesepakatan antara serikat pekerja dan jajaran korporasi. Ada 300 orang ikut dalam aksi ini.

Sekira pukul 19.40 WITA, di jalan masuk Pos 4, diduga terjadi aksi anarkis yang dilakukan oleh massa. “Jumlah massa 500 orang. Aksi tersebut berujung pelemparan serta perusakan area jalan masuk,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Didik Supranoto, ketika dihubungi Tirto.

Keributan itu karena petugas keamanan PT GNI menghalangi jalan masuk Pos 4. Itu membuat massa gerah.

Pembakaran Mes Karyawan

Pukul 20.15, massa berhasil menerobos pintu masuk Pos 4 dan mereka menuju mes karyawan yang ada di belakang Pos 4. Massa menuangkan bensin lantas menyulutnya. Akibatnya mes terbakar. Saat yang bersamaan, aparat keamanan berupaya memukul mundur massa.

Bentrokan Kedua

Pukul 20.50, bentrokan terjadi di area Smelter 1 PT GNI karena ada pegawai Divisi Dump Truck yang berkumpul di parkiran. Mereka mogok kerja. Ketika unit patroli Polres Morowali Utara mengawal mereka untuk kembali, ada karyawan Dump Truck yang tidak ikut pengawalan dan melintas di area smelter. Kericuhan itu mengakibatkan 3 karyawan luka dan 3 motor rusak.

Korban Tewas

Saat yang bersamaan, terjadi baku kejar dan lempar. “Korban meninggal ada dua orang. Satu tenaga kerja asal Cina inisial CE, dan tenaga kerja Indonesia asal Pare-Pare inisial MS,” terang Didik. Hingga pukul 2 pagi, esoknya, polisi berhasil membubarkan massa.

Pihak Polres Morowali Utara pun menangkap 71 orang. 33 orang telah diperiksa dan 17 di antaranya terbukti melakukan pembakaran, sementara sisanya masih dimintai keterangan; dan 16 orang yang tidak terbukti, dikenakan wajib lapor.

Daftar Kendaraan yang Dibakar

Berdasar penelusuran polisi, ada beberapa barang yang dibakar massa, yakni: satu unit mobil Hilux, satu unit mobil LV, dua unit dump truck, satu unit loader, satu unit crane, satu unit mobil pemadam rusak.

Baca juga artikel terkait BENTROK PEKERJA PT GNI atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Hukum
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Fahreza Rizky