Periksa Fakta

Benarkah Erdogan Sebut Prabowo adalah Sukarno Baru Indonesia?

Oleh: Frendy Kurniawan - 23 Januari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Tidak ada kabar resmi dari Turki yang menguatkan kabar tersebut.
tirto.id - Berselang beberapa hari setelah Debat Pilpres 2019, konten ihwal kandidat bermunculan. Pada platform arsip video YouTube dan jaringan pesan pribadi, misalnya, muncul kabar bahwa Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memberi pujian kepada calon nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Kabar yang Diperiksa


Salah satu video yang beredar berjudul: “BANGGA!!! ~ PUJI PIDATO PRABOWO, RECCEP TAYYIB ERDOGAN, SOEKARNO BARU AKAN HADIR DI INDONESIA”. Dalam video yang lain disebutkan: “PUJI PIDATO PRABOWO, ERDOGAN: Soekarno baru akan muncul di INDONESIA”.


Selain menampilkan kolase foto Erdogan dan Sukarno, konten di video-video tersebut turut memuat teks yang diklaim berasal dari Erdogan. Tertulis: "Dalam sesi wawancara tak resmi, Erdogan memuji Prabowo seperti Soekarno, 'Sepertinya Soekarno baru akan muncul di Indonesia'."

Tidak ada keterangan jelas ihwal sumber pernyataan itu.

Fact Check rumor Erdogan puji Prabowo
Fact Check rumor Erdogan puji Prabowo sebagai Soekarno baru. FOTO/asiasatu.online


Fakta


Penelusuran kami menemukan bahwa konten yang sama persis atas teks yang diklaim berasal dari Erdogan itu terdapat di portal online bernama asiasatu.online. Dua hari sebelum debat digelar, situs ini merilis artikel dengan tajuk, "Puji Pidato Prabowo, Erdogan: Soekarno Baru Akan Muncul di Indonesia!".

Sayang, informasi tersebut sama meragukannya. Pernyataan Erdogan yang dimuat dalam artikel itu hanya diberi keterangan berasal dari "sesi wawancara tak resmi". Tidak disertakan keterangan lebih jelas mengenai sumber yang dimaksud, kendati artikel ini menyertakan konteks atas informasi di dalamnya. (Erdogan dianggap memberikan pujian atas pidato kebangsaan yang dilakukan Prabowo pada 14 Januari 2019 lalu.)

Tidak Ada Keterangan Resmi


Sampai tulisan ini dirilis, laman resmi pemerintah maupun kepresidenan Turki sama sekali tidak mempublikasikan satu pun konten terkait dengan Prabowo.


Hal yang sama juga muncul ketika kami melakukan penelusuran ke akun Twitter resmi Erdogan (@RT_Erdogan) atas kata kunci “Soekarno” maupun “Prabowo” dalam kurun waktu 1 Januari 2018 - 23 Januari 2019. Hasilnya? Nihil.

Dari sini, dapat diartikan bahwa adanya klaim tentang pernyataan pujian dari Erdogan untuk Prabowo belum terverifikasi sebagai informasi yang sahih.

Rumor Digabung Berita Sungguhan


Dalam artikel asiasatu.online, terdapat informasi lain yang menyebut bahwa Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Yunahar Ilyas, pernah memuji sosok Erdogan. Informasi itu memang dapat ditemukan di sebuah artikel yang pernah dipublikasikan Anadolu Agency (penerbit ringkasan berita di Turki) pada 19 Juli 2017.

Gambaran tersebut bisa dibaca sebagai upaya penggabungan rumor dengan informasi lain. Pembaca harus hati-hati dalam menyikapi keberadaan artikel tersebut.

Menariknya, dari penelusuran kami, terdapat blog pribadi yang menyebut "Erdogan sebagai Soekarno baru," bukan Prabowo. Bisa jadi, konten inilah yang sebetulnya dimaksudkan, sekalipun tidak ada petunjuk yang menguatkannya.

Perlu digarisbawahi, asiasatu.online pernah melakukan hal semacam ini manakala mereka memberitakan soal Erdogan yang dianggap menangisi insiden pembakaran bendera HTI di Garut, beberapa waktu lalu.


Kesimpulan yang bisa diambil adalah rumor yang menyebut Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memberi pujian kepada Prabowo Subianto (dan menyebut Sukarno baru akan muncul di Indonesia) adalah informasi yang keliru (tidak benar).

Rumor yang kemudian berkembang menjadi artikel di beberapa portal online tersebut didasarkan pada sumber yang meragukan. Tidak ada keterangan resmi dari pemerintah Turki, juga dari media sosial resmi Erdogan maupun berita-berita berbahasa Inggris.

Informasi yang digunakan dalam konten ini cenderung mengarah pada model informasi yang difabrikasi (fabrication news).

===========

Tirto mendapat akses aplikasi CrowdTangle yang menunjukkan sebaran sebuah unggahan (konten) di Facebook, termasuk memprediksi potensi viral unggahan tersebut. Akses tersebut merupakan bagian dari realisasi penunjukan Tirto sebagai pihak ketiga dalam proyek periksa fakta Facebook.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Frendy Kurniawan
(tirto.id - Politik)


Penulis: Frendy Kurniawan
Editor: Maulida Sri Handayani