Daftar 10 Provinsi yang Alami Kenaikan Kasus Covid Selama 4 Pekan

Oleh: Alexander Haryanto - 4 Mei 2021
Dibaca Normal 1 menit
Ada sepuluh provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan kasus corona Covid-19.
tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan, ada sepuluh provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 selama empat pekan terakhir. Hal itu disampaikan Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi seperti dikutip Antara News, Selasa, 4 Mei 2021.

Dari daftar tersebut, Siti mengatakan, ada tujuh provinsi yang berkategori kenaikan signifikan, sementara tiga provinsi lainnya mengalami kenaikan cukup signifikan.

Menurut Siti, kenaikan kasus itu diketahui dari sumber data Kementerian Kesehatan yang diolah dan dianalisis oleh Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19 selama kurun 11 hingga 30 April 2021.

Berikut adalah provinsi yang mengalami kenaikan kasus Covid-19:

1. Bengkulu mengalami kenaikan kasus 94,9 persen dengan jumlah kasus harian terakhir mencapai 762 kasus (signifikan).

2. Kalimantan Barat mengalami kenaikan kasus aktif 59,9 persen dengan jumlah kasus harian mencapai 934 kasus (signifikan).

3. Kepulauan Bangka Belitung 99,5 persen dengan jumlah kasus harian mencapai 1.630 kasus (signifikan).

4. Kepulauan Riau mengalami kenaikan kasus aktif 183,9 persen dengan kasus harian 1.269 kasus (signifikan).

5. Lampung mengalami kenaikan kasus aktif 100,8 persen dengan kasus harian terakhir mencapai 1.265 kasus (signifikan).

6. Provinsi Sumatera Barat meningkat kasus aktif 62,9 persen dengan jumlah kasus harian mencapai 2.461 kasus (signifikan).

7. Riau mengalami kenaikan kasus aktif 131,7 persen dengan jumlah 4.864 kasus harian (signifikan).

8. Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 13,1 persen dengan jumlah kasus harian sebanyak 2.160 kasus (cukup signifikan).

9. Jambi sebesar 14,7 persen dari kasus harian terakhir sebanyak 1.384 kasus (cukup signifikan).

10. Jawa Barat 17,1 persen dari kasus harian mencapai 30.454 kasus (cukup signifikan).


"Peningkatan kasus ini harus menjadi kewaspadaan kita, apakah memang sudah ada pergerakan atau mobilitas yang tinggi bahkan sebelum Ramadhan. Bahkan di pekan ini adanya kerumunan kemarin di tempat-tempat perbelanjaan," kata Siti Nadia.

Siti Nadia menyatakan, meski pemerintah sudah melakukan upaya pelarangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi, masih diprediksi ada sekitar tujuh persen masyarakat yang memaksakan untuk mudik pada tahun 2021 ini.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight