Dampak Corona: Keluarga Miskin Diprediksi Tambah 17,5 Juta

Reporter: - 20 Mei 2020
Dibaca Normal 1 menit
Angka kemiskinan di Indonesia diperkirakan melonjak akibat pandemi corona. Sebanyak 17,5 juta rumah tangga terancam jatuh miskin dalam 2-3 bulan ke depan.
tirto.id - Jumlah rumah tangga miskin di Indonesia diprediksi bertambah 17,5 juta keluarga karena dampak pandemi virus corona (Covid-19).

Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Zainul Hidayat mengatakan 17,5 juta rumah tangga itu saat ini terancam menjadi miskin karena ada penurunan upah dan hilangnya pendapatan.

Zainul menjelaskan perkiraan tersebut didasari asumsi garis kemiskinan ialah pendapatan Rp440 ribu per kapita per bulan.

Ancaman kemiskinan akibat pandemi corona ini merupakan prediksi yang akan terjadi dalam 2-3 bulan ke depan akibat pelemahan aktivitas ekonomi.

"Ini tambahan, di luar angka kemiskinan yang memang sudah ada. Ini orang yang yang bahasa saya, termiskinkan," kata Zainul dalam webinar "Survei Dampak Darurat Virus Corona terhadap Tenaga Kerja Indonesia" pada Rabu (20/5/2020) seperti dilansir Antara.

Menurut dia, prediksi itu berdasarkan hasil survei yang dikerjakan Lembaga Demografi Universitas Indonesia bersama Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, serta Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan.

Berdasarkan hasil survei tersebut, pada kelompok buruh saja, diperkirakan ada sebanyak 7 juta rumah tangga terancam menjadi miskin.

Angka pengangguran diperkirakan melonjak. Kemungkinan akan ada 25 juta pengangguran akibat kegiatan usaha terhenti dan tidak ada pekerjaan untuk buruh bebas.

Sedangkan akibat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), diperkirakan 8 juta orang bakal menganggur. Pengangguran dari kalangan pelaku usaha juga diprediksi sebanyak 8 juta orang.

Jika merujuk data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2019, ada sebanyak 26 juta pekerja yang berusaha sendiri, dan pekerja bebas/pekerja keluarga tercatat berjumlah 26,5 juta orang.

Hasil survei tiga lembaga di atas menunjukkan di antara 26 juta pekerja yang berusaha sendiri, diprediksi ada 10 juta orang yang akan menganggur.

Sementara 10 juta pekerja lainnya akan bergantung pada pendapatan yang mengalami penurunan hingga 40 persen lebih.

Masih menurut hasil survei yang sama, jika pandemi corona masih terjadi setelah periode 2 bulan ke depan, 10 juta pekerja mandiri tersebut diperkirakan kesulitan mendapatkan pekerjaan serta sulit memenuhi kebutuhan hidup.

Sementara di antara 26,5 juta pekerja bebas atau pekerja keluarga, 15 juta orang diprediksi akan menganggur.


Baca juga artikel terkait KEMISKINAN atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Ekonomi)

Sumber: Antara
Editor: Addi M Idhom
DarkLight