Menuju konten utama

Ciri-Ciri Pencemaran Tanah dan Faktor Penyebabnya

Pencemaran lingkungan merupakan kondisi masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan komponen lain ke dalam air, tanah, atau udara, akibat kegiatan manusia.

Ciri-Ciri Pencemaran Tanah dan Faktor Penyebabnya
Petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dibantu petugas kebersihan memasang tali pembatas di dekat gundukan tanah yang diduga tercemar limbah B3 di kawasan Marunda, Jakarta, Rabu (9/1/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

tirto.id - Pencemaran lingkungan merupakan kondisi masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan komponen lain ke dalam air, tanah, atau udara, akibat kegiatan manusia. Hal itu mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan sampai mencapai tingkat tertentu sehingga mengganggu fungsinya.

Komponen yang masuk dan mencemari lingkungan itu bisa berupa elemen fisik, kimia, dan biologi. Jika salah satu di antaranya masuk ke dalam tanah, dampak negatifnya akan terasa langsung oleh unsur-unsur hara.

Unsur hara tanah berpengaruh penting bagi keberlangsungan hidup tanaman sehingga membuat pertumbuhannya terhambat. Pengaruh negatif itu nantinya juga akan terasa oleh manusia karena tanaman merupakan salah satu sumber pangan.

Apa itu Pencemaran Tanah?

Menurut Palar (2008) dalam modul “Pencemaran Tanah” terbitan Universitas Esa Unggul, pencemaran terjadi ketika ada perubahan dalam tatanan lingkungan, sehingga bentuk dan strukturnya tidak lagi sama. Pencemaran dapat menyerang udara, air, atau tanah.

Secara lebih jelas, pengertian pencemaran tanah dijelaskan melalui Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor 02/MENKLH/I/1988. Dalam regulasi tersebut dijabarkan, pencemaran tanah adalah kondisi ketika makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain, masuk ke dalam tanah akibat kegiatan manusia atau proses alam.

Pencemaran tanah menyebabkan perubahan komposisi tanah sehingga kualitasnya menurun dan tidak lagi berfungsi sesuai peruntukannya.

Pencemaran tanah dapat berdampak langsung pada manusia melalui kontak fisik. Namun, yang pasti, pencemaran tanah akan mencemari air tanah, juga udara di atasnya.

Dampak pencemaran tanah juga terasa secara ekologis. Di antaranya perubahan drastis terhadap metabolisme mikroorganisme, antropoda, dan kimiawi tanah.

Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pengurangan pencemaran tanah sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup manusia dan ekosistem.

Ciri-Ciri Pencemaran Tanah

Tanah yang telah tercemar akan mengalami perubahan. Salah satunya tanah yang sebelumnya mengandung air menjadi kering akibat tercemar. Tak hanya itu, ciri-ciri pencemaran tanah juga mencakup adanya bau busuk, tanah kehilangan kesuburan, tingkat kesuburan, dan lainnya.

Lalu, Apa warna tanah yang tercemar? Untuk memahaminya lebih lanjut, simak uraian mengenai ciri-ciri pencemaran tanah berikut.

1. Perubahan warna dan tekstur tanah

Perubahan warna dan tekstur termasuk salah satu ciri tanah yang tercemar. Tanah yang terkontaminasi dapat menampakkan perubahan warna menjadi kuning, abu-abu, atau coklat tua. Tekstur tanah juga dapat mengalami perubahan menjadi sangat lempung atau berpasir.

2. Kehilangan kesuburan tanah

Ciri-ciri tanah yang tercemar juga bisa dilihat dari fungsinya. Jika tanaman yang ditanam di tanah bersangkutan tidak lagi subur, bisa jadi diakibatkan oleh pencemaran tanah.

3. Tingkat keasaman tanah tidak seimbang

Pencemaran tanah dapat mengubah tingkat keasaman pH tanah, mempengaruhi kehidupan mikroorganisme dan tanaman di area tersebut. Untuk mengetahui tercemar atau tidaknya tanah di suatu daerah, tes keasaman pH tanah dapat dilakukan.

4. Bau busuk

Ciri-ciri pencemaran tanah yang berikutnya adalah timbulnya bau busuk. Bau tanah yang tercemar tersebut disebabkan oleh zat-zat berbahaya yang mencemari tanah.

5. Kekeringan tanah

kekeringan termasuk salah satu ciri tanah yang tercemar. Pencemaran tanah dapat menyebabkan tanah mengalami kekeringan yang memengaruhi kehidupan flora dan fauna di daerah terkontaminasi.

6. Mengandung logam berat dan sampah anorganik

Pencemaran tanah dapat mengandung berbagai logam berat dan sampah anorganik, seperti plastik, kaca, dan logam berat, yang dapat mencemari dan merusak ekosistem.

Faktor Apa yang Menyebabkan Pencemaran Tanah

Faktor-faktor penyebab pencemaran tanah melibatkan beberapa elemen, terutama kegiatan manusia. Lantas, faktor apa saja yang menyebabkan pencemaran tanah? Apakah sampah termasuk pencemaran tanah? Untuk memahami lebih mendalam, simak penjelasan berikut.

1. Pembuangan limbah padat dan cair

Limbah padat yang dihasilkan oleh berbagai industri, seperti pabrik gula, kertas, rayon, ikan, plywood, pengawet buah, dapat menjadi sumber pencemaran tanah. Limbah cair dari industri kimia dan logam, jika tidak diolah sebelumnya, juga dapat mencemari tanah.

2. Penggunaan bahan kimia tidak ramah lingkungan

Pemakaian bahan kimia, seperti pestisida dan pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan, dapat menjadi penyebab pencemaran tanah.

3. Limbah organik dan anorganik

Limbah organik, seperti tinja, feses, sampah rumah tangga, dan kotoran hewan, juga dapat mencemari tanah. Selain itu, limbah anorganik seperti plastik, kaca, dan logam berat, berpotensi mencemari tanah.

4. Kegiatan pertambangan

Kegiatan penambangan yang melibatkan pembangunan ruang bawah tanah dapat menjadi sumber pencemaran tanah.

5. Bencana alam

Bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi, dapat membawa material dari lokasi tertentu dan mencemari tanah.

Baca juga artikel terkait PENCEMARAN TANAH atau tulisan lainnya dari Umi Zuhriyah

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Umi Zuhriyah
Penulis: Umi Zuhriyah
Editor: Fadli Nasrudin