tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat dalam sepekan ke depan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyebut potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer akibat kemunculan bibit siklon tropis 98B di Teluk Benggala.
“Kami menghimbau agar masyarakat waspada di Sumatra Utara dan di Aceh,” ujar Berton dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Senin (26/10/2026).
Berton memaparkan, fenomena atmosfer tersebut berpotensi mempercepat pertumbuhan awan konvektif yang memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang secara lokal pada siang hingga malam hari.
Merespons ancaman tersebut, BNPB menginstruksikan warga untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Warga yang bermukim di lereng perbukitan diminta ekstra berhati-hati, terutama saat hujan berintensitas tinggi mengguyur dalam durasi panjang.
Sebagai langkah antisipasi bahaya angin kencang, masyarakat diminta mengamankan atap maupun perabotan rumah serta menghindari titik-titik rawan roboh.
“Amankan benda-benda yang mudah diterbangkan angin, hindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang berisiko,” kata Berton.
Selain kesiapsiagaan darurat, BNPB mengimbau warga melakukan mitigasi mandiri sejak dini, mulai dari membersihkan saluran drainase dari tumpukan sampah, memangkas dahan pohon yang rapuh, menyiapkan tas siaga bencana, hingga mengenali jalur evakuasi mandiri.
Apabila debit air meningkat dan memicu genangan banjir, masyarakat diimbau segera mengevakuasi diri ke tempat aman, memadamkan meteran listrik utama, serta tidak memaksakan diri menerobos arus banjir menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki.
Sementara di kawasan rawan longsor, warga diminta segera menjauhi area tebing bila melihat rekahan tanah atau tanda bahaya lainnya.
BNPB menegaskan agar masyarakat tidak kembali ke lokasi terdampak sebelum ada kepastian aman dari petugas di lapangan. Peringatan serupa ditujukan bagi kalangan nelayan dan masyarakat pesisir untuk selalu mencermati informasi tinggi gelombang sebelum melaut, serta menunda aktivitas pelayaran bila otoritas maritim menerbitkan peringatan gelombang tinggi.
BNPB turut mengingatkan agar proses pembersihan dan pemulihan lingkungan pascabencana selalu dikoordinasikan bersama aparat penanggulangan bencana setempat guna memastikan keamanan warga secara menyeluruh.
“Kami mengimbau pantau informasi resmi apabila terjadi sesuatu,” ujar Berton.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Mochammad Fajar Nur
Masuk tirto.id


































