Periksa Fakta

Benarkah Minum Air Putih Sambil Makan Berbahaya?

Oleh: Irma Garnesia - 20 November 2021
Dibaca Normal 3 menit
Tidak adanya bukti bahwa konsumsi air saat makan memiliki dampak negatif tertentu, demikian pula dengan meminum air dingin.
tirto.id - Belum lama, akun Facebook bernama Rachmayda Hasanah mengunggah informasi terkait saran untuk tidak meminum air putih dalam kondisi tertentu, sebab dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Unggahan tersebut dibagikan pada 9 November 2021 di grup Facebook “Berbagi Resep Ustadz dr Zaidul Akbar” (tautan).

Unggahan itu menukil isi berita dari situs PortalJember.com dan berisi saran dari dr. Zaidul Akbar.

Pada unggahan tersebut, dr. Zaidul menyarankan waktu yang baik untuk minum air putih, yakni sekitar 15 menit atau 30 menit sebelum makan, lalu beberapa menit setelah selesai makan. Ia menghimbau untuk tidak meminum air putih ketika sedang makan.

“Itu buruk yang luar biasa. Saran saya waktu lagi makan, jangan minum,” katanya, seperti yang tertulis di unggahan tersebut.

dr. Zaidul Akbar juga menyarankan untuk tidak meminum air es karena bisa menyebabkan pencernaan menjadi berat. Air terbaik, menurutnya, sebaiknya diminum pada suhu normal.

Grup Facebook dimana Rachmayda membagikan unggahan tersebut sendiri berisi 472,8 ribu orang. Kemudian, unggahan yang dimaksud telah mendapat reaksi dari 288 orang, mendapat 27 komentar, dan dibagikan sebanyak 106 kali per 18 November. Selain berisi artikel dari PortalJember.com, unggahan yang sama juga menampilkan tangkapan layar dari portal tersebut.

Periksa Fakta Minum Air Putih Dianggap Bahaya
Periksa Fakta Minum Air Putih Dalam Kondisi Tertentu Dianggap Bahaya. (Facebook/Rachmayda Hasanah)


Lalu, benarkah klaim-klaim yang disampaikan tersebut?

Penelusuran Fakta

Tirto mengecek situs PortalJember.com dimana akun Facebook Rachmayda mereferensikan unggahannya. Kami menemukan bahwa unggahan Rachmayda sama persis dengan isi artikel dari situs tersebut. Judul tulisan tersebut memang “Ginjal Bisa Tergerus, dr. Zaidul Akbar Sarankan Jangan Minum Air Putih saat Dalam Kondisi Ini” dan artikel tersebut berisi saran-saran dari dr. Zaidul Akbar.

Kami juga mencari secara langsung informasi mengenai dr. Zaidul Akbar dan menemukan bahwa beliau memiliki akun YouTube dimana beliau biasa membagikan saran-saran kesehatan. Akun YouTube tersebut bernama “dr. Zaidul Akbar Official” dan memiliki sebanyak 425 ribu pengikut. Akun YouTube tersebut juga memberi tautan ke Instagram dan Fanpage Facebook dokter tersebut.

Dokter Zaidul Akbar sendiri merupakan Ketua Umum Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI). Organisasi ini, seperti keterangannya, menghimpun para pembekam yang terstandar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur PBI. Melalui berita Detik pada 2019, kami juga mengetahui bahwa dr. Zaidul Akbar menempuh pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) dari 1997 hingga 2003. Dokter Zaidul Akbar sendiri dikenal sebagai dokter, pendakwah, konsultan, dan praktisi pengobatan sunah Indonesia. Ia adalah penggagas buku "Jurus Sehat Rasulullah (JSR)".

Kami juga melakukan pengecekan pada Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), profil Zaidul Akbar terdaftar sebagai Dokter dengan Surat Tanda Registrasi (STR) yang berlaku hingga 2011. Profil tersebut bisa dilihat melalui tautan ini. Perlu diketahui, STR merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi.

KKI sendiri merupakan badan yang melakukan registrasi terhadap dokter dan dokter gigi, mengesahkan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi, serta melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran.

Kami juga menelusuri seluruh unggahan akun YouTube dr. Zaidul Akbar, namun tak menemukan unggahan seperti yang dimaksud akun Facebook Rachmayda. Unggahan saran dr. Zaidul Akbar soal minum air putih justru ditemukan lewat akun YouTube Bisikan.com. Kami menyimpulkan bahwa video tersebut merupakan suara dari dr. Zaidul Akbar sendiri.

Video itu sendiri sepertinya merupakan cuplikan dari sebuah sesi tanya jawab, karena dr. Zaidul Akbar seperti menjawab pertanyaan dari seseorang.

Sementara itu, Usatoday.com pernah mengeluarkan artikel periksa fakta terkait isu yang sama, yakni gangguan pencernaan yang disebabkan oleh minum air ketika makan. Menurut artikel yang dipublikasikan pada 19 Agustus 2020 ini, berbagai macam studi dan pendapat ahli menunjukkan bahwa tidak perlu ada kekhawatiran bahwa minum air ketika makan akan menyebabkan gangguan pencernaan atau masalah kesehatan.

Menukil artikel tersebut, Michael F. Picco, M.D., Ph.D., seorang ahli dan konsultan gastroenterologi di Mayo Clinic, Florida, menyatakan bahwa tidak perlu ada kekhawatiran bahwa air akan mendilusi cairan pencernaan atau mengganggu pencernaan.

“Air sangat penting bagi kesehatan. Air dan cairan lain membantu memecah makanan sehingga tubuh Anda dapat menyerap nutrisi. Air juga melunakkan feses, yang membantu mencegah sembelit," jelas Michael.

Studi berjudul “Gastric emptying of a physiologic mixed solid-liquid meal” dari R S Fisher et. al. (1982) menemukan bahwa menelan cairan secara bersamaan dengan makanan tidak mempengaruhi tingkat makanan padat dicerna dan dikeluarkan oleh tubuh.

Pakar lain juga menekankan tidak adanya bukti bahwa konsumsi air saat makan memiliki dampak negatif tertentu. Debbie Fetter, asisten profesor yang mengajar di bidang nutrisi di University of California, Davis, mengatakan kepada USA Today, bahwa sejauh ini tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa minum air ketika makan bisa berbahaya. Dia juga mengatakan bahwa hal tersebut justru dapat mencegah kembung dan membantu pencernaan.

"Melakukan hal ini membantu memperlambat proses makan dan membuat proses pencernaan lebih lancar," kata Fetter. "Meneguk cairan saat makan juga bisa membantu orang yang suka makan berlebihan."

Klaim selanjutnya adalah bahwa meminum air dingin dapat membahayakan kesehatan. Lembaga pemeriksa fakta AFP pernah mengulik dan menandai bahwa klaim tersebut salah pada 13 Juli 2020.

AFP mewawancarai Piyapan Prueksapanich, asisten profesor di bidang kedokteran dari Universitas Chulalongkorn, Thailand, pada 2 Juli 2020.

“Air dingin yang kita minum tidak akan mempengaruhi suhu inti tubuh kita, karena suhu air perlahan-lahan akan berubah menjadi suhu tubuh normal di 37 derajat Celsius, bukan sebaliknya," kata Prueksapanich.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa klaim dr. Zaidul Akbar mengenai bahaya konsumsi air ketika makan dan meminum air dingin bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

==============

Tirto mengundang pembaca untuk mengirimkan informasi-informasi yang berpotensi hoaks ke alamat email factcheck@tirto.id atau nomor aduan WhatsApp +6288223870202 (tautan). Apabila terdapat sanggahan atau pun masukan terhadap artikel-artikel periksa fakta maupun periksa data, pembaca dapat mengirimkannya ke alamat email tersebut.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Irma Garnesia
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Irma Garnesia
Editor: Farida Susanty
DarkLight