Kami menggunakan cookie untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang interaksi Anda dengan situs web Kami. Kami juga membagikan informasi penggunaan situs Kami oleh Anda dengan mitra iklan dan analitik. Data interaksi tersebut akan Kami gunakan sebagai bahan analisa untuk membuat produk/layanan terbaik sesuai preferensi pengguna.
Indeks Tulisan
Jejak Peradaban Buddha di Kalimantan Kuno
Jejak Buddha di Kalimantan mungkin sekali bertalian dengan jalur keagamaan Hindu-Buddha yang membentang dari pantai timur Sumatra sampai pesisir utara Jawa.
Kisah Para Pujangga Tanah Jawa yang Menghindari Romansa
Kehidupan para resi yang mendalami agama diwarnai sejumput kisah cinta yang bertolak sebelah tangan. Alih-alih romansa, jalan mereka cenderung platonik.
Seba: Tradisi Penghormatan Era Lampau, Kiwari Masih Bertahan
Seba kiwari masih dilakukan oleh masyarakat Kanekes kepada pemerintah di Provinsi Banten. Secara historis tradisi ini bisa ditarik mulai dari era Majapahit.
Tirtakusuma, Riwayat Pangeran Mataram dari Pancoran
Namanya tidak terlalu dikenal, tapi ikut mewarnai sejumlah peristiwa di sekitar perpecahan Jawa. Inilah Pangeran Mataram yang sempat dibuang ke Pancoran.
Jayawarman II, Tawanan Jawa yang Pulang sebagai Maharaja Khmer
Raja Jayawarman II, pendiri peradaban Angkor, pernah hidup sebagai tawanan di Jawa. Usai pulang, mendeklarasikan kemerdekaan Khmer dan menjadi raja.
Jejak Samar Pengaruh Majapahit di Timur Indonesia
Pengaruh budaya Majapahit tersebar ke bagian timur Indonesia. Jejaknya bisa ditemui dari NTB hingga Maluku.
Jejak Tamadun Hindu-Buddha di Pulau Panaitan Ujung Kulon
Selain diwarnai sejarah perkembangan konservasi alam yang melegenda, di Ujung Kulon juga terdapat jejak kebudayaan Hindu-Buddha yang sangat tua.
Ki Mas Hindi & Bola Api Perlawanan yang Memancar dari Palembang
Kisah Ki Mas Hindi, pendiri Kesultanan Palembang yang menafikan Kesultanan Mataram dan mengangkat dirinya sebagai raja dengan gelar sultan dan susuhunan.
Bathoro Katong, Trah Majapahit yang Sebarkan Islam di Ponorogo
Sosok yang babat alas dan menyebarkan Islam di daerah Ponorogo dan sekitarnya. Salah satu media dakwahnya adalah reog yang diambil dari cerita Panji.
Seruan Tauhid dalam Teks Tua di Nusantara Periode Hindu-Buddha
Dalam teks-teks tua periode Hindu-Buddha, teologi Islam terselip sebagai upaya vernakularisasi agar ajarannya diterima masyarakat yang literasinya mapan.
Bhre Wengker, Candi Surawana dan Sosok di Balik Layar Majapahit
Candi pendharmaan yang dbuat untuk Wijayarajasa melebihi keluarga inti Kerajaan Majapahit. Selain usianya yang panjang, sosok ini diliputi misteri.
Hegemoni Mughal & Pengaruh Budaya Indo-Farsi di Kesultanan Aceh
Sejak abad ke-17, Kekhalifahan Ottoman tidak lagi turut campur dalam perpolitikan di Samudra Hindia. Maka Kesultanan Aceh kemudian bersekutu dengan Mughal.
Manuver Politik Mahendradatta Meneguhkan Posisi Perempuan
Meski istri raja, posisi Mahendradatta dalam prasasti disebutkan setara bahkan lebih tinggi dari suaminya. Langkah politiknya meneguhkan posisi perempuan.
Kisah Menak Jingga dan Banyuwangi Melawan Arus Utama Rezim Jawa
Kerajaan Blambangan di daerah Tapal Kuda di ujung timur Jawa kerap melawan hegemoni rezim arus utama Jawa. Menak Jingga tampil sebagai simbol perlawanan.
Nyadran dan Ngikis di Priangan, Upacara Menak Menjelang Ramadhan
Penyebaran Islam di Tatar Sunda mulai terjadi di abad ke-15, namun ratusan tahun setelahnya sejumlah upacara keagamaan masih dipengaruhi oleh ritus Hindu.
Melacak Tradisi Ketergantungan Rakyat Nusantara kepada Padi
Selain menyokong makmurnya feodalisme selama masa Hindu-Buddha, ketergantungan pada padi juga didorong oleh dogma religi dari generasi ke generasi.
Hikayat Senapan Sundut Minangkabau dari Abdul Qadir Al-Jailani
Meski dianggap ketinggalan zaman pada masanya, istinggar (senapan sundut) produksi Minangkabau banyak dipakai dan bertalian erat dengan tradisi literasi.
Carita Parahyangan, Puja sastra yang Berani Mengkritik Penguasa
Naskah puja sastra Carita Parahyangan bisa disebut anomali karena isinya tak hanya puja-puji terhadap penguasa, tapi juga kritik dan kecaman.
Klaim Ratu Adil Tak Menyelamatkan Jayanagara dari Pemberontakan
Suksesi di Majapahit kerap diwarnai pemberontakan. Jayanagara, raja kedua, mencoba menyelamatkan diri lewat klaim ratu adil. Nahas, upayanya gagal.
Pasang Surut Hubungan Tiga Surya Mataram
Konflik keluarga berkepanjangan mewarnai suksesi dan perpecahan di kalangan Kerajaan Mataram Islam. Kehadiran Kompeni membuatnya kian keruh.