Menuju konten utama

BGN Sebut Pengadaan Barang di Era Dadan Banyak Tidak Bermanfaat

Barang yang sudah terlanjur diterima dari hasil pengadaan 2025, Agustina sebut BGN akan memanfaatkannya secara optimal.

BGN Sebut Pengadaan Barang di Era Dadan Banyak Tidak Bermanfaat
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kiri) bersama Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (kanan) berpose usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Said Iqbal menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh dan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindyana serta Agustina Arumsari dan Trenggono menjadi Wakil Kepala BGN menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui sejumlah belanja pengadaan barang pada 2025 di bawah kepemimpinan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dinilai kurang bahkan tidak bermanfaat. Meski begitu, BGN menyatakan akan tetap mengoptimalkan penggunaan barang-barang tersebut alih-alih membiarkannya mangkrak.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari sampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (18/6/2026).

“Secara umum semua yang sudah dikeluarkan di tahun 2025 sudah kami sisir satu demi satu,” ungkap Agustina ketika ditanyai wartawan perihal hasil pengadaan belanja motor listrik.

Namun, Agustina tidak merinci secara jelas terkait barang apa saja yang dimaksud. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa BGN tidak akan mengulang belanja serupa pada 2026 apabila output-nya dinilai sama dengan yang sudah diadakan pada 2025

“Kalau di 2026 ini ada belanja BGN yang output-nya kurang lebih sama dengan yang di 2025, itu di 2026 tidak akan kami eksekusi. Itu salah satu bentuk efisiensi juga," ujarnya tegas.

Maka, untuk barang yang sudah terlanjur diterima dari hasil pengadaan 2025, Agustina sebut akan memanfaatkannya secara optimal.

Dirinya enggan menjabarkan jenis barang secara detail, karena proses inventarisasi dikatakan masih terus berjalan.

"Lah yang kemarin sudah 2025 bagaimana? Kami akan memanfaatkan secara maksimal ya. Satu demi satu barangnya apa dan sebagainya itu masih kami bahas," kata Agustina.

BGN juga akui prinsip efisiensi itu lahir dari evaluasi atas pola belanja sebelumnya yang dinilai bermasalah.

"Prinsipnya kami tidak ingin mengulangi juga belanja yang kurang bermanfaat, bahkan tidak bermanfaat di masa yang 2025," ujar Agustina.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Khaila Adinda

tirto.id - Flash News
Reporter: Khaila Adinda
Penulis: Khaila Adinda
Editor: Bayu Septianto