Di Hadapan Erick, Sandiaga: Anak Muda Tak Harus Masuk Pemerintahan

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 13 Juli 2019
Anak muda memiliki kesempatan berkontribusi yang luas, sehingga tak hanya di pemerintahan.
tirto.id - Sandiaga Uno menilai anak muda tak harus semuanya masuk ke dalam pemerintahan. Menurut dia, anak muda termasuk milenial seperti Gerakan Milenial Indonesia (GMI) memiliki kesempatan berkontribusi yang luas.

Ia pun mencontohkan, hal itu dapat dilakukan di perusahaan maupun bidang olahraga. Menurut dia, kendati di luar pemerintahan keduanya sama-sama dapat mendorong kemajuan bangsa.

"Kalau saya bilang GMI kita ambil posisi yang terus mendorong kemajuan bangsa. Kita tidak perlu seluruhnya harus ada di pemerintahan. Bisa kita berkarya di perusahaan atau olahraga. Ini tugas kita," ucap Sandiaga kepada wartawan di sela acara bertajuk 'Young Penting Indonesia' di Kemang Village, Sabtu (13/7/2019).


Di sana ia bertemu dengan Ketua Tim Kampanya Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir. Pertemuan ini telah disiapkan sejak dua pekan lalu.

Kendati demikian, Sandiaga menyebutkan, milenial tetap perlu mengambil peran. Terutama jika suatu ada kesempatan.

Erick Thorir pun sependapat. Ketika ditanya mengenai kemungkinan organisasi seperti GMI dan organisasi 'Kita Satu; perlu menjadi parpol, ia menilai hal itu tak harus dilakukan.

Menurut Erick, politik bukan satu-satunya jalur yang dapat ditempuh anak muda. Ia memastikan bahwa mereka tetap dapat mengambil bagian dengan menempuh jalur profesional.

"Semua jangan (ke parpol). Bang Sandi bilang jangan semua anak muda Indonesia terjebak di politik. Ya politik adalah satu jalur tapi pengusaha juga jalur juga. Profesional juga jalur jadi harus menjadi bagian," ucap Erick.

Namun, keduanya belum berbicara soal calon menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf. Sandiaga menyebut, belum ada pembicaraan soal itu, meski namanya dikabarkan masuk bursa calon kabinet Jokowi periode kedua.



Baca juga artikel terkait KABINET JOKOWI-MARUF atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Politik)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali