Periksa Fakta

Benarkah Gambar "Bunga Megapuspa" Ini Mekar di Papua?

Header Periksa Fakta. tirto.id/Quita
Oleh: Frendy Kurniawan - 26 Juli 2019
Dibaca Normal 2 menit
Ia bukanlah bunga yang mekar di Papua.
tirto.id - Sebuah gambar lawas yang pernah berseliweran di internet dan media sosial soal mekarnya bunga megapuspa di Papua kembali lagi muncul. Lagi-lagi, gambar itu muncul dengan informasi keliru.

Beberapa waktu lalu, Krisyanto Yen Oni menyebar info melalui akun Facebooknya: “Bunga MEGAPUSPA, yg sedang mekar di puncak Gunung Jayawijaya, Papua (di dunia hanya ada 1, di Papua), yg mekarnya 33 th sekali, tadi jam 14.30 Wit terjadi pemekaran sempurna :-) INDONESIA 🇲🇨 👍 #Indonesiakuindah."

Gambar itu disebut “bunga megapuspa”, juga disebut-sebut hanya ada di Papua, serta mekar setiap 33 tahun sekali. Benarkah?



Fakta

Pernah Muncul 3 Tahun Lalu

Sekitar tiga tahun lalu, beberapa pengguna Facebook di Indonesia sebenarnya pernah mengunggah gambar dan pesan yang sama persis. Dua di antaranya adalah Duma Fridawaty Simatupang pada 23 Agustus 2017 (arsip) dan Iis Nurul Khasanah pada 25 Agustus 2017 (arsip).

Bahkan, situsweb jambipos-online.com, pada 23 Agustus 2017, menjadikannya sebuah artikel. Rumor itu menjadi tren di internet dan menarik perhatian orang saat itu. Dalam artikelnya, mereka memang memberi catatan bahwa mekarnya bunga tersebut di Papua belum terkonfirmasi.

Sirkulasi tidak hanya berakhir di situ. Dengan mudahnya, rumor bunga megapuspa yang mekar di Papua itu berseliweran di berbagai blog, grup-grup WhatsApp hingga YouTube.

Rumor yang sama teenyata pernah berseliweran di mancanegara. Hanya saja, bunga itu disebut sebagai nagapushpa atau naga pushpam yang mekar di Puncak Himalaya. Pembaca dapat dengan mudah menemukan rumor itu dengan memasukkan kata kunci “nagapushpa flower in himalayas” ke dalam mesin pencari.

Kabar ini beredar luas antara tahun 2015 dan 2016 di India serta di Cina pada 2017. Sekalipun sudah dibahas dalam situsweb-situsweb periksa fakta, rumor itu tetap bertahan di internet.

Foto “Pena Laut” Karya Gordon J. Bowbrick

Pelacakan kami menggunakan mesin pencari reverse image tineye.com menemukan fakta bahwa foto itu awalnya muncul di photo.net.

Foto itu tidak menggambarkan jenis bunga atau tanaman apa pun. Gordon J. Bowbrick, fotografernya, mengambil gambar makhluk yang digambarkan sebagai pena laut atau invertebrata laut pada 2013.

Sementara itu, tulisan Gary C. Williams dalam jurnal PLoS One (2011), pernah membahas keanekaragaman pena laut itu di seluruh dunia. Jika memperhatikan Figure 7 dalam artikel ilmiah Gary C. Williams itu, gambar pena laut yang menjadi bahan rumor di internet itu adalah Virgularia cf. rumphii dari wilayah Filipina.

Sementara itu, jenis-jenis pena laut yang berada di wilayah Papua Nugini, menurut artikel itu, adalah Sclerobelemnon sp. dan Cavernularia cf. obesa.

Fact Check Rumor Bunga Megapuspa
Figure 7 dalam The Global Diversity of Sea Pens (Cnidaria: Octocorallia: Pennatulacea), Gary C. Williams, PLoS One, 2011. FOTO/Gary C. Williams


KKP Sorong, Papua Pernah Buat Klarifikasi

Terkait dengan rumor yang beredar di Indonesia, Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI pernah membuat klarifikasi pada 28 Agustus 2017.

“Perlu ditegaskan bahwa gambar yang ditampilkan bukanlah bunga megapuspa ataupun nagapushpam, melainkan hewan laut yang dikenal dengan nama Pena Laut. Disebut ‘pena laut’ karena bentuknya yang mirip pena bulu dan hidup di dalam laut,” demikian bunyi klarifikasinya.

KKP Sorong juga memberi penjelasan lanjutan: “Bunga megapuspa atau nagapushpam sendiri belum dapat dibuktikan keberadaannya hingga saat ini. Indonesia memang merupakan negara megabiodiversitas dengan segala kekayaan alam yang terdapat di dalamnya. Namun sebagai masyarakat yang bijak, kita patut bijaksana dalam membaca dan menerima sebuah informasi dengan baik."

Kesimpulan

Melalui penelusuran fakta ini, didapati bahwa rumor soal gambar “bunga megapuspa” yang mekar di Papua yang muncul di Facebook adalah informasi yang keliru.

Gambar itu tidak bukanlah jenis bunga atau tanaman apa pun, melainkan makhluk yang digambarkan sebagai pena laut atau invertebrata laut yang diambil sekitar tahun 2013, karya foto dari Gordon J. Bowbrick.

Tidak hanya di Indonesia, rumor ini pernah berseliweran luas di internet dan media sosial di India pada 2015-2016 dan di Cina pada 2017.

Sekalipun pernah menjadi ulasan dalam berbagai situs pemeriksa fakta, rumor ini terbukti tetap masih eksis di internet. Karena itulah, artikel ini berupaya menjelaskannya sekali lagi.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Frendy Kurniawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Frendy Kurniawan
Editor: Maulida Sri Handayani
DarkLight