Cegah Corona, Pasar Tradisional di Bekasi Terapkan Transaksi Online

Oleh: Bayu Septianto - 9 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Dari total 14 pasar tradisional se-Kota Bekasi, 11 pasar sedang menuju ke sistem jual beli daring ini, sementara tiga pasar lainnya sudah menerapkannya.
tirto.id - Sebanyak 11 pasar tradisional di Kota Bekasi, Jawa Barat akan menerapkan sistem transaksi daring atau online untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi Kariman mengatakan penerapan sistem jual beli online ini bertujuan mempermudah konsumen mendapatkan barang-barang kebutuhannya di tengah situasi pandemi virus corona COVID-19 sekarang ini.

"Jadi konsumen tidak perlu repot ke pasar sehingga bisa menghindari kerumunan yang dapat berpotensi menyebabkan menyebarnya virus Corona," kata Kariman di Bekasi, Kamis (9/4/2020) dilansir dari Antara.

Kariman menyebut dari total 14 pasar tradisional se-Kota Bekasi, 11 pasar sedang menuju ke sistem jual beli daring ini, sementara tiga pasar lainnya sudah menerapkannya.

"Di tiga pasar itu masing-masing Pasar Bantargebang, Harapan Jaya, dan Pasar Kranji Baru," ungkapnya.

Delapan pasar yang akan memulai kerjasama dengan Pemkot Bekasi untuk penerapan sistem transaksi online di antaranya Pasar Jatiasih, Bintara, Wisma Asri, Atrium Pondokgede, Pasar Baru Bekasi, Teluk Buyung, Kranggan, dan Pasar Family Mart.

Kariman menjelaskan mekanisme transaksi online di pasar tradisional ini relatif mudah sebab konsumen cukup menghubungi koordinator pedagang untuk memesan kebutuhannya. Koordinator pedagang ini yang akan mencarikan kebutuhan konsumen dan mengantarkan langsung ke rumah.

Pemerintah Kota Bekasi tengah menyiapkan aplikasi khusus transaksi ini sehingga masyarakat akan jauh lebih dimudahkan saat hendak memesan barang kebutuhan lewat aplikasi tersebut.

"Sistem yang sekarang ini dijalani dulu sementara sambil menunggu pembuatan aplikasi online selesai oleh Diskominfo," katanya.

Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi Sajekti Rubiah mengatakan kehadiran pasar online ini merupakan upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan tetap menjaga masyarakat berada di dalam rumah.

Sebagai bagian dari upaya physical distancing pihaknya berharap pasar online ini tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Menurut Rubiah pasar online ini tak ubahnya pasar tradisional konvensional yang menyediakan aneka kebutuhan pokok mulai dari beras, bumbu masak, sayuran, ikan, daging, hingga bahan pangan lainnya.


Baca juga artikel terkait PASAR TRADISIONAL atau tulisan menarik lainnya Bayu Septianto
(tirto.id - Ekonomi)

Sumber: Antara
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Bayu Septianto
DarkLight