Djarot Sebut Tawuran Biang Masuknya Narkoba

Oleh: Damianus Andreas - 8 Februari 2017
Dibaca Normal 1 menit
Berkat pencegahan melalui dialog dengan tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat, dalam setahun terakhir tidak ada aksi tawuran di Kampung Bedeng, Manggarai, Jakarta Selatan.
tirto.id - Sehubungan dengan subtema debat ketiga Pilkada DKI Jakarta 2017 mengenai anti narkoba, calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, sempat berbicara tentang narkoba saat blusukan tadi (8/2) siang.

Di hadapan warga Kampung Bedeng, Manggarai, Jakarta Selatan, Djarot mengaku senang warga setempat tak doyan tawuran lagi. Menurutnya, tawuran adalah biang masuknya narkoba ke perkampungan. "Kalau tawuran itu barang masuk. Narkoba masuk," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Djarot bercerita tentang bagaimana kawasan tersebut selalu menjadi daerah merah sosial, akibat sering terjadi tawuran. "Dulu, saya tahu, di sini warganya tawuran dengan warga Tambak sana. Alhamdulillah sekarang sudah damai. Sudah setahun enggak ada tawuran," katanya.

Dirinya pun menyebut bahwa tawuran yang kerap terjadi dulu merupakan provokasi pihak luar. Namun, Djarot menjelaskan kalau warga setempat telah menyadari hal itu, dan berinisiatif untuk saling menjaga ketenteraman melalui kerjasama dengan pihak keamanan.

"Tawuran-tawuran kayak gitu seringkali diprovokasi dari luar, dan mereka paham betul kok ketika ada konflik, narkoba masuk. Mereka sudah sadar betul sejak lama sekali, agar tidak terjadi tawuran di sini mereka bekerja sama dengan kepolisian, kelurahan dan Koramil untuk berjaga-jaga," ujar Djarot.

Guna menanggulangi modus adu domba tersebut, Djarot mengklaim telah melakukan pencegahan melalui dialog dengan tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat. "Tugas kami adalah mendatangi tokoh pemuda dan tokoh masyarakat di sini untuk berikan solusi," ucapnya.

Sebagai bukti bahwa dirinya telah melakukan tindak preventif, Djarot menyatakan telah mendatangi beberapa kawasan lainnya yang kerap terjadi tawuran, seperti Tambak dan Pasar Rumput. Djarot pun mengklaim bahwa di sana juga telah aman. "Beberapa kali saya pernah ke Tambak. Pernah ke Pasar Rumput. Alhamdulillah damai," katanya.

Seakan mendukung pernyataan Djarot, tokoh pemuda setempat bernama Joko juga menyatakan bahwa di kampungnya memang sudah setahun terakhir tidak ada tawuran. "Alhamdulillah di sini sudah tidak ada tawuran. Kami berterimakasih pada Polsek, Koramil, dan kelurahan," kata Joko.

Joko sendiri membenarkan bahwa tawuran adalah biang masuknya narkoba. "Betul, tawuran itu biang masuknya narkoba. Insya Allah di sini sudah aman," tambahnya.

Baca juga artikel terkait AHOK-DJAROT atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Politik)

Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Damianus Andreas
DarkLight