Menuju konten utama

Daftar Pejabat yang Dilantik Prabowo Hari Ini dan Profil Singkat

Prabowo melantik Kepala dan Wakil Kepala BGN serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan setingkat menteri.

Daftar Pejabat yang Dilantik Prabowo Hari Ini dan Profil Singkat
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, 24 Januari 2026. FOTO/Dok. BGN

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto melantik 4 pejabat pada Senin (8/6/2026) sore. Selain Kepala BGN dan dua wakilnya, Presiden juga akan melantik Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Kedatangan Said Iqbal ke Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin sore dikonfirmasi adalah untuk menghadiri pelantikan pejabat baru di dalam lingkar pemerintahan.

Ia mengungkapkan bahwa undangan pelantikan diterimanya pada malam sebelumnya dan bahwa jabatan yang akan diembannya memiliki kedudukan setingkat menteri sesuai ketentuan yang diatur dalam peraturan presiden terkait.

"Pada hari ini ya saya dapat undangan semalam dari Letkol Teddy untuk pelantikan sebagai Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia untuk bidang ketenagakerjaan. Kalau menurut Perpres Nomor 137 Tahun 2024 atau 106 Tahun 2025, kedudukan setingkat dengan menteri," kata Said, Senin (8/6/2026).

Menurut Said Iqbal, keputusan untuk menerima jabatan tersebut bukanlah keputusan pribadi semata, melainkan hasil diskusi panjang bersama jajaran KSPI dan berbagai elemen gerakan buruh.

Profil Singkat Pejabat yang Dilantik Prabowo Hari Ini

Berikut profil singkat para pejabat yang akan dilantik Presiden Prabowo Subianto hari ini:

1. Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)

Nanik Sudaryati Deyang
Nanik Sudaryati Deyang saat diskusi media di Jakarta, Senin (17/2/2025). (ANTARA/Anita Permata Dewi)

Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia dikenal luas sebagai jurnalis senior sebelum masuk ke dunia politik dan pemerintahan.

Karier jurnalistiknya dimulai di Tabloid Bangkit yang berada di bawah Kelompok Kompas Gramedia. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya sebagai pemimpin media di Kelompok Media Peluang (KMP).

Nama Nanik mulai dikenal setelah pada Pemilihan Presiden 2019, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto–Sandiaga Uno.

Setelah terbentuknya pemerintahan Prabowo, Nanik melanjutkan kariernya sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029.

Pada reshuffle Kabinet Merah Putih pada September 2025, Nanik kembali dipercaya Presiden Prabowo untuk menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Pada 2 Juni 2026, ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana.

2. Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)

Agustina Arumsari sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mendampingi Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, setelah dilantik oleh Presiden Prabowo pada Februari 2025.

Sebelum mencapai jabatan puncak di BPKP, Agustina menjabat sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Sumatera Barat.

Agustina menempuh jalur akademik yang kuat di bidang akuntansi dan hukum. Ia meraih Diploma III dan Diploma IV dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) masing-masing pada tahun 1992 dan 1998, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Indonesia yang diselesaikannya pada tahun 2014.

Selain pendidikan formal, ia juga memiliki berbagai sertifikasi profesional termasuk Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), Chartered Accountant (CA), Qualified Internal Auditor (QIA), hingga berbagai sertifikasi manajemen risiko seperti CRP dan FRMP.

Agustina juga pernah menjabat sebagai Direktur Investigasi BUMN dan BUMD pada 2017, Direktur Investigasi III pada 2019, serta Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi pada periode 2020–2025.

Kemudian pada 2 Juni 2026k, Agustina Arumsari diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menggantikan Lodewijk Pusung.

3. Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)

Trenggono diangkat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Sony Sanjaya. Ia merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang lahir pada 21 November 1969 dan menempuh pendidikan di Akademi Militer, cabang Infanteri atau Kopassus, serta lulus pada tahun 1993.

Dalam perjalanan kariernya, Trenggono pernah menjabat sebagai Direktur Umum Akademi Militer pada periode 2023–2024. Setelah itu, ia bertugas di Lembaga Pengembangan dan Penelitian TNI Angkatan Darat (Seskoad) di Jakarta sebagai Direktur Pengkajian dan Pengembangan pada 2024–2025.

Pada tahun 2025, ia juga dipercaya sebagai Staf Khusus Panglima TNI. Selain latar belakang militer, Trenggono juga menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.

4. Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Partai Buruh dukung presiden terpilih Prabowo

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyampaikan pidatonya dalam peringatan Tiga Tahun Kebangkitan Klas Buruh di Istora, kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2024). Partai Buruh menyatakan dukungan kepada presiden terpilih untuk masa bakti 2024-2029 Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt.

Said Iqbal lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968. Ia menempuh pendidikan dasarnya dimulai dari SMAN 51 Jakarta, tempat ia lulus pada tahun 1987 sebagai juara umum.

Ia kemudian melanjutkan studi ke Politeknik Universitas Indonesia (kini Politeknik Negeri Jakarta) di bidang Teknik Mesin, sebelum meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Jayabaya pada tahun 1996.

Pendidikan tinggi tersebut dilanjutkan dengan program Magister Ekonomi di Universitas Indonesia yang diselesaikannya pada 2005.

Said Iqbal pertama kali terlibat dalam gerakan pekerja pada tahun 1992 saat bekerja di sebuah perusahaan elektronik di Kabupaten Bekasi. Bersama sejumlah tokoh buruh lainnya, ia mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), yang menjadi salah satu organisasi buruh terbesar di Indonesia.

Di dalam FSPMI, Said Iqbal menjabat sebagai Sekretaris Jenderal pada periode 1999–2006, sebelum kemudian dipercaya menjadi Presiden FSPMI.

Peran Said Iqbal semakin luas ketika ia memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), yang menaungi berbagai federasi serikat pekerja nasional seperti FSPMI, SPN, ASPEK Indonesia, FSPKEP, FSP Farkes, FSP PPMI, FSP ISI, FSP Pariwisata, hingga PB PGRI.

Melalui KSPI, ia menjadi salah satu figur utama dalam berbagai gerakan buruh nasional, termasuk isu penghapusan sistem outsourcing dan penolakan upah murah.

Gerakan tersebut dikenal dengan HOSTUM (Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah) yang mencapai puncaknya pada 2012–2013 melalui gelombang demonstrasi dan aksi mogok nasional yang memberikan tekanan signifikan terhadap kebijakan ketenagakerjaan pemerintah.

Said Iqbal pernah menjabat sebagai Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC), anggota General Council International Trade Union Confederation (ITUC), serta anggota komite pusat International Metalworkers’ Federation (IMF).

Pada tahun 2013, ia menerima penghargaan The Febe Elisabeth Velasquez Award sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia dari serikat pekerja Belanda FNV. Said Iqbal juga rutin menulis di media internal buruh seperti Koran Perjoeangan serta pernah menerbitkan buku berjudul “Gagasan Besar Serikat Buruh”.

Selain itu, Said Iqbal juga tercatat sebagai anggota berbagai lembaga tripartit nasional, termasuk Dewan Pengupahan Nasional dan LKS Tripartit Nasional sejak 2004.

Pada 2021, ia juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh Indonesia lalu pada Juni 2026 diangkat menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Baca juga artikel terkait PELANTIKAN PEJABAT atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra