Menuju konten utama

BRI Targetkan Kontrak UMKM EXPO(RT) BRILianpreneur Rp1 Triliun

Direktur Utama PT BRI, Sunarso, berharap UMKM EXPO(RT) BRILianpreneur bisa menghasilkan kontrak 80 juta dolar AS atau Rp 1 triliun.

BRI Targetkan Kontrak UMKM EXPO(RT) BRILianpreneur Rp1 Triliun
Presiden Joko Widodo (kelima kiri) didampingi (dari kiri) Dirut Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso, Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Seskab Pramono Anung, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Mendag Zulkifli Hasan dan Menkop UKM Teten Masduki membuka secara simbolis pameran UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (7/12/2023). Dalam pameran yang berlangsung hingga 10 Desember itu Presiden Jokowi mengungkapkan UMKM merupakan penopang ekonomi nasional yang mana 61 persen PDB nasional disumbang oleh UMKM dan 97 persen tenaga kerja di Indonesia diserap UMKM. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

tirto.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menyelenggarakan ajang UMKM EXPO(RT) BRILianpreneur sebagai sarana mempertemukan antara UMKM Indonesia dengan konsumen luar negeri di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2023). Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarso, berharap agenda tersebut bisa menghasilkan kontrak 80 juta dolar AS atau Rp 1 triliun.

“Tahun ini kita targetkan 80 juta dolar Amerika Serikat [AS]. Kalau dirupiahkan itu sekitar Rp1 triliun yang dihasilkan dari transaksi pameran ini,” kata Sunarso.

Sunarso menuturkan agenda kali ini digelar secara daring dan luring. Harapannya, untuk menciptakan keterjangkauan akses pasar yang lebih luas.

Tidak hanya itu, Sunarso juga menjelaskan pihaknya terus berkomitmen mendukung UMKM terus maju. Seperti membentuk Holding Ultra Mikro pada 2021. Hasilnya, 36 juta nasabah ultra mikro bisa diintegrasikan, juga difasilitasi mulai saving maupun kredit.

Kemudian, dia juga menjelaskan melalui prinsip go smaller, BRI terus memfokuskan untuk mengamankan pertumbuhan ekonomi baru. Sebab itu, UMKM terus dibantu tumbuh menjadi pelaku pasar di Tanah Air hingga global.

Selain itu, Sunarso juga menuturkan, untuk mewujudkan pertumbuhan baru, BRI mempunyai modal Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 27 persen. Dia optimistis dalam lima tahun ke depan akan sangat cukup untuk mendukung proyeksi pertumbuhan.

“Bank sebesar ini dengan CAR 27 persen, artinya kalau kita mengonsumsi modal 2 persen untuk tumbuh setiap tahun, maka sampai 5 tahun ke depan, modal kita masih sangat cukup untuk mendukung pertumbuhan. Tinggal kita cari likuiditas dan jaga risk management,” ucap Sunarso.

Presiden membuka pameran UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR

Presiden Joko Widodo (kiri) meninjau produk yang dipamerkan dalam pembukaan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (7/12/2023). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

Komitmen Himpunan Bank Pelat Merah untuk UMKM

Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Thohir, menuturkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus mendorong pelaku UMKM tetap tumbuh. Dia merinci pada 2019, Himbara telah berhasil mendorong 700 UMKM tumbuh. Saat ini pun terus tumbuh hingga 30 juta pelaku usaha yang masuk sistem digital.

Dia menjelaskan para UMKM didorong melalui akses pembiayaan oleh Himbara. Erick menjelaskan pihaknya sudah memberikan hampir Rp1.600 triliun berdasarkan catatan sampai September 2023.

Dalam pembiayaan UMKM tersebut, BRI mencatatkan pembiayaan mencapai 83 persen dari total kumulatif pembiayaan oleh Himbara. Dari hasil positif tersebut, Erick terus mendorong bank pelat merah memasifkan pembiayaan pada pelaku UMKM.

“Penyerapan produk UMKM di ekosistem pengadaan BUMN yang di mana kita targetkan di bawah Rp300 juta itu harus UMKM, di mana masuk ke dalam platform PADI UMKM yang kita luncurkan sejak 2019. Hari ini total transaksinya sudah Rp37,2 triliun sampai Oktober 2023,” kata Erick.

Sementara itu, Erick pun mengakui seluruh pihak perlu mendukung akses pasar untuk bisa ekspansi ke luar negeri. Salah satunya dengan melakukan pameran-pameran produk UMKM.

Erick juga menuturkan, saat ini pihaknya tengah meluncurkan Windownesia. Nantinya, agenda tersebut akan mendukung UMKM untuk bisa memasarkan produknya di luar negeri. Upaya ini didorong untuk membuka akses pasar global.

“Kemarin kami meluncurkan Windownesia, yaitu menunjukkan keberadaan tempat untuk jualan UMKM bersama partner kami di luar negeri. Sekarang kita dorong di Saudi, Tiongkok, dan India, paling tidak kita ada etalase,” kata Erick.

“Ini kita dorong, akses pasar global harus sama-sama didorong. Nanti kalau ada sektor swasta yang bisa juga membuka mall di luar negeri seperti negara tetangga kita, Thailand, Singapura, dan Malaysia. Ini yang kita namakan UMKM,” ungkap Erick.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan 61 persen produk domestik bruto (PDB) ekonomi Indonesia didukung oleh UMKM. Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada para pelaku UMKM yang telah menjadi penopang ekonomi nasional Indonesia.

Jokowi pun mendorong agar pembiayaan UMKM terus dipermudah, terutama karena saat ini penyaluran kredit perbankan ke UMKM baru mencapai 21 persen dari total kredit yang ada. Sebab itu, Jokowi meminta agar regulasi terkait pembiayaan UMKM bisa diperbaiki guna memudahkan para pelaku UMKM mengakses pembiayaan.

"UMKM kita harus terus naik kelas, harus go digital, harus go international, dan menguasai pasar lokal yang kita miliki, karena pasar kita besar sekali; tetapi juga tidak melupakan yang namanya pasar ekspor dan pasar global," kata Jokowi saat membuka secara resmi perhelatan UMKM Expo(rt) Brilianpreneur di Jakarta Convention Center (JCC).

UMKM Export

UMKM Export. tirto.id/Faesal Mubarok

Baca juga artikel terkait BRI atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Bisnis
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Intan Umbari Prihatin