BTN Siapkan Kredit Pendidikan untuk Mahasiswa S1 Sampai S3

Oleh: Damianus Andreas - 10 April 2018
Dibaca Normal 1 menit
Jangka waktu kreditnya adalah lima tahun, dengan batas maksimal sebesar Rp200 juta.
tirto.id - PT Bank Tabungan Negara (BTN) meluncurkan produk kredit pendidikan (student loan) bagi mahasiswa di Indonesia. Adapun produk pinjaman dengan skema pembiayaan itu diperuntukkan bagi mahasiswa S1 sampai dengan S3.

BTN telah menyiapkan dana sebesar Rp500 miliar untuk kredit pendidikan pada tahun ini. Di tiga bulan pertama setelah diluncurkan, BTN akan menggelontorkan dana sebanyak Rp100 miliar terlebih dahulu guna melihat seberapa besar penyerapannya.

“Ini pengembangan dari KTA (Kredit Tanpa Agunan). Bunga disesuaikan dengan cash flow, bisa pendapatan tetap maupun tidak seperti KPR (Kredit Pemilikan Rumah),” kata Direktur Utama BTN Maryono seusai acara Peluncuran Kredit Pendidikan BTN di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Jakarta pada Selasa (10/4/2018).

Pada tahap awal, BTN bakal memprioritaskan pemberian kredit kepada debitur dengan KPR. BTN menekankan bahwa mereka akan mengutamakan debitur yang memiliki rekam jejak baik serta memiliki kebutuhan untuk pendidikan. Jangka waktu kreditnya adalah lima tahun, dengan batas maksimal sebesar Rp200 juta.


Maryono optimistis bahwa debitur akan disiplin dalam membayar pinjaman. Jangka waktu lima tahun yang diberikan itu pun terhitung sejak mahasiswa dan orang tuanya menandatangani perjanjian kredit pendidikan.

“Jadi kami lihat juga dari pendapatan orang tuanya, boleh pendapatan tetap maupun tidak tetap. Kami kerja sama dengan perguruan tinggi juga, apabila ada permasalahan nantinya,” ungkap Maryono.

Lebih lanjut, BTN mengindikasikan bahwa mereka saat ini tengah menyiapkan produk bagi debitur yang bukan merupakan nasabah bank. Untuk produk tersebut, bunga yang dikenakan bisa jadi lebih besar karena debitur tidak memiliki jaminan KPR di BTN. Sedangkan bagi debitur yang merupakan nasabah, bunganya flat di angka 6,5 persen selama 5 tahun.

Masih dalam kesempatan yang sama, Maryono berharap agar kredit pendidikan ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) per akhir 2017, Maryono mengklaim hanya 8,15 persen penduduk berusia di atas 15 tahun yang berhasil mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Kami akan menggandeng lebih dari 100 universitas di seluruh Indonesia untuk mempermudah masyarakat mengakses kredit pendidikan BTN. Hari ini ada 23 perguruan tinggi yang telah siap menandatangani kerja sama,” ujar Maryono lagi.


Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengaku tidak ada target khusus yang harus dicapai dari program kredit pendidikan. Ia hanya berharap agar kebutuhan pendidikan dapat didukung serta terfasilitasi oleh perbankan.

Menurut Nasir, kredit pendidikan berpotensi menjadi solusi dari masalah biaya yang kerap dihadapi mahasiswa. “Ini supaya tingkat kelulusan bisa lebih cepat. Kalaupun ada potensi drop out (karena biaya), bisa diselesaikan dengan ini,” ucap Nasir.

Baca juga artikel terkait KREDIT PENDIDIKAN atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Pendidikan)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Yantina Debora
* Data diambil dari 20 top media online yang dimonitor secara live