tirto.id - Banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah Nepal dan Tibet, Cina pada Rabu, 26 Agustus 2026 menimbulkan dampak besar terhadap warga negara asing. Ratusan orang dari 32 negara dilaporkan hilang setelah bencana melanda kawasan perbatasan yang menjadi jalur wisata, trekking, tur terpandu, hingga perjalanan ziarah.
Otoritas Nepal melaporkan ratusan warga asing masih belum ditemukan dalam proses pencarian, sedangkan pemerintah sejumlah negara juga menerima laporan warganya yang belum dapat dihubungi.
Dari 32 negara tercatat memiliki warga yang dilaporkan hilang dalam bencana tersebut, India menjadi negara yang memiliki jumlah warga hilang terbanyak. Selain India, warga Amerika Serikat, Cina, Ukraina, Malaysia, Australia, Inggris, Kanada, Korea Selatan, Singapura, Rusia, Jerman, hingga sejumlah negara Eropa lainnya turut masuk dalam daftar.
Daftar 32 Negara Asal Orang Hilang dalam Banjir Nepal-Tibet
Berdasarkan laporan Reuters (27/8/2026), sebanyak 540 warga negara asing dari 31 negara termasuk dalam 667 wisatawan yang dilaporkan hilang di Nepal setelah banjir dahsyat melanda wilayah Himalaya dan Tibet, Cina.
Di wilayah Gyirong County, Tibet, Cina, terdapat 558 orang yang dilaporkan hilang, dengan 260 di antaranya merupakan warga asing.
Berikut daftar negara-negara asal orang hilang dalam banjir Nepal-Tibet:
India: 288 orang
India menjadi negara dengan jumlah warga hilang terbanyak di Nepal. Selain 288 orang yang belum diketahui keberadaannya di Nepal, sekitar 200 warga India lainnya dilaporkan terdampar di Cina.Cina: hampir 100 orang
Hampir 100 warga negara Cina dilaporkan hilang di wilayah Nepal yang terdampak longsor dan banjir.Amerika Serikat: 65 orang
Nepal Tourism Board melaporkan sedikitnya 65 warga Amerika Serikat hilang.Malaysia: 51-55 orang
Kementerian Luar Negeri Malaysia menerima laporan 55 warganya yang belum dapat dihubungi, sementara Nepal Tourism Board mencatat 51 orang hilang.Ukraina: 53 orang
Sebanyak 53 warga Ukraina dilaporkan hilang dalam bencana tersebut.Britania Raya: 33 orang
Nepal Tourism Board mencatat 33 warga Inggris hilang.Australia: 25-34 orang
Nepal Tourism Board mencatat sedikitnya 25 warga Australia hilang, sedangkan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong sebelumnya menyebut 34 warga Australia yang sedang mengikuti ziarah dan tur belum dapat dihubungi.Kanada: 25 orang
Sebanyak 25 warga Kanada masuk dalam daftar orang hilang.Singapura: 9 orang
Nepal Tourism Board mencatat sembilan warga Singapura hilang.Korea Selatan: 9 orang hilang dan 10 orang terdampar
Sembilan warga Korea Selatan yang bekerja di proyek pembangkit listrik tenaga air dilaporkan hilang.Rusia: 8 orang
Sedikitnya delapan warga Rusia dilaporkan hilang.Jerman: 8 orang
Delapan warga Jerman tercatat dalam daftar orang hilang.Latvia: 6 orang
Enam warga Latvia dilaporkan belum ditemukan.Afrika Selatan: 6 orang
Enam warga Afrika Selatan dilaporkan tidak dapat dilacak.Jepang: 5 orang
Kedutaan Jepang di Nepal meminta pencarian terhadap lima warga Jepang yang tidak dapat dihubungi.Selandia Baru: 5 orang
Sedikitnya lima wisatawan Selandia Baru dilaporkan hilang.Selain negara-negara di atas, warga dari negara berikut juga dilaporkan hilang:
- Belarus
- Belgia
- Finlandia
- Prancis
- Hungaria
- Italia
- Irlandia
- Israel
- Kazakhstan
- Lithuania
- Belanda
- Filipina
- Portugal
- Serbia
- Spanyol
- Swedia
Hingga saat ini, tim penyelamat dan helikopter militer masih dikerahkan untuk mencari ratusan orang yang hilang. Banjir tersebut terjadi setelah runtuhnya gletser yang memicu aliran air dan lumpur dalam jumlah besar hingga menerjang permukiman di kawasan pegunungan.
Berdasarkan keterangan otoritas Nepal dan Cina, dikutip AP News (28/8/2026), lebih dari 390 orang tewas dan lebih dari 1.400 orang masih hilang, termasuk ratusan warga negara asing dan peziarah. Ratusan orang lainnya juga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana.
Dahsyatnya bencana terlihat dari sejumlah video yang memperlihatkan warga berlari menyelamatkan diri sebelum diterjang banjir, serta bangunan dan jembatan tersapu aliran air dan lumpur.
Di distrik Nuwakot, Nepal, lumpur menutupi bagian atas bangunan, jalan-jalan desa, bantaran sungai, kendaraan, hingga pepohonan dan jaringan kabel. Kondisi serupa juga terlihat di Tibet, Cina.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































