Menuju konten utama

Basarnas Perluas Operasi Pencarian Jurnalis di Selat Sunda

Basarnas perluas operasi pencarian jurnalis dan awak speed boat di Selat Sunda. Simak daftar 8 korban yang masih dicari dan detail 7 sektor SAR.

Basarnas Perluas Operasi Pencarian Jurnalis di Selat Sunda
Petugas Basarnas melakukan pengamatan saat pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau dengan menggunakan KN SAR Antasena di Perairan Selat Sunda, Banten, Minggu (13/9/2026). Pada hari keenam operasi SAR, Tim SAR Gabungan secara masif memperluas jangkauan area penyisiran hingga mencapai total luas 6.010 Nautical Mile Persegi (NM²) dengan mengerahkan armada lengkap dari unsur laut, darat, dan udara. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hma
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperluas sektor operasi pencarian terhadap delapan korban hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari ketujuh pada Senin (14/9/2026), tim SAR gabungan mengerahkan unsur laut dan udara guna menyisir tujuh sektor wilayah operasi.

"Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan membagi wilayah operasi ke dalam beberapa sektor, serta melibatkan unsur laut, udara, dan darat,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Kata Ali, pihaknya terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencari dan menemukan delapan korban yang masih hilang.

Pada pelaksanaan operasi SAR hari ketujuh, pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dengan membagi wilayah operasi menjadi tujuh sektor, yaitu Sektor X seluas 831 NM², Sektor Z seluas 512 NM², Sektor V seluas 1.182 NM², Sektor W seluas 1.167 NM², Sektor U seluas 481 NM², Sektor Y seluas 413 NM², serta Sektor H seluas 2.063 NM².

Ali menyebut pencarian di masing-masing sektor melibatkan sejumlah unsur laut, di antaranya KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Leuser, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta sejumlah kapal patroli lainnya.

Selain pencarian melalui jalur laut, operasi SAR juga didukung helikopter HR 3604 dan dua unit drone thermal Basarnas.

"Dukungan darat melibatkan personel serta sarana prasarana dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan berbagai potensi SAR lainnya," kata Al Amrad.

Menurutnya, operasi pencarian tetap dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi cuaca di wilayah perairan Selat Sunda. Berdasarkan laporan rencana operasi, cuaca berawan, angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10–20 knot, serta tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.

Keselamatan seluruh personel pun tetap menjadi perhatian utama selama pelaksanaan operasi.

“Kami juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar upaya pencarian terhadap delapan korban ini dapat segera membuahkan hasil,” ujarnya.

Hingga pelaksanaan rencana operasi SAR hari ketujuh, delapan korban masih berstatus dalam pencarian.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis (43), jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; dan Donal (51), pekerja lepas.

Baca juga artikel terkait ORANG HILANG atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah