Menuju konten utama

Bacaan Sholat Tarawih 23 Rakaat di Rumah dan Urutannya

Berikut urutan bacaan sholat tarawih 23 rakaat, yakni untuk 20 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat witir. Simak artikel untuk mengetahui urutan bacaannya.

Bacaan Sholat Tarawih 23 Rakaat di Rumah dan Urutannya
Ilustrasi - Keluarga muslim melakukan shalat bersama di rumah. (FOTO/iStockphoto)

tirto.id - Bacaan sholat tarawih 23 rakaat di rumah bisa dilantunkan berdasarkan urutan tertentu, di antaranya membaca surat-surat pendek. Lantas, apa saja bacaan surat sholat tarawih 23 rakaat yang dapat digunakan?

Sebelum melihat daftar urutan surat tarawih 23 rakaat, ibadah yang biasa dijalankan pada bulan Ramadhan ini bersifat sunnah muakad. Pilihan bacaan tarawih 23 rakaat pun dapat dipilih sesuai kebutuhan atau keinginan.

Adapun jumlah rakaat shalat tarawih yang 20 ini merujuk pada teknis pelaksanaan qiyam Ramadhan kekhalifahan Umar bin Khattab. Diriwayatkan dari Yazid bin Ruman,"Manusia senantiasa melaksanakan shalat pada masa Umar pada bulan Ramadhan sebanyak 23 rakaat (20 rakaat tarawih, disambung 3 rakaat witir)," (H.R Malik).

Daftar Bacaan Surat untuk Sholat Tarawih 23 Rakaat

Terdapat beberapa bacaan surat tarawih 23 rakaat yang dapat dibacakan ketika Anda melakukan ibadah tersebut. Berikut daftar doa atau surat tarawih 23 rakaat yang bisa Anda gunakan.

1. Surat At-Takatsur

١ – اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ٢ – حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ ٣ – كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ ٤ – ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ٥ – كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ ٦ – لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ ٧ – ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ ٨ – ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ

Arti:

(1) Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu (2) sampai kamu masuk ke dalam kubur. (3) Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). (4) Sekali-kali tidak (jangan melakukan itu)! Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya). (5) Sekali-kali tidak (jangan melakukan itu)! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti, (niscaya kamu tidak akan melakukannya). (6) Pasti kamu benar-benar akan melihat (neraka) Jahim. (7) Kemudian, kamu pasti benar-benar akan melihatnya dengan ainulyakin. (8) Kemudian, kamu pasti benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).

2. Surah Al-‘Ashr

١ – وَالْعَصْرِۙ ٢ – اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ٣ – اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Arti:

(1) Demi masa, (2) sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, (3) kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

3. Surah Al-Humazah

١ – وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ ۨ٢ – الَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ ٣ – يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ ٤ – كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ ٥ – وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ٦ – نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ ٧ – الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ ٨ – اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ ٩ – فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ

Arti:

(1) Celakalah setiap pengumpat lagi pencela (2) yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. (3) Dia (manusia) mengira bahwa hartanya dapat mengekalkannya. (4) Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. (5) Tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah? (6) (Ia adalah) api (azab) Allah yang dinyalakan (7) yang (membakar) naik sampai ke hati. (8) Sesungguhnya dia (api itu) tertutup rapat (sebagai hukuman) atas mereka, (9) (sedangkan mereka) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

4. Surah Al-Fil

١ – اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ ٢ – اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ ٣ – وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ ٤ – تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ ٥ – فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ

Arti:

(1) Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? (2) Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? (3) Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong (4) yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, (5) sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

5. Surah Al-Quraisy

١ – لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ ٢ – اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ ٣ – فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ ٤ – الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ

Arti:

(1) Disebabkan oleh kebiasaan orang-orang Quraisy, (2) (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (sehingga mendapatkan banyak keuntungan), (3) maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah) (4) yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.

6. Surah Al-Maun

١ – اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ ٢ – فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ ٣ – وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ ٤ – فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ ٥ – الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ ٦ – الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ ٧ – وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ

Arti:

(1) Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (2) Itulah orang yang menghardik anak yatim (3) dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin. (4) Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat, (5) (yaitu) yang lalai terhadap salatnya, (6) yang berbuat riya, (7) dan enggan (memberi) bantuan.

7. Surah Al-Kautsar

١ – اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ ٢ – فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٣ – اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ

Arti:

(1) Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak. (2) Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah! (3) Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

8. Surah Al-Kafirun

١ – قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ٢ – لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ٣ – وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ٤ – وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ٥ – وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ٦ – لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ

Arti:

(1) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir, (2) aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (3) Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah. (4) Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. (5) Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. (6) Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

9. Surah An-Nashr

١ – اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ ٢ – وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ ٣ – فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا

Arti:

(1) Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan (2) dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, (3) bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat.

