Menuju konten utama

Dosen UMY Dinonaktifkan Atas Dugaan Pelecehan Seksual

UMY menonaktifkan dosen farmasi yang diduga lakukan pelecehan seksual melalui WhatsApp. UMY juga berjanji melindungi korban dan pihak yang melaporkan.

Dosen UMY Dinonaktifkan Atas Dugaan Pelecehan Seksual
Ilustrasi pelecehan seksual oleh tenaga medis. Getty Images/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dosen farmasi UMY yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual kepada mahasiswi telah dinonaktifkan. Langkah ini sebagai langkah serius Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam menangani kasus ini.

Rektor UMY Prof. Achmad Nurmandi mengatakan, pihaknya memberikan perhatian serius dalam dugaan kasus tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah seorang dosen Program Studi Farmasi.

Achmad menerangkan pihaknya telah melakukan investigasi untuk melakukan penelusuran, pemeriksaan dan identifikasi pada pihak-pihak yang diduga terlibat dan memiliki keterikatan dalam kasus tersebut. Investigasi ini sudah dilakukan pada Sabtu (11/7/2026).

"Dari hasil pemeriksaan dan rekomendasi awal dari pihak Program Studi Farmasi, FKIK dan Satgas PPKPT UMY, universitas menonaktifkan sementara dosen yang bersangkutan dari seluruh tugas akademik dan nonakademik," tegas Achmad dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

"Penonaktifan sementara tersebut berlaku sampai proses pemeriksaan selesai dan diterbitkan keputusan lebih lanjut oleh Universitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku," imbuh Achmad.

Kasus dugaan pelecehan seksual oleh dosen UMY diduga dilakukan melalui aplikasi perpesanan. Seorang oknum dosen UMY diduga melecehkan mahasiswinya lewat aplikasi WhatsApp.

Dugaan kasus pelecehan seksual ini sempat viral usai salah satu akun mengunggahnya di Threads. Dalam unggahannya, akun tersebut membagikan tangkapan layar percakapan antara dosen dan mahasiswi tersebut.

UMY Berikan Dukungan dan Perlindungan bagi Korban

Selain menonaktifkan dosen yang bersangkutan, lanjut Achmad, UMY juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta memberikan dukungan, perlindungan dan pendampingan psikologis pada korban. Hal serupa juga diberikan kepada pihak-pihak yang telah menyampaikan informasi.

"Pimpinan Universitas memandang persoalan ini sangat serius dan berkomitmen memastikan lingkungan kampus tetap menjadi ruang aman, bermartabat, saling menghormati dan menjunjung tinggi akuntabilitas bagi seluruh civitas akademika," tegas Achmad.

"UMY menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan, kekerasan, intimidasi, maupun tindakan lain yang dapat mengancam keamanan, kenyamanan dan martabat setiap individu di lingkungan kampus," tutup Achmad.

Baca juga artikel terkait PELECEHAN SEKSUAL atau tulisan lainnya dari Cahyo PE

tirto.id - Flash News
Kontributor: Cahyo PE
Penulis: Cahyo PE
Editor: Ilham Choirul Anwar