Menuju konten utama

Berapa Jumlah Jemaah Haul Guru Sekumpul dan Sejarah Pendirian

Artikel ini memberikan informasi soal jumlah jemaah Haul Guru Sekumpul ke-19 serta sejarah berdirinya acara tersebut.

Berapa Jumlah Jemaah Haul Guru Sekumpul dan Sejarah Pendirian
Bupati Banjar Saidi Mansyur (kaos putih di tengah) bersama Kapolres Banjar AKBP Muhammad Ifan Hariyat memantau situasi di titik perempatan Sekumpul yang menjadi pusat konsentrasi jamaah haul Guru Sekumpul, Ahad (14/1/2024) siang. (ANTARA/Yose Rizal)

tirto.id - Haul Guru Sekumpul ke-19 diselenggarakan pada Minggu, 14 Januari 2024 di Musholla Ar-Raudah, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Lantas, berapa jumlah jemaah Haul Guru Sekumpul? Bagaimana pula sejarah pendiriannya?

Menurut Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Winarto, jumlah jemaah yang hadir dalam acara Haul Guru Sekumpul ke-19 yang digelar pada hari Minggu kemarin diperkirakan mencapai 2,5 juta orang.

“Jumlah jamaah yang hadir pada hari ini untuk menghadiri haul di Sekumpul saat ini terpantau diperkirakan mencapai 2,5 juta orang,” kata Winarto dikutip RRI.

Untuk menjaga keamanan jemaah yang berjumlah 2,5 juta itu, Winarto menerangkan bahwa pihaknya dibantu oleh 25.000 relawan, 15.000 personil kepolisian, ditambah TNI dan instansi terkait.

Acara Haul Guru Sekumpul ke-19 diwarnai kabar duka atas meninggalnya dua orang jemaah bernama Burhan dan Burhanuddin.

Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura drg. Agus Dwi Karyanto mengatakan, Burhan meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas saat menuju lokasi haul. Sementara, Burhanudin meninggal dunia diduga karena kelelahan.

"Satu jamaah atas nama Burhan asal Kabupaten Tabalong meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas bersama rombongan saat menuju pusat Kota Martapura untuk menghadiri haul Guru Sekumpul pada kejadian, Sabtu (13/1/2024) sekitar pukul 03.00 WITA," ujar Agus kepada Antara News.

Kecelakaan lalu lintas yang dialami Burhan terjadi di Jalan Jenderal Ahmad Yani kilometer 72, Desa Simpang Empat, Kabupaten Banjar. Perisitwa nahas itu terjadi setelah mobil jamaah yang dia tumpangi menabrak sebuah truk dari arah berlawanan.

Sementara itu, Burhanudin berusia 59 tahun asal Sampit Provinsi Kalimantan Tengah meninggal dunia sekira pukul 11.40 WITA, ketika jemaah sudah berkumpul di lokasi acara. Burhanudin sempat dilarikan ke rumah sakit milik Pemkab Banjar, namun sebelum mendapatkan pertolongan medis dia sudah dinyatakan meninggal dunia.

Sejarah Pendirian Haul Guru Sekumpul

Haul Guru Sekumpul adalah acara yang digelar setiap tahun pada tanggal 5 Rajab untuk memperingati hari wafat Tuan Guru Muhammad Zani Abdul Ghani Al Banjari atau yang juga dijuluki Abah Guru Sekumpul.

Abah Guru Sekumpul meninggal dunia pada 10 Agustus 2005 di usianya ke 63 tahun setelah berjuang melawan penyakit ginjal. Abah Guru Sekumpul merupakan ulama besar Tanah Banjar yang juga keturunan ke-8 dari ulama Besar Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari.

Abah Guru Sekumpul menghembuskan nafas terakhirnya pada pagi hari sekira pukul 05.15 WITA. Kabar duka itu membuat masyarakat Kalimantan Selatan berduka, ribuan jemaah mengiring jenazah Abah Guru Sekumpul ke tempat peristirahatan terakhirnya di kompleks pemakaman keluarga di dekat Musala Ar-Raudah.

Sebagai seorang ulama besar, Abah Guru Sekumpul memiliki banyak jemaah, beberapa pesan yang disampaikan semasa hidupnya, hingga saat ini masih menjadi nasihat yang selalu diingat.

Abah Guru Sekumpul semasa hidupnya pernah merilis sejumlah karya tulis seperti Risalah Mubaraqah, Manaqib Asy-Syekh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Karim Al-Qadiri Al-Hasani As-Samman Al-Madani, Ar-Risalatun Nuraniyah fi Syarhit Tawassulatis Sammaniyah, dan Nubdzatun fi Manaqibil Imamil Masyhur bil Ustadzil a’zham Muhammad bin Ali Ba’alawy.

Setelah Abah Guru Sekumpul kembali ke pangkuan Illahi, jemaah memperingati hari wafatnya dengan menggelar haul, yang kemudian dinamakan Haul Guru Sekumpul.

Rangkaian Acara Haul Guru Sekumpul meliputi salat berjamaah, zikir, nasyid, sholawat, berdoa bersama, dan kegiatan bakti sosial. Acara ini dipimpin langsung oleh dua anak kandung dari Abah Guru Sekumpul yaitu Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.

Baca juga artikel terkait ULAMA atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Dipna Videlia Putsanra & Balqis Fallahnda