10. Surah Al-Lahab

١ – تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ ٢ – مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ ٣ – سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ ٤ – وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ ٥ – فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ

Arti:

(1) Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. (2) Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. (3) Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka), (4) (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). (5) Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

11. Surah Al-Ikhlas

١ – قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ٢ – اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٣ – لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٤ – وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Arti:

(1) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. (2) Allah tempat meminta segala sesuatu. (3) Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan (4) serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

12. Surah Al-Falaq

١ – قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ٢ – مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٣ – وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٤ – وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٥ – وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Arti:

(1) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) (2) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, (3) dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (4) dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), (5) dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

13. Surah An-Nas

١ – قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ٢ – مَلِكِ النَّاسِۙ ٣ – اِلٰهِ النَّاسِۙ ٤ – مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٥ – الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٦ – مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Arti:

(1) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, (2) raja manusia, (3) sembahan manusia (4) dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi (5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (6) dari (golongan) jin dan manusia.”

Urutan Surat untuk Sholat Tarawih 23 Rakaat

Bacaan sholat tarawih 23 rakaat terbagi menjadi 10 bagian, di mana setiap bagian terbagi atas 2 rakaat saja. Bukan hanya itu, 3 rakaat yang dimaksud dalam ibadah sesuai ketentuan ini termasuk kategori witir.

Berikut urutan surat tarawih 23 rakaat.

1. Sholat Tarawih 1

Sebagai pembuka shalat tarawih 23 rakaat, Anda bisa membaca surat Al-Fatihah dan surat At-Takatsur. Kemudian membawakan bacaan surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlas melalui rakaat kedua.

2. Sholat Tarawih 2

Shalat tarawih kedua untuk 23 rakaat dapat dimulai dengan pembacaan Al-Fatihah dan Al-Ashr, khususnya pada rakaat pertama. Sementara rakaat kedua dapat diisi dengan membaca Surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas.

3. Sholat Tarawih 3

Pada rakaat pertama sholat tarawih 23 rakaat, khususnya bagian ketiga, Anda bisa membaca surat Al-Fatihah dan surah Al-Humazah. Adapun surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlas dapat dibawakan untuk rakaat keduanya.

4. Sholat Tarawih 4

Surat Al-Fatihah dapat dibacakan sebagai pembuka rakaat pertama, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat Al-Fil. Setelah itu, Anda dapat membawakan lantunan doa Al-Ikhlas untuk mengakhiri rakaat dua.

5. Sholat Tarawih 5

Urutan bacaan sholat tarawih 23 rakaat pada sesi kelima dapat diisi dengan pembacaan Al-Fatihah dan Al-Quraisy. Setelah memasuki bagian rakaat kedua, Anda bisa membacakan surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlas.

6. Sholat Tarawih 6

Bacaan surat selanjutnya bisa diawali dengan pembacaan Al-Fatihah, diteruskan dengan pelantunan surat Al-Maun. Adapun rakaat kedua tarawih tersebut bisa diisi dengan pembacaan Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlas.

7. Sholat Tarawih 7

Setelah melewati 12 rakaat (6 bagian), Anda bisa membawakan surat Al-Fatihah dan Al-Kautsar untuk sesi ketujuh. Kemudian pada rakaat keduanya bisa melantunkan Al-Fatihah, dilanjutkan pembacaan surat Al-Ikhlas.

8. Sholat Tarawih 8

Melihat berbagai daftar bacaan sholat tarawih 23 rakaat di atas, Anda bisa membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun sebagai pembuka rakaat pertama. Adapun rakaat kedua diisi dengan pelantunan surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas.

9. Sholat Tarawih 9

Surat Al-Fatihah masih dapat digunakan sebagai pembuka rakaat pertama dan kedua. Adapun pilihan untuk dibacakan ketika kedua rakaat tersebut berjalan bisa menggunakan surat An-Nashr maupun Al-Ikhlas.

10. Sholat Tarawih 10

Genap pada jumlah 20 rakaat sholat tarawih, Anda bisa membacakan surat Al-Fatihah dan Al-Lahab pada rakaat pertama. Kemudian rakaat keduanya diisi dengan pembacaan surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlas.

11. Sholat Witir 1

Ketika tarawih sudah genap 20 rakaat, maka dilanjutkan dengan sholat witir pertama yang berjumlah dua rakaat. Anda bisa membuka kedua rakaat menggunakan surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan Al-A’ala atau Al-Ikhlas.

12. Sholat Witir 2

Sebagai penutup bacaan surat tarawih 23 rakaat, Al-Fatihah masih dapat digunakan sebagai pembuka rakaatnya. Adapun pembacaan setelahnya bisa memilih opsi Al-Falaq, Al-Ikhlas, maupun An-Nas.

Baca juga artikel terkait EDUKASI DAN AGAMA atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Edusains
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus
Penyelaras: Ibnu Azis