Dituduh "Mengcovidkan" Pasien, PERSI: Itu Opini Tanpa Fakta & Bukti

Penulis: Gilang Ramadhan - 5 Okt 2020 09:48 WIB
PERSI menyebut tudingan "mengcovidkan" pasien membuat kepercayaan publik terhadap rumah sakit turun.
tirto.id - Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menanggapi tudingan bahwa rumah sakit "mengcovidkan" atau sengaja menyatakan status pasiennya terjangkit COVID-19 demi meraup keuntungan.

"Persepsi keliru dan opini ini menghasilkan misinformasi serta disinformasi yang merugikan pelayanan rumah sakit dalam penanganan pandemi COVID-19," kata Ketua PERSI Kuntjoro Adi Purjanto dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Senin (5/10/2020).

Kuntjoro menyebut tudingan rumah sakit "mengcovidkan" pasien membuat kepercayaan publik terhadap rumah sakit menurun. Hal itu juga meruntuhkan semangat pelayanan oleh tenaga kesehatan saat pandemi virus Corona.

"[Tudingan itu] menggiring opini seolah-olah rumah sakit melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan ketentuan atau kecurangan/fraud," ujarnya.

Isu ini mencuat setelah Kepala Staf Presiden, Moeldoko meminta agar rumah sakit jujur terhadap data kematian pasien pada masa pandemi COVID-19.

Moeldoko meminta agar data kematian pasien di rumah sakit tidak selalu dikaitkan dengan COVID-19 sebagai penyebabnya.

Menanggapi hal itu, Kuntjoro meminta bukti yang sah terkait rumah sakit yang tidak jujur dengan "mengcovidkan" pasien.

"Jika benar dan dapat dibuktikan secara sah, PERSI sangat mendukung pemberian sanksi terhadap oknum petugas atau institusi rumah sakit yang melakukan kecurangan dengan mengcovidkan pasien," tegas Kuntjoro.

Kuntjoro memastikan PERSI berkomitmen dan senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam penanggulangan pandemi COVID-19. PERSI bakal menerima masukan, aspirasi serta keluhan yang disampaikan dengan cara yang tepat dan saluran yang benar.


Baca juga artikel terkait COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Gilang Ramadhan
(tirto.id - Kesehatan)

Sumber: Antara
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight