dr. Rita Rogayah:

Bila Ada Gejala Harus Isolasi Mandiri Hingga Hasil Tes Covid Keluar

Oleh: Alexander Haryanto - 13 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
Rita mengatakan, setelah hasil rapid test keluar dan dinyatakan positif Covid-19, maka petugas puskesmas akan melakukan penjemputan.
tirto.id - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gencar mengkampanyekan gerakan memakai masker, menjaga Jarak dan menghindari kerumuman atau yang sering disingkat sebagai gerakan 3M. Tujuannya, guna mencegah penyebaran serta penularan virus corona Covid-19 di seluruh Indonesia.

Infografik Jangan Panik Jika Alami Gejala Covid 19
Infografik Jangan Panik Jika Alami Gejala Covid 19. tirto.id/Rangga


Selain itu, apabila merasakan gejala yang mirip-mirip dengan virus corona Covid-19, masyarakat juga diminta untuk segera mendatangi rumah sakit terdekat sehingga tak menularkan virus itu ke orang terdekat atau keluarga.

Gejala tersebut, kata Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, dr. Rita Rogayah, Sp.P (K), M.A.R.S., seperti sesak nafas, hilangnya indera perasa, penciuman dan batuk.

Seperti dilansir dari laman Satgas Penanganan Covid-19, apabila mengalami tanda-tanda tersebut, maka yang bersangkutan harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat atau fasilitas kesehatan (puskesmas) untuk memastikan kondisi tubuhnya.

Jika gejala itu cenderung mengarah ke Covid-19, maka pihak rumah sakit akan melakukan rapid test. Namun, selama menunggu hasil rapid test, yang bersangkutan harus melakukan isolasi mandiri dan tidak boleh keluar rumah.

“Selama hasilnya belum keluar masyarakat menjalankan isolasi mandiri di rumah agar tidak menularkan ke orang lain," ujar dr. Rita Rogayah.

Rita juga mengingatkan, selama menjalani isolasi mandiri di rumah, yang bersangkutan juga harus mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.


Rita mengatakan, setelah hasil rapid test keluar dan yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19, maka petugas puskesmas akan melakukan penjemputan dan melaporkan kasus tersebut ke Dinas Kesehatan Provinsi setempat.

Dokter Spesialis Paru-paru yang bertugas di RSUP Persahabatan Jakarta ini mengatakan, kendaraan yang dipakai untuk menjemput masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 itu bisa mengangkut lebih dari satu orang pasien.

"Kalau di dalam [kendaraan] itu seluruhnya terkonfirmasi positif [Covid-19] tidak masalah," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., MARS, MH mengingatkan kepada tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 agar selalu memperhatikan protokol kesehatan saat bertugas maupun lepas tugas.

"Berikan pengabdian yang terbaik tanpa merasa lelah dan selalu perhatikan protokol kesehatan," ujar dokter yang bertugas sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI itu.

Jangan lupa selalu #ingatpesanibu dan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
____________________

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight