BNN Ingin Pengawasan Peredaran Narkoba di Perbatasan Ditingkatkan

Oleh: Alfian Putra Abdi - 20 Januari 2020
BNN dan Kemendagri bahas peningkatan pengawasan masuknya narkoba di wilayah perbatasan Indonesia.
tirto.id - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko menemui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Senin (20/1/2020). Salah satu yang dibahas keduanya adalah soal peningkatan pengawasan masuknya narkoba melalui pintu-pintu masuk wilayah perbatasan Indonesia.

"Perbatasan kita tahu ada beberapa tempat di perbatasan yang jadi fokus kita. Ketua, chairman dari badan perbatasan ini adalah Pak Mendagri, kami ketemu pak Mendagri bagaimana di perbatasan ini bisa kita perkuat," kata Heru Winarko di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020).

Pada kesempatan yang sama, Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari mengatakan perbatasan negara memang merupakan titik rawan peredaran narkoba di Indonesia, khususnya di perbatasan laut. Menurutnya 80 persen narkoba di Indonesia masuk melalui pelabuhan-pelabuhan. Lebih rinci perairaan yang jadi perhatian BNN ialah perairan timur Sumatera dari Aceh sampai ke Lampung dan lanjut sampai ke Kalimantan.

Arman melanjutkan, BNN telah memiliki tim di perbatasan, selain itu banyak pula instansi yang bertugas di perbatasan, mulai dari Polri, TNI, dan Bea Cukai.

Menurut Arman masing-masing institusi memiliki kepentingan masing-masing. Sehingga, pertemuan ini diharapkan menjadi upaya peningkatan koordinasi pengawasan untuk mencegah masuknya narkoba ke Indonesia.

"Nah ini yang harus kami satukan, di samping prioritas masing-masing ini kami punya tugas bersama yaitu menjaga dan melindungi masyarakat kami terhadap peredaran gelap narkoba terutama yang datang dari luar negeri," kata Arman.


Baca juga artikel terkait PEREDARAN NARKOBA atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Bayu Septianto
DarkLight