Menuju konten utama

Daftar 41 Lokasi Titik Rawan Banjir Jakarta Musim Hujan 2025

Pemprov DKI Jakarta menetapkan 41 titik rawan banjir berstatus siaga. Data ini diperoleh berdasarkan pemantauan hingga 27 Oktober 2025. Simak di sini.

Daftar 41 Lokasi Titik Rawan Banjir Jakarta Musim Hujan 2025
Truk menerobos banjir rob di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (8/10/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemprov DKI Jakarta menetapkan 41 titik rawan banjir berstatus siaga. Data ini diperoleh berdasarkan pemantauan hingga 27 Oktober 2025.

Titik-titik rawan tersebar di seluruh kota, khususnya di bantaran sungai dan pesisir. Pengerukan dan normalisasi saluran prioritas lebih dari 100 kilometer telah dilakukan. Sungai Ciliwung menjadi salah satu fokus utama pengerukan rutin dalam 2-3 bulan terakhir.

Target penanganan genangan air adalah agar surut dalam waktu 3 hingga 6 jam. BPBD DKI menyiagakan pompa stasioner dan portable di lokasi-lokasi rawan. Waduk dan sistem penampungan air juga dioptimalkan untuk menahan luapan.

Sistem peringatan dini disiapkan agar masyarakat dapat memantau cuaca dan tinggi muka air. Informasi disebarluaskan melalui situs resmi, media sosial, dan aplikasi JAKI. Sinergi antara pemerintah dan warga diharapkan memperlancar mitigasi banjir selama musim hujan.

41 Lokasi Titik Rawan Banjir Jakarta 2025

BPBD DKI Jakarta memetakan 41 titik rawan banjir menjelang musim hujan 2025. Data diperoleh melalui pemantauan rutin dan sensor realtime di lokasi strategis.

Titik rawan tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta. Kawasan bantaran sungai dan pesisir laut menjadi sorotan utama. Beberapa lokasi diprediksi berpotensi mengalami genangan dan rob.

Bendung Katulampa, Pos Depok, dan Sunter Hulu masuk dalam level siaga 3. Pintu air Manggarai dijaga dan dioperasikan 24 jam. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan di sekitar area tersebut.

Langkah antisipasi mencakup pengerukan dan normalisasi saluran prioritas sepanjang lebih dari 100 kilometer. Pompa air stasioner dan portable siap dioperasikan di titik kritis. Targetnya, genangan dapat surut dalam 3 hingga 6 jam.

BPBD juga bekerja sama dengan BMKG untuk memodifikasi cuaca. Tujuannya adalah menekan potensi hujan ekstrem di titik rawan. Pemantauan cuaca dan tinggi muka air dilakukan secara berkala.

Personel gabungan dari SDA, BPBD, PMI, dan SAR disiagakan di kelurahan rawan. Kolaborasi ini memastikan respons cepat bila terjadi genangan. Masyarakat bisa memantau informasi lewat situs resmi, media sosial, dan aplikasi JAKI.

Pemetaan BPBD menunjukkan titik-titik rawan yang tersebar di lima wilayah Jakarta. Modifikasi cuaca dan operasi pintu air menjadi bagian dari antisipasi. Langkah-langkah ini diharapkan memberi waktu bagi warga untuk bersiap menghadapi musim hujan.

Berikut adalah 41 lokasi titik rawan banjir di Jakarta:

1. Jakarta Selatan (15 Titik)

Cikini, Cipete, Kebayoran Lama, Pesanggrahan (Ulujami), dan lokasi lain di wilayah Selatan masuk daftar rawan banjir.

2. Jakarta Timur (12 Titik)

Bidara Cina, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang, Cililitan, serta beberapa titik lain menjadi perhatian BPBD.

3. Jakarta Utara (8 Titik)

Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, dan Tanjung Priok tercatat rawan banjir dan rob hingga 28 Oktober 2025.

4. Jakarta Barat (4 Titik)

Duri Kosambi, Kembangan Utara, Kembangan Selatan, dan Kali Angke termasuk dalam pemetaan 2025.

5. Jakarta Pusat & Kepulauan Seribu (2 Titik)

Bantaran Kali Sunter Hulu dan pesisir Kepulauan Seribu menjadi titik siaga tinggi musim hujan tahun ini.

Pembaca yang ingin mengetahui informasi seputar Banjir dapat klik tautan di bawah ini.

Kumpulan Artikel tentang Banjir

Baca juga artikel terkait INFO BANJIR JAKARTA atau tulisan lainnya dari Satrio Dwi Haryono

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Satrio Dwi Haryono
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Syamsul Dwi Maarif