Chery Motor Berkomitmen Investasi 1 Miliar Dolar AS di Indonesia

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 30 Jul 2022 08:56 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Chery secara bertahap akan mulai memproduksi kendaraan jenis SUV sebanyak sembilan model dan di antaranya untuk kebutuhan ekspor.
tirto.id - Perusahaan otomotif asal Cina, Chery Motor berkomitmen berinvestasi di Indonesia senilai 1 miliar dolar AS pada tahun ini. Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Di tahun 2022, Chery akan mulai memproduksi kendaraan jenis SUV. Kemudian, dalam empat tahap pengembangan hingga 2028, pabriknya akan memproduksi sembilan model, dengan proporsi bagi pasar ekspor juga,” kata Agus dalam pernyataannya, Sabtu (30/7/2022).

Agus mengatakan Chery telah berkomunikasi intensif dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Chery menyatakan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai hub ASEAN dan bagian dari ekspor global perusahaan tersebut.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan terdapat dua perusahaan otomotif lainnya dari Cina yang berencana memproduksi EV, yaitu PT SGMW Motor Indonesia (Wuling) dengan kapasitas produksi 10.000 unit/tahun dan PT Sokonindo Automobile dengan kapasitas produksi 1.000 unit/tahun.

"Kemenperin menyambut baik investasi para pelaku industri otomotif, termasuk yang mengembangkan bisnis kendaraan listrik," katanya.

Kemenperin mendukung penuh pembangunan ekosistem kendaraan listrik dari hulu sampai hilir. Tujuannya agar menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dalam produksi kendaraan listrik yang berdaya saing global.

Banyak Investor Tertarik Investasi Mobil Listrik di Indonesia

Agus menambahkan saat ini banyak investor mengajukan proposal untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk industri produsen baterai EV. Salah satunya adalah konsorsium yang terdiri dari Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, LG Energy Solution, dan Indonesia Battery Corporation (IBC).

Selain itu, perusahaan Contemporary Brunp Lygend Co., Ltd. (CBL) bersama Aneka Tambang (Persero) dan IBC juga berkolaborasi untuk menjalankan proyek integrasi baterai EV. Mereka berkolaborasi mulai dari penambangan dan pemrosesan nikel, produk baterai EV, produksi baterai EV, dan daur ulang baterai dengan total investasi di tahap I sekitar 6 miliar dolar AS.

Kemenperin terus memacu pengembangan industri otomotif ke arah kendaraan ramah lingkungan seperti diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Hal itu juga mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) Kendaraan Bermotor.

Upaya akselerasi penggunaan kendaraan listrik juga diperkuat dengan pemberlakuan tarif PPnBM untuk kendaraan dengan teknologi zero emission seperti Battery Electric Vehicle (BEV) dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) produksi dalam negeri akan diberikan sebesar 0 persen.


Baca juga artikel terkait INDUSTRI OTOMOTIF atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight