Menuju konten utama

Bareskrim Buru Penyerang Eks Pegawai JICT Ermanto Usman Bekasi

Tim gabungan selidiki jumlah pelaku penyerangan dan mendalami informasi dugaan ke arah tindak pidana pembunuhan.

Bareskrim Buru Penyerang Eks Pegawai JICT Ermanto Usman Bekasi
Ermanto Usman ditemukan tewas di rumahnya. (Sumber: Tangkapan Layar Youtube/Forum Keadilan TV)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bareskrim Polri turun tangan membantu penyelidikan kasus penyerangan seorang pensiunan pegawai Jakarta International Container Terminal (JICT) berinisial Ermanto Usman (65) di Pondok Gede, Kota Bekasi. Selain mengakibatkan Ermanto meninggal dunia, peristiwa berdarah yang terjadi menjelang waktu sahur tersebut juga membuat istri korban, P (60), dalam kondisi kritis akibat luka benda tumpul di kepala.

"Ya sementara tim gabungan dari Bareskrim, Polda, dan Polres, Polsek Pondok Gede, masih melakukan penyelidikan ya," kata Kasihumas Polres Metro Kota Bekasi, AKP Suparyono, saat dikonfirmasi reporter Tirto, Jumat (6/3/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menambahkan sampai saat ini tim gabungan masih menyelidiki terkait jumlah pelaku yang terlibat melakukan penyerangan. Bahkan, tim penyelidik juga mendalami informasi dugaan ke arah tindak pidana pembunuhan di kasus ini.

"Masih dalam penyelidikan. Masih didalami [apakah ini pembunuhan], semua informasi segera diperlukan untuk membantu penyelidik," tutur Budi.

Diketahui, polisi mengungkap cara penyerangan yang dilakukan kepada pasangan suami istri (pasutri) di salah satu rumah daerah Pondok Gede, Bekasi. Korban adalah Ermanto Usman (65) yang ditemukan dalam kondisi kritis dan meninggal di rumah sakit. Sementara istrinya, P (60), mengalami luka.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, membeberkan bahwa korban mengalami luka di bagian kepala belakang. Bahkan, korban P harus menjalani operasi dan saat ini dalam keadaan kritis.

"Luka-luka benda tumpul semua di kepala, kepala bagian belakang. Kami masih menunggu hasil resmi dari rumah sakit ya," tutur Andi kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Menurut Andi, peristiwa ini terjadi pada dini hari, sebelum waktu sahur. Anak korban yang berada di kamar lantai dua rumah curiga karena ibunya tidak membangunkan untuk membantu persiapan makan sahur.

"Kemudian kenapa ini bisa ketahuan? Karena anak korban ini biasa dibangunkan sama ibunya untuk persiapan masak dan sebagainya untuk sahur," kata dia.

Baca juga artikel terkait PEMBUNUHAN AKTIVIS LINGKUNGAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah