tirto.id - Masyarakat Iran menunjukkan duka mendalam begitu jenazah Qassem Soleimani tiba di Bandara Kota Ahvaz pada Minggu (05/01/2020). Komandan pasukan elite Quds tersebut sebelumnya terbunuh dalam serangan udara Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad, Irak pada 3 Januari lalu.
Selain Soleimani, serangan drone AS itu juga menewaskan beberapa orang lainnya, termasuk pimpinan milisi Irak yang didukung Iran, Abu Mahdi al-Muhandis.
Terbunuhnya Soleimani membuat hubungan antara Iran dan AS memanas. Presiden Iran Hassan Rouhani menggalang dukungan dari negara-negara sahabatnya untuk mengecam serangan AS yang menewaskan Soleimani.
Dikutip dari Kantor Berita Iran, IRNA, dalam teleponnya pada Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada Minggu (5/1/2020), Rouhani menyatakan Iran berharap negara tetangganya itu mengutuk serangan yang membunuh Soleimani sebagai kejahatan dan tindakan kriminal. Rouhani menyatakan Iran tak pernah memulai konfrontasi dengan AS. Dia menegaskan tindakan negaranya merupakan respons terhadap agresi AS.
Panasnya hubungan kedua negara diperparah dengan kabar bahwa Iran menawarkan hadiah kepada mereka yang bisa membunuh Presiden AS Donald Trump. Informasi ini disebarkan oleh laman Facebook Darkside of Dimension pada 6 Januari 2020 (Arsip). Unggahan tersebut mendapat 455 komentar dan telah dibagikan sebanyak 392 kali hingga 8 Januari 2020.
Dalam unggahannya, laman itu menuliskan, "Iran menawarkan hadiah sebesar 80 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 1,1 triliun untuk membayar kepala Donald Trump." Menurut laman itu, informasi ini diketahui dari siaran resmi pemerintah Iran yang mengatakan hadiah puluhan juta dolar akan diberikan kepada siapapun yang berhasil membunuh Trump.
Akun tersebut melanjutkan, Iran juga menargetkan Gedung Putih (White House) untuk membalas dendam terkait serangan AS yang menewaskan dua tokoh penting Iran, menurut anggota parlemen Iran Abolfazl Aboutorabi pada Minggu (5/1/2020).
Darkside of Dimension mengutip pernyataan yang diklaim berasal dari Aboutorabi: "Kami bisa menyerang Gedung Putih sendiri. Kami bisa menyerang mereka di tanah Amerika. Kami punya kekuatan, insya Allah kami akan menyerang pada waktu yang tepat."
Asal Usul Informasi
Berdasarkan penelusuran Tirto, informasi serupa pernah dilansir situs Mirror.co.uk berjudul "Iran offers $80million bounty for Donald Trump's head after death of general." Informasi serupa juga disiarkan di situs Metro.co.uk.
Menurut Mirror, seorang Eulogist (orang yang biasa berpidato di acara pemakaman) mengatakan di upacara pemakaman Soleimani bahwa USD1 harus dikumpulkan dari setiap orang Iran dan diberikan kepada siapa pun yang berhasil membunuh Presiden Amerika Serikat.
Mirror kemudian mengutip situs EN24, "Iran has 80 million inhabitants. Based on the Iranian population, we want to raise $ 80 million, which is a reward for those who get close to the head of President Trump."
Video pengumuman dengan gambar protes dan narasi suara seorang pria itu juga beredar di Twitter, dibagikan oleh akun @HanifJazayeri. Hanif Jazayeri sendiri merupakan editor media Free Iran yang berbasis di London, Inggris.
Dalam video tersebut, seorang pria mengumumkan, "At the start of the revolution, a historic line was written in the epic mission of this nation and revolution. The grand figure of this revolution had said: If all the Muslims of the world throw a bucket of water, Israel would be washed away."
"And today we want to do something. If everyone anywhere in the world supports our initiative in Mashhad, on behalf of all of Iran’s people – 80 million Iranians – and each put aside USD1, it would equal USD80 million. And we would give this USD 80 million, on our own behalf, as a gift to anyone who brings the head of the person who ordered the murder of the grand figure of our revolution. Anyone who brings us the head of this yellow-haired lunatic, we would give him USD 80 million on behalf of the great Iranian nation. Chant if you agree.”
OMG! Iran's regime just announced an $80 million bounty for anyone who brings the head of @realDonaldTrump for killing Soleimani.
— M. Hanif Jazayeri (@HanifJazayeri) January 5, 2020
PS: Iran's ppl however are overjoyed at Soleimani's death. As the #IranProtests have shown, they long for an end to the mullahs' tyranny #FreeIran2020pic.twitter.com/uB3zOG5EKA
Fakta
Menurut media Periksa Fakta Snopes, informasi mengenai hadiah yang diiming-imingkan oleh Iran tersebut belum diketahui kebenarannya, apakah berasal dari lembaga otoritas Iran atau bukan. Sementara video yang dibagikan Hanif Jazayeri di Twitter soal pengumuman hadiah tersebut tidak jelas berasal dari mana dan siapa pengisi suaranya.
Video berisi gambar protes dan narasi suara pria seperti yang telah beredar tersebut dapat dengan mudah dibuat dan disebarkan dengan propaganda tertentu. Selain itu, video itu juga belum tentu dinarasikan oleh Eulogist yang berpidato pada upacara kematian Soleimani. Snopes memberi rating ‘mixture’ pada informasi yang beredar ini.
Sementara soal klaim yang berasal diklaim berasal dari Aboutorabi terkait rencana penyerangan terhadap Gedung Putih, penelusuran Tirto menunjukkan informasi ini, salah satunya, dibagikan oleh Daily Mail. Media yang berbasis di Inggris ini mengabarkan klaim yang kabarnya diperoleh dari Aboutorabi, “We can attack the White House itself; we can respond to them on the American soil.”
Jika ditelusuri lebih jauh, kutipan Aboutorabi di Daily Mail tersebut juga dipublikasikan oleh beberapa situs seperti Foxnews.com, Americanmilitarynews.com, dan Washingtonexaminer.com. Situs Daily Mail sendiri telah dilarang penggunaannya sebagai sumber untuk situs informasi di Wikipedia kecuali dalam keadaan tertentu. Para editor Wikipedia mengeluarkan keputusan ini setelah menganggap media asal Inggris itu umumnya tidak dapat diandalkan karena dianggap lemah dalam pengecekan fakta, penuh sensasi dan dibuat-buat
Sementara situs berita Foxnews, menurut penilaian Media Bias Fact Check, kerap menerbitkan laporan yang menyesatkan. Beberapa sumber yang digunakan oleh Foxnews sendiri masuk dalam kategori yang tidak dapat dipercaya.
Tidak ada pernyataan resmi dari Pemerintah Iran bahwa mereka menawarkan uang dalam jumlah besar tersebut untuk kepala Trump. Seperti yang diberitakan Financial Times, tewasnya Soleimani bakal membangkitkan hasrat balas dendam Iran dan sekutu. Pemimpin Hezbollah Hassan Nasrallah, misalnya, sudah menyerukan akan “mengibarkan bendera perlawanan di semua medan peran [Timur Tengah].”
Pemimpin tertinggi Iran (Iran's Supreme Leader) Ayatollah Ali Khamenei sementara itu memperingatkan AS bahwa "pembalasan keras sedang menunggu" mereka, seperti dikutipHuffPost. Ayatollah menyebut Soleimani sebagai "wajah perlawanan internasional" Iran. Ia menyatakan publik berkabung selama tiga hari atas kematian jenderal tersebut.
Pernyataan keras pun disampaikan oleh Menteri Informasi dan Teknologi Komunikasi Iran, Mohammad Javad Azari-Jahromi melalui akun twitternya, pada Minggu (5/1/2020).
"Seperti ISIS, seperti Hitler, seperti Jenghiskhan! Mereka membenci kebudayaan. Trump adalah 'teroris berjas'. Dia akan segera belajar dari sejarah, bahwa tak seorang pun mampu menaklukkan bangsa dan kebudayaan Iran yang besar," demikian tulis Javad di salah satu twitnya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta yang telah dilakukan, informasi mengenai hadiah yang akan diberikan Iran kepada orang yang berhasil membunuh Trump merupakan informasi yang menyesatkan (misleading).
Informasi yang dibagikan belum terkonfirmasi dengan akurat. Demikian pula dengan klaim yang disebut berasal dari Aboutorabi. Informasi tersebut dibagikan oleh situs daring yang kurang dapat dipercaya.
Hingga tulisan ini dimuat, pernyataan resmi dari sejumlah petinggi pemerintahan Iran hanyalah pernyataan bahwa mereka mengecam tindakan Trump dan pemerintah AS, serta mengancam melakukan pembalasan. Belum ada pernyataan resmi terkait hadiah uang sebagai imbalan bagi kepala Trump.
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara