Menuju konten utama

Boediono Kenang Persahabatan Panjang dengan Abdillah Toha

Pada 1960-an, Boediono dan Abdillah dikirim untuk studi ke University of Western Australia di Perth.

Boediono Kenang Persahabatan Panjang dengan Abdillah Toha
Acara peluncuran buku Penjaga Akal Sehat: Abdillah Toha di Mata Kerabat dan Sahabat, di Universitas Paramadina, Jumat (04/09/26). Tirto.id/Putri Az Zahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Mantan Wakil Presiden RI, Boediono, mengenang persahabatannya dengan Abdillah Toha yang dimulai sejak keduanya menjadi mahasiswa di Australia. Kenangan tersebut disampaikan dalam peluncuran buku Penjaga Akal Sehat: Abdillah Toha di Mata Kerabat dan Sahabat.

Boediono mengatakan dirinya dan Abdillah merupakan dua dari tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam rombongan sekitar 35 mahasiswa Indonesia penerima beasiswa belajar di Australia pada November 1960.

Setelah tiba di Sydney, Boediono dan Abdillah kemudian dikirim ke University of Western Australia di Perth. Mereka mengambil bidang studi berbeda. Abdillah mendalami studi bisnis, sedangkan Boediono mengambil ekonomi.

“Abdillah mengambil jurusan bisnis, itu istilahnya waktu itu commerce. Saya ekonomi,” kata Boediono di Universitas Paramadina, Jumat (04/09/26) .

Pada tahun pertama, keduanya diwajibkan tinggal bersama keluarga Australia untuk mengenal kehidupan sehari-hari di sana. Boediono dan Abdillah juga berbagi kamar yang sama.

Boediono mengatakan pengalaman tersebut membuat keduanya semakin mengenal satu sama lain, termasuk kebiasaan dan perasaan masing-masing.

“Waktu itulah, persahabatan panjang kami mulai beragam dan tumbuh. Kami makin saling mengenal kebiasaan masing-masing, termasuk mengetahui perasaan dan tentu saja juga saling berbagi suka-duka,” ujarnya.

Selama menjadi mahasiswa, kegiatan Abdillah tidak hanya berkaitan dengan perkuliahan. Boediono menyebut Abdillah aktif dalam kegiatan organisasi, termasuk politik kampus.

Menurut Boediono, aktivitas tersebut menjadi tanda awal ketertarikan Abdillah terhadap dunia politik. Setelah menyelesaikan studi, keduanya sempat berpisah sebelum kembali berkomunikasi ketika Boediono menjalankan tugas sebagai wakil presiden.

Boediono kemudian meminta Abdillah menjadi anggota tim staf khususnya. Dia menilai Abdillah memiliki peran yang unik karena telah mengenalnya sejak masa mahasiswa dan memiliki pengalaman di bidang politik praktis.

“Jabatan wakil presiden adalah jabatan politik yang tentu tidak sepi dari gesekan dan tiupan angin politik. Saya selalu mendengarkan pandangan Abdillah di bidang politik,” kata Boediono.

Keduanya bekerja bersama selama lima tahun. Setelah itu, Boediono mengatakan mereka masih sempat berkumpul pada waktu-waktu tertentu.

Pada akhir April lalu, Boediono sempat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Abdillah dan mengirim foto kelompok musik mereka. Dia masih menerima balasan melalui WhatsApp.

“Pada akhir bulan April yang lalu, saya sempat menyampaikan selamat ulang tahun kepada Abdillah dan saya sertakan foto lama kelompok musik kami. Saya masih menerima jawaban dari Abdillah melalui Whatsapp, tapi tampaknya yang menulis bukan beliau. Kadang kala, ibu tanya saya dan istri sempat menjenguk beliau sebelum kami mendengar Mei 2026 (beliau meninggal). May you rest in peace, my dear friend. Terima kasih,” tutup Boediono.

Baca juga artikel terkait TOKOH NASIONAL atau tulisan lainnya dari Putri Az Zahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Putri Az Zahra
Penulis: Putri Az Zahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi