tirto.id - Air dingin atau es krim cocok diminum di cuaca panas. Namun, ketika meminum atau menyantapnya, mendadak kepala terasa nyeri dan pusing akibat sensasi dingin.
Kondisi ini umum terjadi dan dikenal sebagai brain freeze. Dalam istilah medis, ini juga disebut sebagai “sphenopalatine ganglioneuralgia”, sebagaimana dijelaskan di laman WebMD.
Rasa sakit kepala akibat es krim atau rangsangan dingin ini menimbulkan rasa sakit yang tajam di dahi atau pelipis. Tak hanya saat memakan es krim, sensasi ini juga bisa dialami saat menghirup udara yang sangat dingin atau melompat ke air dingin.
Oleh karena kondisi ini merupakan kondisi yang umum, brain freeze lebih merupakan kebiasaan yang tidak menyenangkan, alih-alih menandakan penyakit serius. Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?
Apa Itu Brain Freeze dan Mengapa Nyeri Terasa di Kepala?
Brain freeze atau rasa sakit atau nyeri di kepala secara umum dipicu ketika zat yang sangat dingin melewati langit-langit mulut dan bagian belakang tenggorokan. Biasanya, pemicu kondisi ini meliputi minuman dingin atau air es dan makanan beku seperti es krim.
Sakit kepala terutama dirasakan jika mengonsumsi makanan dan minuman dingin dengan cepat pada hari yang hangat, sebagaimana dijelaskan di laman Hopkins Medicine. Rasa sakit akan mereda dengan sendirinya dan hilang dalam beberapa detik atau menit.
Kondisi ini bisa dialami siapa saja di segala usia. Mengutip laman Cleveland Clinic, anak-anak lebih rentan mengalami sakit kepala akibat kedinginan.
Hal itu terjadi karena anak-anak belum belajar untuk memperlambat tempo saat makan sesuatu yang menyenangkan seperti es krim. Kemudian, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa brain freeze lebih umum terjadi pada orang yang menderita migrain.
Berbeda dengan sakit kepala pada umumnya, brain freeze hanya berlangsung dalam hitungan detik hingga 2 menit. Kondisi ini bisa mereda tanpa obat atau istirahat.
Penyebab atau pemicu brain freeze adalah mengonsumsi makanan atau minuman dingin, terutama pada cuaca hangat atau panas. Saat tubuh merasakan dingin yang tiba-tiba dan ekstrem di mulut atau tenggorokan, tubuh akan bereaksi menghangatkan diri.
Maka, pembuluh darah di seluruh kepala akan melebar untuk mengalirkan lebih banyak darah ke area tersebut agar bisa menghangatkan tubuh. Perubahan ukuran pembuluh darah yang cepat inilah yang menyebabkan rasa sakit tiba-tiba.
Meski mulut berperan lebih banyak dalam proses konsumsi makanan atau minuman dingin, rasa sakit tidak begitu terasa di mulut. Rasa sakit justru dirasakan di area lain, yakni di belakang mata dan hidung, di dahi, atau di tempat lain.
Bagaimana Cara Atasi Brain Freeze dan Kapan Harus ke Dokter?
Sensasi dingin tiba-tiba yang menyebabkan rasa sakit di kepala setelah mengonsumsi es krim bisa diredakan dengan mencoba untuk mengembalikan suhu mulut dan tenggorokan ke tingkat normal.
Melansir laman Cleveland Clinic, upaya tersebut bisa dilakukan dengan berhenti makan atau minum sesuatu yang dingin, atau segera menjauh dari tempat yang dingin.
Langkah lain yakni dengan minum cairan hangat atau bersuhu ruangan, bukan dingin ataupun panas. Selain itu, bisa juga dengan menekan lidah atau ibu jari ke langit-langit mulut untuk mentransfer kehangatan.
Secara umum, brain freeze bukan kondisi yang serius, meski rasa sakit yang ditimbulkan mengakibatkan tidak nyaman. Namun, dalam beberapa kondisi, rasa nyeri itu perlu dibedakan dari nyeri serupa, yakni pada neuralgia trigeminal.
Sphenopalatine ganglioneuralgia berhubungan dengan neuralgia trigeminal, meski berbeda. Keduanya sama-sama menimbulkan rasa sakit tiba-tiba.
Neuralgia trigeminal merupakan kondisi yang bisa menyebabkan sakit kepala hebat secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya hanya terjadi di satu sisi wajah atau kepala, disertai sensasi seperti berdenyut atau terbakar.
Hal itu bisa dipicu dengan aktivitas makan, minum, berbicara, atau bahkan embusan angin di wajah. Berbeda dengan sphenopalatine ganglioneuralgia, akar masalah neuralgia trigeminal berkaitan dengan kerusakan pada saraf trigeminal.

Adapun penyebab umum neuralgia trigeminal yakni pembuluh darah yang menekan saraf tersebut. Selain itu, penyebabnya juga bisa berupa kondisi seperti multiple sclerosis atau tumor.
Baik neuralgia trigeminal maupun sphenopalatine ganglioneuralgia, keduanya sama-sama berkaitan dengan masalah saraf di bagian otak. Siapa pun bisa mengalami kondisi tersebut.
Namun, pada sebagian orang, kerentanan untuk mengalami kondisi itu lebih besar. Hal ini disebabkan oleh masalah saraf, khususnya saraf ganglion sphenopalatine.
Saraf-saraf itu berdekatan dengan saraf trigeminal. Artinya, masalah pada salah satu saraf tersebut bisa menyebabkan masalah lain sebab semuanya berkaitan dengan sakit kepala.
Lebih lanjut, lokasi spesifik saraf ganglion sphenopalatine berada di otak, tepat di belakang hidung. Karena berperan dalam melindungi otak, saraf ini perlu sangat sensitif terhadap rasa sakit.
Kendati saraf tersebut berfungsi melindungi otak, hal itu berarti bahwa disfungsi pada bagian tersebut bisa menyebabkan rasa sakit tambahan. Rasa sakitnya berlangsung secara tiba-tiba dan merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan.
Pada kasus tertentu, jika mengonsumsi es krim dan merasakan brain freeze disertai detak jantung yang tidak teratur, segeralah hubungi dokter umum. Kemudian, jika sakit kepala yang umumnya paling lama hanya 2 menit itu berlangsung lebih dari durasi biasanya, segera juga temui dokter.
Pasalnya, sakit kepala dan kondisi penyertanya tersebut mungkin menandakan indikasi sesuatu yang lebih serius. Jika sudah menemui dokter, selanjutnya akan dilakukan perawatan atau pengobatan.
Pengobatan dilakukan dengan mengisolasi saraf yang nyeri untuk memastikan saraf tersebut tidak mengirimkan rasa sakit. Ini bisa dicapai dengan blok ganglion sphenopalatine atau operasi yang bisa dilakukan dengan operasi sinus endoskopi fungsional.
Dengan kata lain, pengobatan tersebut menghilangkan kemampuan sinyal nyeri untuk dirasakan saraf. Ini karena saraf tersebut diblokir sehingga orang yang menjalani pengobatan ini tidak merasakan sakit akibat mengonsumsi makanan atau minuman dingin.
Selain itu, untuk menghindari brain freeze, sebaiknya hindari makanan atau minuman dingin pada cuaca hangat atau panas. Atau, usahakan agar mengonsumsinya dengan pelan-pelan agar mengurangi keterkejutan pada tubuh yang menimbulkan sakit kepala mendadak dalam beberapa detik.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id































