Menuju konten utama

Dasco: Tak Perlu Tersinggung Kritik Karhutla Singapura-Malaysia

Dasco meminta kritik karhutla dari negara tetangga tak dibalas ketersinggungan. Pemerintah didorong menjawab lewat kerja nyata dan penegakan hukum.

Dasco: Tak Perlu Tersinggung Kritik Karhutla Singapura-Malaysia
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memimpin rapat koordinasi bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026). DPR dan pemerintah melakukan finalisasi peraturan presiden (perpres) terkait ojek daring yang ditargetkan rampung pada pekan depan. ANTARA FOTO/Meli Pratiwi/RIV/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad, menilai kritik yang dilontarkan Malaysia dan Singapura terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tidak semestinya direspons dengan ketersinggungan emosional.

Dasco menegaskan, sikap terbaik pemerintah dalam menyikapi sorotan negara tetangga adalah dengan membuktikan langkah penanganan bencana asap yang nyata dan terukur di lapangan.

“Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan. Kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji. Saya memandang sudah saatnya parlemen-parlemen ASEAN duduk lebih erat, tidak hanya ketika terjadi krisis,” ujar Dasco dalam keterangan resminya, Rabu (28/10/2026).

Dasco memastikan parlemen Indonesia senantiasa menyimak seluruh kritik yang disampaikan publik maupun lembaga legislatif negara tetangga.

Kendati demikian, ia menekankan, Indonesia tidak berkewajiban menelan mentah-mentah seluruh penilaian sepihak.

Menurutnya, prioritas tertinggi pemerintah saat ini adalah memitigasi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan warga.

“Yang paling penting ialah melindungi warga terdampak, memperkuat pencegahan dan penegakan hukum, serta memulihkan lingkungan, dan memastikan tanggung jawab pelaku usaha termasuk yang memiliki rantai kegiatan lintas negara,” tuturnya.

Selain aspek pemulihan lingkungan, Dasco menyoroti pentingnya sanksi hukum yang tegas terhadap entitas korporasi pembakar lahan, termasuk perusahaan yang terafiliasi dengan jaringan bisnis lintas batas di kawasan regional.

Demi mengantisipasi krisis berulang, Dasco mendorong diplomasi antarparlemen di Asia Tenggara untuk memperkuat kerja sama penanggulangan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, serta resolusi persoalan lintas negara.

“Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Mochammad Fajar Nur