Menuju konten utama

Di #RoadToFitri, Ustaz Jojo Tekankan Kebaikan Sekecil Apa Pun

Di acara #RoadToFitri, Ustaz Jojo mengajak anak muda memulai perubahan dari kebaikan kecil dan tidak takut pada penilaian orang lain.

Di #RoadToFitri, Ustaz Jojo Tekankan Kebaikan Sekecil Apa Pun
Ustad Jojo Ali Yusuf (kanan) dan pembalap Dakar Julian Johan (kiri) dalm kegiatan #RoadToFitri di Dia.Lo.Gue Artspace Kemang, Jakarta, pada Minggu (8/3/2026). tirto.id/Peter Jonathan.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perubahan menuju kehidupan yang lebih baik sering kali tidak dimulai dari langkah besar. Justru dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Pesan itu disampaikan Ustaz Jojo Ali Yusuf (Jojo) dalam kegiatan #RoadToFitri yang diselenggarakan oleh Tirto di Dia.Lo.Gue Artspace Kemang, Jakarta pada Minggu (8/3/2026).

Acara yang disponsori oleh AQUA dan PT Emas Antam Indonesia, serta didukung oleh Telkomsel, Kopi Tuku, dan Dia.Lo.Gue Artspace ini menghadirkan diskusi mengenai perjalanan menyambut Idul Fitri—bukan hanya secara fisik melalui mudik, tetapi juga perjalanan batin untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam diskusi tersebut, Ustad Jojo menjelaskan bahwa setiap manusia pada dasarnya lahir dalam keadaan suci atau fitrah. Namun perjalanan hidup seseorang kemudian dipengaruhi oleh lingkungan dan orang-orang terdekat, terutama keluarga. Karena itu, menurutnya menjaga nilai-nilai kebaikan sejak dini menjadi penting agar seseorang tetap berada dalam jalan yang baik.

Ia juga menekankan bahwa proses menjadi pribadi yang lebih baik tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Justru langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa perubahan yang lebih berarti.

“Setiap kebaikan yang kita lakukan sebenarnya bukan hanya untuk orang lain, tapi juga untuk diri kita sendiri,” ungkap Ustad Jojo.

Ia kemudian memaparkan bahwa dalam ajaran Islam, bahkan kebaikan yang sangat kecil tetap memiliki nilai besar. Hal itu tertuang dalam hadis yang menganjurkan untuk bersedekah meskipun hanya separuh kurma. Pesan tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa siapa pun—dalam kondisi apa pun—tetap memiliki kesempatan untuk berbuat baik.

“Kita jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun,” ujarnya.

Topik tersebut juga muncul dalam sesi tanya jawab dengan peserta. Sejumlah peserta menanyakan bagaimana cara memulai perubahan diri ketika seseorang merasa ragu atau takut dinilai oleh lingkungan sekitar.

Menanggapi hal itu, Ustad Jojo mengatakan bahwa penilaian orang lain merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan. Menurutnya, bahkan tokoh-tokoh besar dalam sejarah pun tidak pernah sepenuhnya lepas dari kritik manusia.

Karena itu ia mengajak peserta untuk tetap fokus pada niat pribadi dalam berbuat baik, tanpa terlalu terpengaruh oleh penilaian orang lain. Baginya, menjaga hati agar tetap tenang dan terus melakukan kebaikan merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memperbaiki diri.

“Kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain katakan. Yang bisa kita kontrol adalah sikap kita terhadap perkataan mereka,” katanya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis