Benarkah Layar Gorilla Glass Makin Tidak Tahan Gores?

Oleh: Tony Firman - 29 Oktober 2018
Dibaca Normal 2 menit
Dalam beberapa tes, versi Gorilla Glass lawas lebih tahan gores dibanding versi terbaru.
tirto.id - Ponsel pintar digunakan 2,39 miliar orang di seluruh dunia, menurut laporan eMarket. Dari 2,39 miliar itu, tak sedikit yang khawatir ponselnya tergores atau jatuh.

Kekhawatiran itu direspons oleh beberapa produsen ponsel pintar yang melengkapi produknya dengan lapisan anti-gores, termasuk Samsung, Apple, Huawei, Oppo. Mereka semua memakai lapisan anti-gores bernama Gorilla Glass.

Gorilla Glass, lapisan kaca tipis bikinan Corning di Amerika Serikat, adalah lapisan kaca yang dirancang khusus untuk melindungi layar perangkat dari goresan dan benturan. Kemunculan Gorilla Glass sendiri tak dapat dilepaskan dari peran Apple.

Dilansir dari Fast Company, pada 2007 Steve Jobs meminta CEO Corning untuk membuatkan pelindung layar ponsel untuk iPhone agar tahan goresan dan benturan. Dalam waktu enam bulan Corning berhasil menyelesaikan pesanan Jobs yang dinamai Gorilla Glass.

Sejak itu, Gorillas Glass telah dirilis dalam enam versi. Mulai dari Gorilla Glass 1 (2008), Gorilla Glass 2 (2012), Gorilla Glass 3 (2013), Gorilla Glass 4 (2014), hingga Gorilla Glass 5 (2016). Yang terbaru, Gorilla Glass 6, dirilis pada Juli 2018.

Versi terbaru Gorilla Glass 6 diklaim Corning lebih tahan banting dibanding edisi-edisi sebelumnya. Gorilla Glass 6 disebut-sebut tahan dijatuhkan dari ketinggian satu meter hingga 15 kali. Dalam beberapa bulan kedepan, Gorilla Glass 6 diperkirakan bakal terpasang di beberapa varian ponsel ternama.


Versi sebelumnya, Gorilla Glass 5, tahan jatuh di area berpermukaan kasar dari ketinggian antara bahu sampai pinggang. Corning mengklaim Gorilla Glass 5 mampu bertahan hingga 80 persen saat dijatuhkan dari ketinggian 1,6 meter. Gorilla Glass 5 tersemat di beberapa ponsel yang sudah beredar di pasaran seperti Samsung S9 Plus, Oppo F5, Google Pixel 2 XL, Nokia 8, Xiaomi Mi A2, dan banyak lagi.

Makin Tidak Anti-Gores?

Ketika daya tahan terhadap benturan kian ditingkatkan, fitur anti-gores rupanya dikorbankan. Menurut tes Corning, tingkat anti-gores pada Gorilla Glass belum membaik sejak 2014. Dengan kata lain, belum ada peningkatan kualitas secara signifikan sejak versi Gorilla Glass 4.

Dilansir dari The Verge, keterangan tes mengenai goresan dalam informasi produk terbaru telah diganti. Pada 2013, terakhir kalinya Corning melampirkan uji "Knoop Visual Scratch Test". Tahun berikutnya, tulis The Verge, Corning tak mengeluarkan label “anti-gores”. Hal ini membuat orang sulit membandingkan tingkat anti-gores antara Gorilla Glass 3, 4, 5 dan 6.

Lembar informasi produk Gorilla Glass 5 menyajikan tiga jenis pengujian, Tes Taber, Tes Garnet dan Tes Tumble. Dalam Tes Taber yang mengukur tingkat goresan berkepanjangan, Gorilla Glass 3 lebih sedikit tergores dibandingkan Gorilla Glass 4. Sedangkan tingkat tahan goresan Gorilla Glass 5 ada di antara keduanya.

Dalam Tes Garnet yang menguji kaca dengan ampelas, Gorilla Glass 5, goresan di Gorilla Glass 5 menonjol di beberapa area saja. Sisa goresan di bagian lain tampak pudar. Dalam tes yang sama, Gorilla Glass 3 dan 4 memperlihatkan goresan yang merata.

Dari dua hasil uji tersebut bisa disimpulkan bahwa, jelas bahwa Gorilla Glass 3 keluaran 2013 lebih tahan gores dibandingkan Gorilla Glass 4, jika berpatokan pada Tes Taber. Tetapi jika menggunakan patokan lain seperti Tes Garnet yang menggunakan ampelas misalnya, versi lawas belum tentu lebih tahan gores.


Begitu pula dengan anti-gores yang tersemat dalam produk terbaru Gorilla Glass 6. Dalam sebuah uji coba yang dilakukan Corning, Gorilla Glass 6 menunjukkan goresan lebih jelas dibanding versi pendahulunya, Gorilla Glass 5.

Untuk tes ketahanan ketika dijatuhkan dari ketinggian, menurut Tes Tumble yang dilakukan beberapa tahun lalu menunjukkan, luas permukaan Gorilla Glass 3 yang rusak sebesar 0,52 persen. Sementara pada Gorilla Glass 4, 5, dan 6, tingkat kerusakannya lebih sedikit: 0,39 persen.

Tampaknya, penurunan kualitas anti-gores dan meningkatnya derajat tahan banting Gorilla Glass berkaitan dengan tuntutan produsen. Produsen ponsel meminta spesifikasi kaca yang lebih tipis namun tetap kuat untuk dipadukan dengan desain ponsel yang kian tipis dan ramping.

Infografik Layar Anti Gores


Walhasil, Corning harus bekerja keras meningkatkan mutu kekuatan kaca Gorilla Glass. Untuk mencapai kekuatan tertentu, Corning harus merendam kaca, yang dasarnya memang rapuh, ke dalam bak berisi larutan garam di suhu 400 derajat Celcius. Ion kalium dalam bak kemudian menciptakan lapisan tekanan pada kaca dan memberi kekuatan tambahan. Hasilnya, kaca Gorilla Glass makin tahan banting, tapi harus mengorbankan fitur anti-gores karena proses tekanan internal di dalam kaca.

Juru Bicara Corning Scott Forester menyangkal anggapan tentang turunnya kualitas fitur anti-gores pada Gorilla Glass. Forester mengatakan, kekurangan yang ditunjukkan pada hasil tes-tes tersebut tak dapat terlihat dari jarak jauh.

“Untuk goresan, ada banyak cara untuk mengujinya… dan tes yang berbeda menciptakan hasil kerusakan yang berbeda,” katanya.

Akhirnya, konsumen mungkin akan tetap membeli pelindung layar anti-gores tambahan meski Gorilla Glass sudah tersemat di ponselnya. Di titik ini, fitur Gorilla Glass secara tak langsung jadi mubazir.

Meski demikian, layar ponsel pintar yang tak dilapisi kaca pelindung seperti Gorilla Glass jauh lebih rentan tergores atau pecah ketika jatuh dari ketinggian tertentu.


Sebetulnya, Gorilla Glass bukan satu-satunya produk tunggal yang menawarkan fitur anti-gores atau tahan remuk. Dilansir dari Android Authority, ada produk-produk serupa seperti Dragontrail Glass, Safir, dan Tempered Glass yang telah tersedia di pasaran. Dari ketiganya itu, produk Safir diklaim sebagai yang terbaik.

Namun, bahan Safir tergolong mahal. Pelindung yang memakai Safir biasanya tersemat di perangkat berlayar mungil, seperti lensa kamera atau jam tangan.

Baca juga artikel terkait ANDROID atau tulisan menarik lainnya Tony Firman
(tirto.id - Teknologi)


Penulis: Tony Firman
Editor: Windu Jusuf