tirto.id -
Stepforward saat ini beranggotakan Jill van Diest (vokal), Fajar Arifan (drum), Junas Miradiarsyah (bass), dan Roma Sophiaan (gitar).
Bagi Stepforward, Tak Pernah Mati merangkum keyakinan mereka bahwa sesuatu yang telah dibangun dan diperjuangkan tidak serta-merta hilang ketika waktu berjalan.
“Musik hardcore mungkin berubah. Orang-orang datang dan pergi. Generasi berganti. Tetapi energi, semangat, dan suara yang menjadi alasan Stepforward berdiri sejak awal tetap menemukan jalannya untuk hidup kembali,” kata Junas.
EP ini berisi lima lagu. Tiga di antaranya merupakan materi baru yang belum pernah direkam atau dirilis sebelumnya bersama mendiang gitaris Ricky Siahaan: “Angkara”, “Tak Pernah Mati”, dan “Camkan Memarku”.
Dua lagu lainnya, “Forever Stand Undivided” dan “Perempuan”, merupakan rekaman ulang dengan aransemen baru dari album debut Stories of Undying Hope. Album tersebut pertama kali dirilis dalam format kaset pada 2003.
Kehadiran dua lagu lama dalam EP ini sekaligus mempertemukan kembali materi dari masa awal Stepforward dengan komposisi baru mereka. Sementara tiga lagu baru menjadi bagian dari perjalanan band yang terus berlanjut setelah tiga dekade.
Proses rekaman Tak Pernah Mati berlangsung di Studio Dexter, Jakarta, bersama sound engineer Heston Prasetyo, Johanes Abiyoso, dan I Wayan Eka Wiguna. Mixing dan mastering dikerjakan Praditya Putra melalui Invasion Studio, yang sebelumnya menangani rilisan sejumlah band seperti Seringai, Negatifa, Modern Guns, Godplant, dan Final Attack.
EP ini juga memiliki arti personal bagi Jill van Diest. Sebagai satu-satunya anggota yang masih bertahan sejak Stepforward dibentuk pada 1995, Jill mendedikasikan rilisan tersebut kepada Ricky Siahaan, gitaris Stepforward yang telah meninggal dunia.
“Seharusnya ini menjadi EP kita, Ky. Sebenarnya, sejak dulu pun materi ini bisa saja berkembang menjadi album penuh. Tapi tidak ada penyesalan, karena proses pembuatannya menjadi pengalaman belajar yang luar biasa bagi kami semua,” ujar Jill.
Ia juga mengenang peran Ricky dalam proses kreatif Stepforward.
“Setiap orang memberikan yang terbaik, tetap dengan arahanmu, yang entah bagaimana masih terasa, sambil membawa warna mereka masing-masing. Elo adalah juara sekaligus sosok jenius, Ky. Selama ini, elo adalah mastermind di balik Stepforward.”
Bagi Stepforward, usia 30 tahun adalah sebuah tetenger penting. Ia membuktikan band ini masih terus hidup dan berjalan, di tengah berbagai kesulitan. Tak Pernah Mati menjadi cara mereka untuk membawa kembali materi, pengalaman, dan semangat yang telah menemani band selama tiga dekade ke dalam konteks hari ini.
EP Tak Pernah Mati dirilis pada 30 Agustus 2026 dan saat ini sudah tersedia di berbagai platform digital, termasuk Bandcamp, Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.
Editor: Nuran Wibisono
Masuk tirto.id

































