Cara Memakai, Melepas, dan Membuang Masker untuk Cegah COVID-19

Oleh: Ibnu Azis - 19 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Masker bedah/medis adalah masker sekali pakai, berbeda dengan masker kain yang dapat dipakai berulang kali setelah dicuci.
tirto.id - Memakai masker, bagian dari 3M selain menjaga jarak dan mencuci tangan, merupakan senjata ampuh dalam pencegahan risiko terpapar Corona sebelum vaksin COVID-19 ditemukan.

Kementerian Kesehatan menganjurkan untuk memakai masker dengan benar, yaitu masker yang menutupi mulut dan hidung, sebagaimana dikutip dari laman resminya.

Infografik Tren Penggunaan Masker
Infografik Tren Penggunaan Masker. tirto.id/Sabit


Jenis masker sendiri menawarkan tingkat perlindungan yang berbeda, misalnya, masker N95, punya tingkat perlindungan tertinggi terhadap infeksi COVID-19.

Meski begitu, masker N95 tidak nyaman dipakai dalam waktu yang lama, pun juga biasanya hanya diperuntukkan bagi tenaga medis atau mereka yang berisiko tinggi terpapar Corona.

The Guardian melansir, selain N95 jenis masker lain yang efektif untuk mencegah penularan Corona ialah masker bedah/medis dan masker kain.

Terkait masker kain, Satgas COVID-19 menjelaskan bahwa masyarakat juga dapat memakai jenis masker ini lantaran seturut penelitian dapat menurunkan risiko penularan COVID-19 sebesar 45 persen.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyebut masker non-medis (masker kain) dapat berfungsi sebagai penghalang untuk mencegah penyebaran virus dari pemakai ke orang lain.

Sementara masker bedah/medis saat ini sudah mudah dijumpai di mana-mana, tak sekadar apotek tapi juga mini market, atau tidak selangka dulu saat Corona baru masuk pertama kali ke Indonesia pada bulan Maret lalu.

Masker bedah/medis adalah masker sekali pakai, berbeda dengan masker kain yang dapat dipakai berulang kali setelah dicuci atau dengan perawatan yang benar.


Terkait itu, Satgas COVID-19 berbagi tips bagaimana cara menggunakan masker bedah/medis, yang meliputi cara mengenakannya hingga membuangnya. Selengkapnya sebagai berikut:

  • Sebelum menyentuh masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir (minimal 20 detik) atau cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60 persen).
  • Ambil masker dan periksa apakah ada sobekan atau lubang.
  • Pastikan arah masker sudah benar (pita logam terletak di sisi atas).
  • Pastikan sisi depan masker (sisi yang berwarna) menghadap depan Letakkan masker di wajah Anda.
  • Tekan pita logam atau sisi masker yang kaku sampai menempel sempurna ke hidung. Tarik sisi bawah masker sampai menutupi mulut, hidung dan dagu, pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker.
  • Setelah digunakan, lepas masker, lepas tali elastis dari daun telinga sambil tetap menjauhkan masker dari wajah dan pakaian, untuk menghindari permukaan masker yang mungkin terkontaminasi.
  • Segera buang masker di tempat sampah tertutup setelah digunakan.
  • Bersihkan tangan setelah menyentuh atau membuang masker/cuci tangan pakai sabun dan air mengalir (minimal 20 detik) atau bila tidak tersedia, cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60 persen).

Sementara itu, data Satgas COVID-19 per 16 November 2020 menunjukkan bahwa jumlah kenaikan kasus terkonfirmasi harian lebih tinggi dari jumlah pasien sembuh harian.

Per waktu tersebut, kasus harian bertambah sebanyak 3.535 kasus baru, sementara 3.452 pasien dinyatakan sembuh. Dari data sementara ini bisa dikatakan bahwa pandemi Corona masih belum dapat diketahui kapan akan berakhir.

Disiplin menerapkan protokol kesehatan pada era pandemi akan berjalan sukses jika didukung kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak. Dan elemen yang paling penting dalam mewujudkan itu adalah dari diri kita sendiri.

Pandemi Corona mewajibkan siapa saja untuk waspada. Dengan protokol yang tepat dan efektif, serta selalu disiplin menerapkannya, kita tak hanya dapat melindungi diri sendiri dari ancaman COVID-19, tapi juga orang lain, yang dimulai dari langkah sederhana: memakai masker dengan benar.


---------------------

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Ibnu Azis
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Ibnu Azis
Editor: Agung DH
DarkLight