Dampak Penggunaan Obat Ranitidin Bagi Penderita Asam Lambung

Oleh: Ninda Fitria - 25 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Obat asam lambung ranitidin disebut-sebut dapat menyebabkan kanker, lalu apa saja dampak penggunaan raniditin untuk penderita asam lambung?
tirto.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik obat asam lambung ranitidin yang disebut-sebut dapat menyebabkan kanker. Bahan ini telah terbukti menyebabkan kanker pada hewan meskipun belum ada bukti pada manusia.

Dikutip dari Health Sciences Authority's (HSA) Singapura, ranitidin adalah obat yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung pada pasien dengan penyakit asam lambung.

Obat ini umumnya diresepkan untuk penggunaan jangka pendek dari beberapa hari hingga beberapa minggu, dan hanya digunakan jika perlu.

BPOM telah memberikan informasi awal kepada profesional kesehatan soal konsumsi obat asam lambung ranitidin yang terkait temuan cemaran n-Nitrosodimethylamine (NDMA) dalam sampel produk berbahan aktif ranitidin.

Saat ini, BPOM belum merencanakan untuk menarik kembali produk-produk ini karena masalah tersebut masih harus dikaji lebih dalam lagi.

Terkait hal itu, BPOM pun mengimbau profesional kesehatan untuk berhati-hati dalam meresepkan obat tersebut.

Menurut BPOM, pada saat ini tidak ada rekomendasi untuk menghentikan terapi bagian yang dimintanya. Jika dengan alasan tertentu pasien akan dihentikan terapi, harus disetujui dengan tenaga profesional kesehatan.

Dokter ahli pencernaan Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, FACG mengatakan, ranitidin masih aman dikonsumsi atau digunakan, tetapi sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

BPOM pun masih melakukan kajian, melakukan pengambilan sampel dan menguji bahan aktif terkait adanya NDMA di produk ranitidin. Hingga saat ini tidak ada anjuran untuk menghentikan perawatan.

Organisasi pengawas obat dan makanan Amerika Serikat, Food and Drug Administration mengutip dari CNN melaporkan, beberapa obat asam lambung ranitidin, termasuk merek Zantac mengandung zat pengotor yang dapat menyebabkan kanker.

Dilansir Dari Web Ilmu Kesehatan Otoritas (HSA), Singapura telah mentransfer penjualan dan merek asam lambung ranitidin terkait kontaminasi pengotor N-nitrosodimethylamine (NDMA) yang digunakan dengan menggunakan obat.

Produk-produk tersebut meliputi Aciloc, Apo-Ranitidine, Hyzan, Neoceptin, Vesyca (dilapisi film), Xanidine, Zantac (injeksi, sirup, dan tablet) di Zynol-150.


Baca juga artikel terkait ASAM LAMBUNG atau tulisan menarik lainnya Ninda Fitria
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Ninda Fitria
Penulis: Ninda Fitria
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight