Menuju konten utama

Bahlil: IUP Tambang di Daerah Dikuasai Perusahaan Jakarta

Bahlil bilang bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat luas, maka ekonominya seharusnya menyeluruh dan tidak bertumpu pada satu wilayah saja.

Bahlil: IUP Tambang di Daerah Dikuasai Perusahaan Jakarta
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/2/2026). tirto.id/Auliya Umayna
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, mengaku heran dengan operasional pertambangan di sejumlah daerah. Pasalnya, kata Bahlil, kebanyakan Izin Usaha Pertambangan (IUP) daerah malah dimiliki oleh perusahaan yang berlokasi di Jakarta.

"Tambang ini hampir semua izinnya, IUP-nya, itu milik kantor Jakarta. Tambang di Maluku, tambang di Sulawesi, tambang di Papua, di Kalimantan, di Sumatera. Saya pikir-pikir kenapa izinnya kantornya semua ada di Jakarta ini? Apakah Negara Republik Indonesia ini hanya punya Jakarta?" kata Bahlil saat menyampaikan sambutan dalam Pembukaan Training of Trainers Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/2/2026).

Pria yang juga Menteri ESDM ini menyebut akan segera memperbaiki permasalahan tersebut. Katanya, izin pertambangan akan diberikan kepada perusahaan-perusahaan di daerah yang menjadi tuan rumah.

"Maka perlahan-lahan kita kanalisasi, izin kita kembalikan kepada teman-teman daerah, pengusaha daerah, UMKM harus dapat. BUMD kasih. Jadikan orang daerah menjadi tuan di negerinya," ujar Bahlil.

Dia mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat luas maka harus memiliki ekonomi yang menyeluruh dan tidak bertumpu pada satu wilayah saja. Menurut Bahlil, hal ini harus terwujud lantaran masyarakat daerah telah banyak berkorban untuk Indonesia.

"Jangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dijadikan sebagai satu wilayah tapi kekuasaan pembagian ekonomi politiknya hanya tertumpu pada satu wilayah," tutur Bahlil.

Bahlil juga mengajak para Anggota Partai Golkar yang berasal dari daerah untuk tidak berkecil hati. Dia juga menegaskan bahwa di Partai tidak ada perbedaan kelas.

"Jadi enggak boleh ada yang merasa bahwa ah ini anak Jakarta, ini anak daerah. Udahlah, bahwa kita lahir di daerah dan Jakarta itu fakta. Tapi tidak untuk berada dalam positioning di Partai Golkar bahwa ada kelas A, kelas B. No enggak ada itu," ucap Bahlil.

Bahlil juga menceritakan bahwa di kampungnya, tepatnya di Fakfak, Papua, toleransi sangat terjaga. Bahkan, kata Bahlil, adanya perbedaan agama dalam satu keluarga tidak menjadi masalah. Dia menyebut, Indonesia Timur termasuk NTT dan Papua, dapat menjadi tempat paling tepat untuk belajar soal toleransi.

Baca juga artikel terkait BAHLIL LAHADALIA atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Farida Susanty