Menuju konten utama

Banjir Bandang Grand Canyon AS, 1 Tewas dan 15 Orang Hilang

Banjir bandang melanda Grand Canyon, Arizona, AS, menyebabkan 1 orang tewas dan 15 hilang. Evakuasi dilakukan, sementara penginapan ditutup.

Banjir Bandang Grand Canyon AS, 1 Tewas dan 15 Orang Hilang
Sisa-sisa pilar jembatan batu di sepanjang Bright Angel Creek setelah banjir bandang yang menghancurkan jembatan penyeberangan pada 29 Agustus. Menurut Layanan Taman Nasional, lebih dari 20 orang mungkin hilang akibat banjir bandang di Taman Nasional Grand Canyon tersebut. (Foto oleh J.THOMPSON dan Handout / NATIONAL PARK SERVICE / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Banjir bandang melanda kawasan Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat, setelah hujan deras mengguyur Bright Angel Creek pada Sabtu (29/8/2026). Bencana tersebut memicu evakuasi besar-besaran dan belasan orang dinyatakan hilang.

Selain menimbulkan korban, banjir juga merusak satu-satunya jaringan pipa yang memasok air bagi wisatawan dan penduduk di kawasan Grand Canyon, sehingga penginapan di dalam taman harus dihentikan sementara mulai Senin karena keterbatasan pasokan air bersih.

Pada Sabtu (29/8/2026), setelah hujan deras mengguyur kawasan Bright Angel Creek, anak sungai yang mengalir menuju Sungai Colorado, banjir bandang segera melanda Grand Canyon.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah musim monsun ketika hujan badai dapat berkembang dengan cepat di kawasan tersebut. Hujan deras yang turun dalam waktu singkat membuat aliran sungai meningkat secara tiba-tiba dan berubah menjadi arus deras yang membawa lumpur, bebatuan serta material lainnya.

Kondisi geografis Grand Canyon yang memiliki lereng terjal dan perbedaan ketinggian ekstrem turut memperbesar risiko banjir bandang.

Penyebab Banjir di Grand Canyon

Layanan Cuaca Nasional AS mencatat, hujan turun hanya dalam waktu sekitar 20 menit di lereng berbatu dengan penurunan elevasi yang sangat curam. Hujan deras tersebut sebenarnya didahului oleh dua sistem cuaca yang lebih kecil dan telah membasahi kawasan tersebut beberapa jam sebelumnya.

Ketika badai utama kemudian bergerak masuk, tanah dan permukaan kawasan yang sudah jenuh air tidak mampu lagi menyerap limpasan tambahan. Akibatnya, air hujan dalam jumlah besar mengalir dengan cepat menuju Bright Angel Creek dan menghasilkan banjir bandang.

Meteorolog National Weather Service di Flagstaff, Darren McCollum, menjelaskan bahwa kombinasi antara kondisi permukaan yang sudah basah dan curah hujan deras dalam waktu singkat menjadi penyebab utama munculnya aliran air yang sangat kuat.

“Jadi ketika badai utama datang, hujan deras mengguyur semua yang sudah basah, dan itu menyebabkan semua masalah yang kita lihat,” kata McCollum dikutip AP News, Senin (31/8/2026).

Banjir kemudian bergerak dari kawasan utara Grand Canyon, mengikuti Bright Angel Creek dari North Rim menuju Sungai Colorado dengan penurunan ketinggian sekitar 6.000 kaki atau 1.828 meter.

Korban Banjir Bandang Grand Canyon AS: 1 Tewas, 15 Hilang

Banjir bandang tersebut menghancurkan jembatan-jembatan penyeberangan yang berada di atas Bright Angel Creek serta mengubah bentuk bentang alam di sepanjang aliran sungai. Arus deras memperlebar dasar sungai, membawa material dalam jumlah besar, serta mengubah karakteristik aliran Sungai Colorado.

Banjir Taman Nasional Grand Canyon

Sisa-sisa pilar jembatan batu di sepanjang Bright Angel Creek setelah banjir bandang yang menghancurkan jembatan penyeberangan pada 29 Agustus. Menurut Layanan Taman Nasional, lebih dari 20 orang mungkin hilang akibat banjir bandang di Taman Nasional Grand Canyon tersebut. (Foto oleh J.THOMPSON dan Handout / NATIONAL PARK SERVICE / AFP)

Besarnya material yang terbawa arus menunjukkan kekuatan banjir yang terjadi sekaligus meningkatkan risiko bagi para pendaki, camper, maupun wisatawan yang berada di dalam ngarai.

Dampak banjir tidak hanya berupa kerusakan infrastruktur dan perubahan bentang alam, tetapi juga menyebabkan korban jiwa dan sejumlah orang belum diketahui keberadaannya.

Layanan Taman Nasional pada Minggu (30/8) melaporkan bahwa satu orang meninggal dunia dan sekitar 15 orang lainnya masih hilang atau belum dapat dipastikan keberadaannya.

Jenazah seorang pria berusia 46 tahun ditemukan pada Minggu malam di sekitar Crystal Rapids, di sepanjang Sungai Colorado. Petugas dari kantor koroner Arizona berada di lokasi untuk menangani proses terkait penemuan jenazah tersebut.

Layanan Taman Nasional juga meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai pendaki atau camper yang masih belum diketahui keberadaannya untuk segera menghubungi pihak berwenang.

Upaya penyelamatan dan evakuasi dilakukan sejak Sabtu ketika banjir mulai melanda bagian dalam ngarai. Lebih dari 60 orang dievakuasi menggunakan helikopter dari kawasan terdalam Grand Canyon.

Proses evakuasi menghadapi tantangan karena medan yang terjal, akses darat yang terbatas, serta perubahan kondisi aliran air akibat banjir.

Pada Minggu, Departemen Keamanan Publik Arizona turut membantu pelaksanaan evakuasi tambahan. Sejumlah kawasan yang sebelumnya menjadi tujuan populer wisatawan juga tetap ditutup, termasuk Bright Angel Campground, North Kaibab Trail, dan Phantom Ranch.

Penutupan dilakukan untuk mencegah wisatawan kembali memasuki area yang masih berisiko akibat kerusakan dan kemungkinan terjadinya banjir susulan.

Salah satu dampak terbesar dari banjir tersebut adalah rusaknya satu-satunya jaringan pipa air yang memasok air ke wisatawan dan penduduk di kawasan taman. Kerusakan pipa membuat pasokan air minum menjadi sangat terbatas dan memaksa Layanan Taman Nasional mengambil langkah darurat.

Mulai Senin, wisatawan tidak diperbolehkan menginap di lodge dan hotel yang berada di dalam kawasan taman karena keterbatasan air bersih. Penduduk yang tinggal di Grand Canyon sepanjang tahun diminta melakukan penghematan air.

Taman tersebut sebenarnya memiliki tangki penyimpanan air minum berkapasitas besar di South Rim, namun tidak dapat diisi kembali selama pipa utama masih tidak berfungsi.

Kerusakan infrastruktur air ini menjadi persoalan serius karena jaringan pipa itu melayani kebutuhan sekitar 6 juta pengunjung setiap tahun dan sekitar 1.600 penduduk Grand Canyon Village.

Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra