Menuju konten utama

Donald Trump Marah-Marah di Twitter Usai Dimakzulkan DPR AS

Donald Trump meluapkan kekesalannya usai dimakzulkan DPR AS melalui unggahan di Twitternya. 

Donald Trump Marah-Marah di Twitter Usai Dimakzulkan DPR AS
Presiden Donald Trump berbicara pada rapat umum kampanye di Battle Creek, Mich., Rabu, 18 Desember 2019. Paul Sancya/AP

tirto.id - Presiden AS Donald Trump dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat menurut hasil voting yang dilakukan pada Rabu (18/12/2019) malam waktu setempat.

Trump merespons dengan mengecam hasil putusan sidang pemakzulan tersebut. Tetapi dia yakin anggota Partai Republik di Senat akan menyelamatkan dirinya agar tidak dipecat sebagai presiden AS.

"Pemakzulan sepihak yang tidak berdasarkan hukum ini merupakan upaya bunuh diri Partai Demokrat," kata Trump saat berbicara depan pendukungnya saat kampanye pemilihan presiden di Michigan pada Rabu malam (18/12/2019), sebagaimana dilansir Antara.

Trump juga meluapkan kekesalannya tersebut dengan sejumlah cuitan di akun Twitter pribadi miliknya @realDonaldTrump.

Trump mengunggah foto dirinya dengan tatapan tajam sambil menunjuk dengan tulisan, "Pada kenyataannya, mereka tidak mengejar saya, mereka mengejar Anda."

Hingga pukul 14.36 WIB, unggahan tersebut telah mendapat 47 ribu retweet dan 167 ribu tanda suka.

Menurut hasil pemungutan suara di DPR pun menempatkan Trump sebagai satu dari empat presiden AS yang pernah menghadapi upaya pemakzulan. Namun, hanya Richard Nixon (menjabat dari 20 Januari 1969–9 Agustus 1974) yang mengundurkan diri terlebih dahulu sebelum DPR AS mengadakan pemungutan suara untuk pemakzulan dirinya.

Walaupun demikian, politisi senior Partai Republik sekaligus anggota Senat Mitch McConnell memastikan Senat tidak akan mencopot Trump dari jabatannya sebagai presiden pada sidang pemakzulan Januari 2020.

Jaminan McConnell cukup membuat Trump tenang, meskipun ia sering memprotes anggapan banyak pihak yang menghubungkan kata pemakzulan dengan dirinya.

Lewat kampanyenya di Michigan menuju pemilihan presiden November 2020, Trump menyampaikan rasa bangga terhadap anggota Partai Republik yang solid untuk tidak terpengaruh ajakan Partai Demokrat memakzulkan Trump. Bahkan, tiga anggota Partai Demokrat juga tidak sepakat memakzulkan presiden AS itu.

Ia mengatakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan anggota Partai Demokrat lainnya telah melakukan "tindakan memalukan" sehingga jutaan orang pada pemilihan umum tahun depan akan merampas kendali Partai Demokrat di parlemen serta "meminta Pelosi untuk mundur dari jabatannya".

"Mereka adalah orang-orang yang harusnya dimakzulkan," kata Trump merujuk pada anggota Partai Demokrat di DPR.

Michigan merupakan arena kampanye yang kondusif bagi Trump untuk menyampaikan pendapat dan pidato retoriknya di depan publik. Pasalnya, Michigan merupakan negara bagian AS yang membantu Trump memenangkan pilpres pada 2016.

Kampanye Trump di Michigan, yang dijadwalkan sejak beberapa pekan lalu, dilangsungkan pada hari yang sama DPR AS mengadakan sidang pemungutan suara untuk pemakzulan dirinya.

Saat kampanye berlangsung, para pengikut Trump tidak memperlihatkan tanda-tanda mengendurkan dukungan. Mereka bahkan berseru: "Empat tahun lagi!" ke arah Presiden Trump.

Trump menunggu DPR AS memulai pemungutan suara sebelum naik ke atas panggung untuk menyambut ribuan pendukungnya.

Pada tayangan langsung beberapa televisi AS, cuplikan kampanye Trump di Michigan dibuat berdampingan dengan sesi pemungutan suara di Washington.

Kasus pemakzulan Trump saat ini pun berlanjut ke sidang Senat. Di sana, McConnell telah berjanji akan membatalkan upaya pemakzulan Trump. McConnell, sekutu Trump, berencana mengadakan sidang pada awal Januari.

Ia memastikan kepada Gedung Putih bahwa 67 dari 100 anggota Senat tidak akan mencopot Trump dari jabatannya. Jumlah 67 suara merupakan batas minimal yang diperlukan oleh Senat untuk memakzulkan Trump.